The Diary Game 22-7-2026 Aktivitas Merawat Diri dan Mengajar di Rumah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo teman-teman semuanya! Senang sekali rasanya bisa kembali menyapa kawan-kawan di komunitas luar biasa ini. Saya doakan kita semua selalu berada dalam keadaan sehat walafiat dan terus bersemangat melahirkan karya-karya terbaik. Hari ini saya semangat sekali menyapa keluarga HOT NEWS untuk menceritakan sedikit kisah keseharian saya yang cukup riweh.
Walaupun hari ini saya tidak pergi sekolah, suasana rumah benar-benar tidak bisa dibilang santai. Punya empat adik yang masih menempuh pendidikan membuat hari-hari saya selalu dipenuhi kehebohan. Adik pertama sudah bersiap masuk kuliah, yang ketiga masuk SMP, yang keempat SD, dan si bungsu baru masuk TK. Menghadapi kepusingan pagi hari seperti ini memang sudah jadi bagian dari rutinitas harian saya.
Sejak subuh bergema, saya langsung bangun untuk melaksanakan salat subuh dan membantu persiapan adik-adik. Buka mata langsung sigap memandikan adik, memakaikan baju seragam, dan memastikan semua perlengkapan sekolah mereka lengkap. Sementara itu, ibu saya fokus membereskan rumah, menyapu, hingga menanak nasi sebelum beliau sendiri bersiap pergi mengajar ke sekolah.
Tugas selanjutnya adalah urusan antar-jemput anak sekolah yang membutuhkan pembagian waktu ekstra pas. Saya kebagian mengantar adik yang SMP terlebih dahulu, disusul mengantar adik yang SD. Setelah itu, barulah ibu saya mengantar si bungsu menuju sekolah TK nya. Begitu semua rombongan sekolah berangkat, suasana rumah langsung berubah menjadi sangat tenang dan bebas dari drama pagi.
Momen tenang ini saya manfaatkan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati sarapan pagi. Di tengah rasa santai itu, tiba-tiba terbesit keinginan untuk merawat diri dengan luluran. Saya pun berkreasi membuat racikan lulur alami sendiri menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada di dapur.
Beras yang sudah direndam saya campurkan dengan sedikit kunyit dan lada hitam, lalu diblender sampai halus. Sekitar jam sebelas siang, racikan ini langsung saya balurkan ke seluruh tubuh sebelum mandi. Hasilnya benar-benar memuaskan, kulit terasa jauh lebih lembut, segar, dan kelihatan lebih cerah. Masker buatan sendiri ini makin membuat saya ketagihan untuk mencobanya lagi nanti.
Belum lama selesai mandi, waktu sudah menunjukkan jam dua belas siang dan menandakan jadwal les dimulai. Anak murid pertama saya yang bernama Aulia sudah datang ke rumah. Mengajar Aulia butuh kesabaran ekstra karena mood mengajarnya sering berubah-ubah, jadi saya harus pintar memutar otak.
Selama satu jam mengajar baca, tulis, dan berhitung, saya kombinasikan berbagai metode kreatif agar dia tidak bosan. Mulai dari ajakan bernyanyi sampai kegiatan melukis dengan jari atau free painting saya terapkan. Cara ini lumayan ampuh menjaga semangat belajarnya tetap menyala sampai sesi les pertama berakhir.
Tak lama kemudian ibu saya pulang dari sekolah, lalu kami makan siang dan dilanjutkan salat zuhur. Usai istirahat sejenak, sesi les berikutnya langsung dimulai kembali dengan murid yang berbeda, yaitu Rafa dan Radit. Keduanya mengambil materi yang berbeda, mulai dari belajar mengaji hingga bahasa Inggris.
Rafa belajar mengaji dan bahasa Inggris, sedangkan Radit fokus pada latihan membaca serta mengaji. Sesi belajar sore ini berlangsung lumayan panjang, hampir dua jam penuh sampai jam empat lewat sedikit. Mengamati semangat kecil mereka membuat rasa lelah saya perlahan tertutupi rasa bersyukur.
