The Diary Game [23/07/2026];Keluarga, Kantor dan Pengajian Rutin Malam Jumat
Sebelum jam 07.00 pagi saya sudah mengajak anak saya Zahra untuk ikut berolahraga bersepeda bersama saya, sedangkan Abangnya Faqih tidak ikut berolahraga karena waktu yang mepet harus bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, sedangkan saya berolahraga sekitar 30 menit, setelah itu saya langsung mengantarkan anak saya Faqih ke sekolah dasar yang lokasinya sekitar 1 km dari rumah, saya belum berani melepaskan anak saya tersebut untuk ke sekolah sendirian karena masih terlalu kecil dan baru masuk sekolah beberapa hari yang lalu.
Setelah mengantarkan anak saya pergi ke sekolah kemudian saya berangkat ke kantor untuk menunaikan tugas dan kewajiban saya, Meskipun tidak ada kegiatan akad nikah di kantor namun kegiatan rutin lainnya berlangsung seperti biasanya, dan kebetulan hari ini ada warga masyarakat yang datang berkonsultasi terkait dengan permasalahan yang dihadapi yaitu tidak adanya buku nikah sedangkan beliau sudah lama menikah, hampir 10 tahun yang lalu dan sudah punya beberapa orang anak dan saya ini butuh dokumen kependudukan seperti akta kelahiran untuk anaknya.
Saya mencoba memberi solusi dengan mengarahkan beliau untuk melakukan isbat nikah ke pengadilan agama setelah itu barulah kami bisa mengeluarkan buku nikah Sore harinya setelah jam pulang kantor tiba Saya menuju ke Salah satu tokoh penjualan sparepart sepeda motor di Blang Jruen untuk membeli rantai sepeda motor dinas saya yang mengalami kerusakan.
Kemudian saya menuju ke warung kopi langganan saya yaitu pangkalan cafe yang berada di Simpang Rangkaya tepatnya di samping toko Alfamart, di sini seperti biasanya sambil Menikmati suasana sore hari saya menyeruput Secangkir Kopi Espresso yaitu kopi arabika yang dicampur dengan susu, tidak terasa waktu cepat berlalu sudah hampir masuk waktu magrib saya langsung pulang ke rumah.
Malam ini merupakan malam Jumat, dimana ada pengajar rutin setiap malam Jumat yang juga diasuh oleh Abu haji Abdul Manan yang merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan ulama Kabupaten Aceh Utara, pengajian berlangsung di rumah beliau tepatnya di balai pengajian yang ada di depan rumah beliau pengajian biasanya dihadiri lebih dari 50 orang peserta dengan kajian Kitab Tauhid tingkat tinggi yaitu kitab Dusuqi.
Pengajian berlangsung biasanya sekitar 2 jam sampai jam 21.30 malam, setelah itu saya bersama keluarga saya yaitu Tengku Zul Haidir dan Tengku Hamdani tidak langsung pulang ke rumah kami menuju Saya menuju salah satu cafe yang ada di Simpang Rangkaya sekedar menikmati suasana malam sambil ngobrol dan berdiskusi terutama terkait pengalaman Teungku Hamdani yang baru pulang dari Mesir, Tidak terasa sudah hampir tengah malam Kemudian kami membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Demikian Diary kegiatan harian saya, semoga bermanfaat untuk semuanya, terima kasih kepada sahabat semuanya yang berkenan membaca dan memberikan dukungan untuk saya dan khususnya kepada Admin dan Moderator Steem SEA
Best Regard,
@abialfatih











