My diary entry left behind on April 9, 2026 | Tired from the heat and sun
Suatu ketika aku pernah berkata pada anak lelakiku! "...tidak banyak permainan (game online) dapat menambah pengetahuan kecuali hanya akan mengubah pola pikir aktif ke pasif. Kamu tidak dapat melakukan banyak hal setelah bermain game seharian melainkan kebahagiaan sesaat di tempat dudukmu, tapi kenikmatan itu tidak dapat dibagikan dan dinikmati oleh keluarga bahkan orang-orang terdekatmu.
...Ketika robot atau lawan mengalahkanmu dalam satu permainan kamu tidak hanya marah dan kecewa kepada lawan tapi pola pikir sehat akan terkunci hingga kamu terdorong untuk mencobanya lagi hingga berjam-jam lamanya tanpa berpikir waktu terbuang sia-sia karena berharap dapat memenangkan permainan tersebut.
Tidak ada niatku meremehkannya! Aku hanya ingin mengetahui sejauh mana kemampuan anak lelakiku memahami tentang sebuah permainan. Tapi ia meyakinkanku dengan kalimat "..aku hanya memainkan game dan bukan game yang mempermainkanku".
"..I'am the player, not the toy!", benarkan demikian? tanyaku dalam hati dibarengi rasa ragu berlebihan!
Ia melanjutkan kalimatnya dengan sangat hati-hati disaat aku mencoba mendengarnya dengan serius, ..di era digital ini banyak konten kreator menjadikan game sebagai salah satu cara mengubah hobi menjadi sumber menghasilkan cuan yang luar biasa, atau mengasah keterampilan (soft skills) di dunia nyata seperti Age Of Empires, StarCraft, minecraft dan beberapa game lainnya.
Bukan tidak berharap generasi Z - Alpha untuk mandiri dan memiliki banyak uang di usia muda, namun mereka akan berhadapan dengan krisis identitas dan tujuan hidup, karena terlalu cepat mencapai puncak sangat rentan terjebak pada prilaku konsumtif dan terjadinya konflik sosial.
..Lupakan itu!!_
Waktu senggang sebelum dan setelah shalat Isya aku juga berkumpul bersama keluarga sebelum menuju ke warung MS Coffee. Disana aku memesan segelas kopi dan mulai berpikir untuk menulis sesuatu. Sialnya, tidak ada satu pun aktivitasku terekam di ponsel sejak pagi hingga petang., Apakah journal tanpa photo akan terlihat menarik? atau hanya akan berfokus pada pemikiran jujur, ekspresi emosi serta refleksi bagi penulis itu sendiri.

Aku mengeluarkan phoselku dan memulai scroll photo digaleri dengan harapan ada kisah yang bisa aku tuliskan malam ini. Aku menemukan beberapa dokumentasi photo aktivitasku pada 9 April 2026 dan belum sempat aku angkat dalam konten the diary game. Itu adalah momen ketika itu aku masih terikat dengan pekerjaan sebagai petugas validasi data di pendopo bupati Aceh Utara.
Ya, Aku masih ingat! pagi itu aku tiba pendopo sekitar pukul 09.00 wib setelah melakukan beberapa rutinitas lainnya seperti mengantar putriku ke sekolah dan melakukan presensi pagi di kantor.

Setelah beberapa jam depan labtob mengisi data-data warga terdampak bencana Hidrometeorologi aku memanfaatkan jam istirahat untuk menjemput putriku pulang sekolah sekitar pukul 12.00 wib.
Aku menunggu beberapa sesaat dekat meja guru piket hingga putriku keluar dari ruang belajar, dengan senyuman khasnya ia berlari kecil mendekatiku sambil memopong tas yang juga berisi makanan bergizi gratis (MBG). Terpaan sinar matahari terasa menyengat di kulit tapi aku tetap menyambut senyuman paling berharga itu dengan ekspresi bahagia bercampur gerah akibat hawa panas terik matahari.
Siang itu aku aku benar-benar lelah dan penat bukan karena beban aktivitas melainkan suhu panas di langit kota Lhokseumawe antara 24oC - 34oC hingga membuatku tertidur beberapa saat sebelum aku kembali berangkat ke pendopo bupati untuk melanjutkan kegiatan validasi data korban terdampak musibah banjir dan longsor.
![]() | ![]() |
|---|---|
Photo (selfie) atau rekaman visual bukan hanya untuk postingan namun juga menjadi evidence atau bukti dukung aktivitasku setiap hari kerja pada saat mengisi lembar kerja di aplikasi digital (ekinerja). Hal ini berlaku untuk semua pegawai ASN di seluruh nusantara sebagai salah satu bentuk disiplin dan tanggungjawab pegawai pemerintah.


Hujan deras datang tiba-tiba setelah 30 menit aku tiba di kantor. Ruang-ruang kerja mulai kosong dari penghuninya, seraya menunggu hujan reda aku ikut bergabung dengan sejumlah pegawai lainnya di ruang istirahat. Tidak terdengar canda tawa disana melainkan tatapan-tatapan kosong dibeberapa wajah! ya, beberapa dari kami terlihat gelisah jika hujan akan terus berlangsung lama, pasalnya beberapa dari rekan kami bertempat tinggal di luar wilayah kota Lhokseumawe, dan harus menempuh perjalanan hingga lebih dari satu jam untuk tiba di rumah.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant




https://x.com/i/status/2049499910308077843
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated by: @mahadisalim
Thank you @mahadisalim 🙏
Hello dear respected user
I hope you are doing well.
We would like to humbly share an important update from our side. On behalf of @friends.witness, we have developed Steemone.com an all-in-one modern platform designed to simplify and enhance the overall Steem experience.
Our goal is to build a complete ecosystem where users can access everything they need in one place without relying on multiple tools or external services. With continuous development, improved usability, and a strong focus on community needs, we believe Steemone.com can play a significant role in strengthening the platform for everyone.
We are fully committed to long-term contribution, transparency, and innovation within the Steem ecosystem.In this regard, we kindly request your valuable support by casting your witness vote for @friends.witness. Your support would greatly inspire us to continue building and delivering even better tools for the community. If you find our work meaningful and promising, your vote would mean a lot to us.
Thank you for your time and consideration.
Warm regards,
Team Friends Witness