Thediarygame, Sabtu, 18 April 2026 || Menghadiri Penutupan MTQ ke - 59 Kota Medan
Kembali mengudara dengan informasi menarik dari kota Medan. Pastinya walau sudah berlalu namun hikmahnya masih tercium bau amal. Kisah penutupan perlombaan MTQ di kota Medan, metropolitan. Begini kisah dibuka;
Setelah pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke - 59 tahun 2026 tingkat Kota Medan pada tanggal 11 April 2026, beberapa hari kemudian, pada 18 April 2026 dilaksanakan penutupan. Untuk penutupan Kodaeral I diundang, dan, Akulah yang ditunjuk mewakili hadiri kegiatan mulia tersebut.
Sekitar, 18 April 2026, Aku persiapkan diri. Acara penutupan pada pukul 19.30 WIB sesuai yang tertulis pada undangan yang panitia layangkan. Aku mulai persiapan diri, tetap seperti biasa pukul 18.00 WIB mulai berangkat. Jalan Tol Helvetia dijadikan pilihan untuk memotong waktu. Walau kemacetan tak dapat dipotong hanya dengan sabar nantinya akan mengurai. Salat maghrib menjadi pilihanku di Masjid Taqwa seputar jalan Asrama. Usai salat Aku segera menuju lokasi acara.
Aku, kali ini menggunakan baju kurung Melayu. Serba hijau warnanya. Plusnya dengan kopiah hitam. Kali ini tak terlalu sulit menandai lokasi karena ini yang kedua kali Aku hadir. Mobil perlahan Aku putar haluan pada salah satu putaran yang ada. Malam Minggu menjadi malam bahagia bagi warga sehingga maklum semuanya pada menikmatinya. Akibatnya kendaraan padat ditengah jalan. Butuh kehati-hatian membawa kendaraan. Pelan namun pasti.
Aku sudah tiba dilokasi. Banyak umbul-umbul yang masih terpasang. Bergoyang di goda angin malam. Perlahan mobil akan diparkirkan. Lokasi parkir memang sudah disiapkan panitaia. Bagiku yang mewakili Komandan, undangan Forkopimda, tentunya ada parkir yang disiapkan. Menurutku demikian. Ada mobil yang parkir disisi jalan dekat pintu masuk arena. Mobil itu terletak didalam batas tali. Aku mencoba merapat pada tali tersebut. Spontan saja petugas menyampaikan bahwa tak boleh parkir ditempat ini. Terjadi dialog antara kami.
"Maaf pak, parkirnya didepan," kata salah seorang petugas. Aku melihat agak jauh jika berjalan kaki. "Maaf pak, kami undangan Forkopimda," jelasku. Mereka tetap bersikukuh. Aku pun sama. Kemudian ditinggal pergi dan datanglah pak Polisi. Demikian juga, "pak kami diperintah bahwa lokasi ini harus steril,"jelasnya. Aku tahu dan mereka harusnya lebih tahu karena Aku undangan yang pastinya ada parkir khusus. Bukan minta lebih namun protapnya demikian. Akhirnya dengan dialog yang berulang Aku pun dapat porsi parkir. Padahal jika mereka faham kami Forkopimda Provinsi tak berlarut-larut saling menyampaikan keterangan. Pastinya ada satu kotak parkir. Memang mungkin harus dialog sengit terlebih dahulu barulah mereka faham. Setelah faham mobilpun duduk manis dibawah terpaan cahaya indah lampu jalan.

Pengunjung MTQ ke - 59 kota Medan
Saat memasuki area gelanggang, terlihat suasana sangat ramai. Para pengunjung wara wiri dari stand yang satu melompat ke stand lainnya. Terkhusus undangan maka parkirkan diri pada tempat khusus. Aku bergabung dengan tamu-tamu yang hadir mewakili atasannya. Ada Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Bang Zulkarnaen, ada juga dari perwakilan TNI/Polri serta dari OPD kota. Duduk sambil bercerita menikmati jamuan yang disiapkan. Tentunya sambil menunggu Pak Walikota dan rombongan.

