The Diary Game [05/07/2026]: Mengantarkan Anak Masuk Pesantren
Hari ini saya berolahraga sendirian tanpa mengajak kedua anak saya Faqih dan Zahra, saya bersepeda lebih kurang sekitar 6 km sampai di Kecamatan tanah luas, menyusuri jalan dan desa kami yang menyajikan pemandangan yang indah udara yang segar di pagi hari dan kehangatan sinar matahari yang baru saja terbit di ufuk timur.
Dalam perjalanan pulang saya mampir di depan pesantren di Blang Hasan, di sini biasanya saya mampir dan ngopi karena ada satu warung kopi sederhana, kebetulan ada sahabat saya Tengku Haidir yang merupakan guru di pesantren tersebut dan rencananya beliau akan melaksanakan ibadah umrah beberapa waktu yang akan datang, kami ngobrol sambil saya menikmati secangkir teh hangat.
Setelah bersepeda Saya langsung pulang ke rumah sarapan pagi dan bersiap-siap untuk berangkat mengantarkan anak saya yaitu Humaira anak pertama saya dan Fatih anak kedua saya untuk masuk ke pesantren Al hilal Al aziziyah yang berada di Kecamatan Nibong, lokasi pesantrennya memang tidak terlalu jauh dari rumah hanya sekitar 5 km dari rumah kami dan juga tidak jauh dari kantor saya bekerja sehari-hari.
Hari ini akan menjadi hari yang bersejarah dan tidak dilupakan oleh kedua anak saya Humaira dan Fatih, Dimana mereka Mengawali hari menjadi santri dan masuk ke pesantren tidak tinggal lagi bersama kami di rumah, berbagai barang yang perlu mereka bawa sudah kami persiapkan dalam beberapa hari dan sudah dikemas dengan rapi, kemudian saya bersama istri dan adik ipar saya langsung menuju ke pesantren tersebut.
Tiba di lokasi Pesantren Suasananya sangat ramai dengan para santri dan orang tua yang mengantarkan anak mereka masuk ke pesantren, karena hari ini Semua santri baru yang berjumlah lebih kurang 200 orang diterima dan masuk ke pesantren Al Hilal Al Aziziyah, kami langsung bertemu dengan panitia untuk menanyakan lokasi kamar dan juga perlengkapan lainnya yang bisa kami beli di pesantren.
Untuk beberapa perlengkapan santri seperti lemari dan lain-lain disediakan oleh pesantren dengan catatan kami membelinya termasuk tempat tidur, Kemudian saya melihat kondisi lemari dan Seterusnya saya membawa perlengkapan tersebut ke kamar masing-masing anak kami di lokasi Pesantren baik di komplek Pesantren Putra maupun Komplek pesantren putri yang terpisah.
Kondisi kamar santri memang lumayan sempit, Hal ini dapat dimaklumi karena saat ini antusiasme warga untuk memasukkan anaknya ke pesantren sangat tinggi sedangkan daya tampung terbatas sehingga satu kamar kecil bisa dihuni oleh sekitar 10 Santri, dalam kondisi tempat terbatas tersebut mereka harus bisa beradaptasi dan harus bisa belajar dengan baik.
Saya menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan kedua anak saya Fatih dan Humaira di lokasi kamar mereka masing-masing, meskipun ada suasana sedikit sedih namun perjuangan untuk melanjutkan pendidikan harus tetap berjalan, kami juga berfoto bersama di depan papan nama pesantren Al hilal Al aziziyah, semoga anak saya betah, lancar dan dapat sukses belajar di pesantren tersebut.
Setelah semua urusan memasukkan anak ke Pesantren selesai barulah kami pulang ke rumah dan saya beristirahat, walaupun hati dan pikiran saya masih teringat dengan kondisi dua anak saya yang baru saja masuk pesantren, setelah menunaikan salat Ashar saya keluar bersama anak saya yang bungsu Zahra untuk sekedar ngopi dan menikmati suasana sore hari di warung kopi langganan saya saat ini yaitu pangkalan cafe yang berada di kawasan Simpang Rangkaya, malamnya saya tetap mengajari anak-anak seperti biasanya sebelum beristirahat.
Demikian Diary kegiatan harian saya, semoga bermanfaat untuk semuanya, terima kasih kepada sahabat semuanya yang berkenan membaca dan memberikan dukungan untuk saya dan khususnya kepada Admin dan Moderator Steem SEA
Best Regard,
@abialfatih
Curated by: @kouba01