Selesai sesi les sore, giliran saya yang memanfaatkan waktu untuk benar-benar istirahat. Karena fisik terasa lumayan capek, sore hari ini saya memutuskan tidak pergi jogging seperti biasanya. Saya memilih bersantai di rumah, mandi, lalu melaksanakan salat asar dan magrib dengan tenang.
Namun ketenangan itu tidak bertahan lama karena setelah magrib tiba, sesi les gelombang malam kembali dibuka. Kali ini Farel datang untuk belajar bahasa Inggris selama satu jam lima belas menit. Materi yang kami bahas fokus pada penguasaan kosakata seputar tempat tinggal dan lingkungan sekitar.
Sisa waktu lima belas menit sengaja saya berikan untuk Farel beristirahat sejenak, kasihan kalau dipaksa terus. Setelah Farel selesai, giliran Rafasya yang juga keponakan saya sendiri masuk untuk belajar. Karena masih kelas satu SD, fokus pembelajarannya masih seputar membaca dasar dan berhitung sederhana.
Agar Rafasya tidak cepat jenuh, saya kembali menyisipkan kegiatan free painting dan bernyanyi gerakan tangan ke atas. Melihat kepolosannya bernyanyi dan melukis membuat suasana belajar terasa lebih menyenangkan. Usaha variasi metode belajar ini terbukti ampuh menjaga mood anak-anak tetap ceria.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan saya melanjutkan mengajar murid terakhir, yaitu Anaki. Seperti biasa, materi untuk Anaki mencakup bahasa Inggris dan cara menulis dengan tata cara yang benar. Saya membimbingnya dengan perlahan dan sabar sampai seluruh materi malam itu tersampaikan dengan baik.
Setelah semua murid les pulang, berakhirlah seluruh rangkaian aktivitas mengajar yang sangat menguras energi hari ini. Rasa lelah yang luar biasa langsung menyelimuti tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Meski sangat capek, ada perasaan lega dan puas karena semua tugas harian berhasil diselesaikan.
Langkah terakhir untuk menutup hari yang panjang ini adalah menunaikan salat isya dengan khusyuk. Tak lupa saya menyempatkan diri membaca Surat Al-Mulk sebagai amalan penutup sebelum beranjak tidur. Selesai beribadah, barulah saya bisa merebahkan badan untuk beristirahat total menanti esok hari.









@nananrazila
Halo nananrazila! 📸 Jika kamu suka fotografi, coba lihat WelSnap – aplikasi foto di blockchain Steem. Kamu hanya berbagi momen asli yang diambil langsung, menentukan sendiri seberapa terlihat lokasi kamu, dan bisa menyimpan foto secara pribadi hanya untuk diri sendiri. Setiap foto yang kamu unggah mendapat vote dari saya – saya melihatnya setiap hari. Dan setiap foto yang diunggah otomatis masuk dalam undian bulanan kami: dari semua foto akan dipilih satu yang memenangkan 100 STEEM. Informasi lebih lanjut tentang aplikasi ini bisa kamu temukan di: https://welako.app/@greece-lover/welsnap-the-photo-app-that-shares-real-moments-and-belongs-to-you-20260720164757 Penasaran? 👉 welako.app/snap
Selama beberapa bulan, saya aktif sebagai Witness di Steem — saat ini di posisi #42, dengan server dan backup sendiri. Tujuan saya adalah bersama-sama dengan orang lain meningkatkan sistem ini, sehingga nilai tukar naik secara berkelanjutan dan kita semua memiliki masa depan di blockchain ini. Jika kamu menyukai komitmen saya, aku akan sangat senang menerima suara Witness-mu.
Pilih dengan sekali klik ↗
If you don't want to receive more comments like this, you can opt out here: https://welako.app/welpromo/optout?token=62c12d9446d90be304b9fe62183b3a7e0a2574e4a7470d47b618192b74bab582&u=nananrazila
Not interested? Click the link above or simply reply STOP under this comment.
Note: If you don't reply to this comment, it will be automatically removed within a week.