Bersama mantan Walikota, Baoak Drs.Afifuddin Lubis
Suasana ceria terlihat jelas. Kami terus membagi kisah dan hari-hari yang dijalani. Kami bahagia. Namun bagi para peserta MTQ pastilah tak sabar plus galau menanti pengumuman hasil perlombaan. Pak Walikota belum juga tiba. Baru saja tiba mantan Walikota Medan Bapak Drs. H. Afifuddin Lubis. Beliau sudah usia lanjut. Beliau duduk dikursi roda dan didampingi oleh teman muda yang membantunya. Kami bangkit saling bersalaman. Tangan beliau sangat lembut. Beliau duduk dimeja sebelah meja kami. Aku datangi sekali lagi dan menyampaikan bahwa, "kita bersaudara Pak. Istri saya Lubis." Suasana semakin akrab. Bercerita sambil tertawa bahagia. Percakapan disempurnakan dengan foto bersama. Keren deh kawan.

Bersama Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A.
Beberapa saat di tempat transit, para undangan dan pejabat Pemko diarahkan ke kursi undangan. Diatas panggung sudah ramai warga dari berbagai kecamatan. Saat memasuki tempat duduk Aku berjumpa dengan teman yang sudah tak berjumpa. Beliau adalah Prof. Dr. Muzakir, MA, yang sehari-harinya bekerja sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga. Beliau juga dosen UINSU. Selain itu beliau adalah termasuk cendekiawan muslim yang taat, penulis buku, da'i dan banyak kegiatan dan prestasi yang beliau sandang. Senyum bahagia tak terlukiskan sambil berpelukan memberikan salam.
Setelah itu kami duduk pada kursi yang telah disiapkan.
Malam penutupan MTQ ke 59 kota Medan pun dimulai. Tak ada Pak Walikota dan Wakil Walikota serta Ketua DPRD kota Medan yang hadir. Mungkin semuanya ada kegiatan yang penting tak bisa diwakilkan dan harus hadir. Dalam hal ini, pak Wali diwakilkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, Bapak M. Sofyan, untuk menutup kegiatan. Demikian juga Ketua DPRD Kota Medan diwakilkan oleh Wakil Ketua, yaitu Bapak H. Rajudin Sagala.

Qari membaca ayat suci Al-Qur’an
Master of Ceremony sebagai Komando kegiatan telah beraksi. Rangkaian awal seperti biasa pembacaan kalam ilahi. Sang Legenda qari ternama kota Medan, Sumut, qari Nasional dan Internasional bernama Ustad Ahmad Asroi Hasibuan membacakan kitab suci dengan indah dan baik. Irama dan tajwid serta lagunya mampu menghipnotis hadirin yang menikmati dan mendengarkan kalam ilahi yang dikumandangkan. Tak lama bacaan Al-Qur'an selesai dilanjutkan laporan Panitia Penyelenggara kegiatan.

Laporan penyelenggaran MTQ ke -59 kota Medan
Dalam laporan kegiatan MTQ ke 59 ini, yang dibacakan oleh Kabag Kesra Setda Kota Medan, Bapak Agus Maryono, " Pelaksanaan MTQ ke-59 memberikan dampak ekonomi nyata dengan total transaksi UMKM mencapai lebih dari 590 juta rupiah selama acara berlangsung. Pemko Medan menyediakan stand gratis bagi para pelaku usaha kecil sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di sela-sela kegiatan keagamaan."
Adapun yang dapat menjadi perhatian adalah tentang biaya pendidikan beasiswa gratis. Beliau menambahkan, "momentum MTQ pada tahun ini menjadi berkah bagi para pemenang melalui dukungan sektor pendidikan. Panitia mengumumkan adanya kuota beasiswa pendidikan tinggi selama delapan semester dari beberapa universitas mitra di Medan untuk para juara, yang diberikan oleh tiga Universitas, yaitu Universitas Cut Nyak Dhien, Universitas Panca Budi dan Universitas Muhammadiyah Sumut. Hal ini diberikan agar dapat memotivasi generasi muda untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an di jenjang pendidikan yang lebih tinggi."

