The Diary Game, July 15, 2026 | My routine today is just changing the day and date

Hᴇʟʟᴏ Sᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ...
𝗛anya berganti hari dan tanggal, kisahku masih sama seperti hari-hari sebelumnya, memulai pagi dengan mengantar putriku ke sekolah dan melanjutkan perjalanan ke tempat kerja. Pekerjaan yang mungkin mudah menurut orang lain tetap saja membuatku lelah, panik dan membosankan. Aku sempat kesulitan untuk bersikap "tenang" disaat orang lain hanya diam, duduk dan menonton.

Jam hanyalah penunjuk waktu yang jujur. Aku hampir saja terlambat menjemput putriku pulang sekolah jika tidak ada teman yang peka mengingatku tentang hal itu. Aku terpaksa menghentikan pekerjaanku di labtob dan bergegas menuju ke sekolah dasar.
Setiba depan gedung sekolah, putriku sudah menunggu entah berapa lama, tapi raut wajahnya menunjukkan kekesalah karena aku terlambat menjemputnya.
Tidak segera kembali ke rumah, kami harus melewati beberapa lorong kecil untuk tiba di warung sederhana yang menjual nasi dan beberapa jenis lauk pendamping untuk makan siang kami sekeluarga. Roda sepeda motorku kembali berputar menuju swalayan Sabana, lokasi toko kelontong di Jl. Listrik tersebut merupakan salah satu minimarket terlengkap yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, produk makanan, dan juga alat tulis.
Di swalayan tersebut tujuanku hanya membeli es cream permintaan putriku sebagai penebus kesalahanku karena "terlambat menjemputnya di sekolah", selanjutnya kami meneruskan perjalanan menuju kediaman.
![]() | ![]() |
|---|
Selesai makan siang dan shalat dhuhur aku kembali ke kantor. Untung saja jdwal rapat yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 14.00 wib di undurkan ke pukul 16.00 wib, jadi waktuku bertambah lebar untuk mencetak (print) dokumen perencanaan pengadaan tanah, sampul dan dokumen pendukung lainnya seperti photo dokumentasi lapangan, peta lokasi dan alas hak yang merupakan satu kesatuan dalam satu dokumen perencanaan pengadaan tanah.

Seraya ikut membenahi ruang Aula, aku berharap rapat pembahasan pengadaan tanah relokasi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi tidak lagi berlanjut dan selesai hari ini setelah menyerahkan dokumen perencanaan kepada instansi yang memerlukan tanah. Banyak kegiatan pokok instansi kami mandek gegara membantu memfasilitasi sekaligus menyiapkan dokumen perencanaan pengadaan tanah relokasi hunian tetap yang seharusnya mendapat respon serius dari instansi yang berwewenang penuh.
![]() | ![]() |
|---|
Sebelum kegiatan di mulai, aku telah menyiapkan aula dan fasilitas lainnya untuk mendukung kelancaran rapat seperti labtob dan proyektor LCD, bahkan membantu menyiapkan Snack atau makanan ringan dan kopi bagi sejumlah anggota rapat.

Kegiatan rapat dimulai setelah pelaksanaan shalat Ashar dan sempat molor beberapa menit karena harus menunggu kedatangan beberapa pejabat dari instansi terkait lainnya. Rapat berlangsung alot karena memadukan beberapa pendapat dan masukan dari unsur kecamatan sebagai pejabat berperan krusial dalam wilayah, atau sebagai penyedia lahan relokasi.
![]() | ![]() |
|---|
Rapat sempat di jeda beberapa untuk melaksanakan shalat magrib. Aku tidak hanya sebagai operator namun ikut mencatat sejumlah poin penting sebelum rapat berakhir pada pukul 20.00 wib. Seusai kegiatan tersebut aku mulai merampungkan notulensi dan photo dokumentasi rapat di ruang kerjaku.
Dua dokumen atau bahan bukti kegiatan rapat tersebut tidak sempat aku cetak (print) karena semua manusia mulai meninggalkan gedung kantor...

Aku tidak berpikir untuk kembali ke rumah, aku membiarkan keadaanku yang kusam dan lelah hingga memasuki area SPBU untuk mendapatkan tambahan bahan bakar dalam tangki sepeda motorku. Dalam beberapa bulan terakhir kami sangat sulit mendapatkan bahan bakar pertalite, jika pun ada kami harus mengantri dalam waktu lama. Dimaklumi! karena harga pertalite lebih terjangkau karena subsidi "menurut mereka" ketimbang harga pertamax per liter sejumlah 22,8 Steem (harga saat konversi).
Lonjakan harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar IDR terhadap dolar AS dianggap dua pemicu utama kenaikan harga bahan bakar di Indonesia. Aku tidak tahu banyak tentang ini, namun menurutku pencuri uang negara yang masih leluasa berkeliaran di negara kami tidak kurang berpengaruh terhadap lonjakan harga bahan bakar yang harus di bayar oleh masyarakat atau pengguna berbagai jenis kenderaan bermotor.

Seperti niat awalku, selesai mengisi bahan bakar, sepeda motorku menuju warung MS Coffee yang berlokasi di Jl. Listrik. Disana aku hanya memesan segelas kopi panas dan satu porsi martabak telur. Semoga martabak telur dapat menambal lambungku yang terasa lapar sejak tadi. Setiap berada warung kopi atau disaat waktu senggang aku selalu mengutamakan mengunjungi dua media yakni whatshAp sebagai media komunikasi dan platform Steemit untuk kreatifitas.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant






https://x.com/i/status/2077765894550516023
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Terima kasih kanda @yuswadinisam 🙏
Sama-sama Pak @ridwant, nantikan kejutannya😉
Dengan senang hati kanda.. terima kasih 🙏🙏🙏