Sambutan Ketua DPRD Kota Medan
Laporan pelaksanaan kegiatan hingga penutupan MTQ ke - 59 sudah disampaikan. Kini kita akan mendengarkan sambutan Ketua DPRD Kota Medan, dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Ketua DPRD, Bapak H. Rajudin Sagala. Beliau menyampaikan, "Apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah Kota Medan yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyelenggarakan MTQ ini, kepada seluruh panitia mulai dari yang bertugas dilapangan hingga yang kerja dibalik layar. Kepada para Dewan Hakim yang telah menjaga MTQ ini dengan penuh amanah. Kerja keras saudara-saudari semoga semua menjadi catatan amal soleh."
Beliau menambahkan, "Al-Qur’an adalah pedoman hidup, yang diturunkan Allah kepada umat manusia sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sesuai firman Allah SWT, Q.S. Al-Isra' ayat 9, sesungguhnya Al-Qur'an itu memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus. Oleh karena itu membaca, menghafal dan memahami Al-Qur'an bukan hanya sebuah kewajiban ibadah melainkan merupakan bekal utama dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Marilah kita jadikan MTQ kota Medan tahun 2026 ini sebagai momentum untuk semakin mempererat ukhuwah islamiah, memperkokoh persatuan dan meningkatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’anul Karim."
Kini tibalah sambutan yang dinantikan, sekaligus menutup kegiatan, yaitu sambutan Walikota Medan yang disampaikan oleh Bapak M Sofyan. Beliau menyampaikan, "Kita ketahui bersama selama beberapa hari ini kita telah menyaksikan secara bersama-sama bagaimana generasi kita menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca dan memahami Al-Qur'an, tentunya ini menjadi bukti bahwa Medan untuk semua, semua untuk Medan terus hidup dalam nilai-nilai religius dan kebersamaan."
Beliau menjelaskan,"MTQ ini menjadi wadah pembentukan karakter generasi yang berakhlak dan berbudaya. Tentunya sejalan dengan misi berbudaya yang menjadikan kota Medan semakin kuat dalam nilai multikultural. Kota Medan berupaya menjadi kota yang inklusif, maju dan berkelanjutan dengan tentunya mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan sosial ditengah-tengah masyarakat. Sinergisitas antara seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban ditengah masyarakat kota Medan yang heterogen ini."

Pemukulan Bedug dan foto bersama
Sambutan Pak Walikota selesai dibacakan sambil menutup kegiatan perlombaan MTQ ke - 59 kota Medan dengan memukul beduq. Saat memukul bedug Bapak Asisten ditemani oleh beberapa unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Selanjutnya dilaksanakan foto bersama diatas panggung.

Pasukan Paskibra menurunkan bendera MTQ
Sebelum diumumkan pemenang setiap bidang pada MTQ kali ini maka kita menyaksikan pasukan Paskibra menurunkan bendera MTQ dan bendera tersebut diserahkan kepada yang mewakili Walikota Medan. Nantinya akan dinaikkan kembali pada pelaksanaan perlombaan MTQ ke 60 tahun 2027 dengan tuan rumah baru.

Pengumuman dan pembagian hadiah
Untuk diketahui bersama bahwa setelah Dewan Hakim mengumunkan secara lengkap hasilnya dan sang pemenang menerima hadiah piala plus uang pembinaan, maka terpilih kembali Kecamatan Medan Selayang sebagai juara umum perlombaan MTQ ke - 59 tahun 2026. Artinya, dua kali berturut-turut Kecamatan Medan Selayan sebagai jawara. Tahun depan ternyata tuan rumah MTQ ke -60 adalah Kecamatan Medan Petisah.

Berjumpa sang Qari, Adnan Tumangger
Aku tak mengikuti pembagian piala hingga akhir. Jika diikuti bisa larut malam bahkan dini hari tiba dirumah. Aku pulang mendahului dan saat pulang berjumpa dengan sang qari Adnan Tumangger yang menjadi juara terbaik satu qiraat Al-Qur'an tingkat dewasa putera. Selama ini hanya mendengarkan ngaji beliau di medsos dan olahraga sepak bola yang beliau gemari. Sama-sama pengemar sepak bola. Foto sesaat dan selesai lanjut pulang. Malam semakin larut dan Akupun pulang dengan menembus kegelapan malam. ***
Salam semangat dan sehat dari@hoesniy



Curated by: @mahadisalim