Ternyata tubuh kita lebih cepat menua jika sering minum kopi instant

sumber gambar: Could your morning coffee slow down cellular aging? by DailyHealthPost.
Kopi Instan vs Kopi Saring: Mana yang Membuat Tubuh Menua Lebih Cepat?
Selamat malam steemian pernah gak kamu bertanya-tanya apakah cara kamu menyeduh kopi setiap pagi berpengaruh pada seberapa cepat tubuh kamu menua? Sebuah studi besar yang baru dipublikasikan di jurnal npj Science of Food menjawab pertanyaan itu dengan sampel data dari 49.414 partisipan UK Biobank, dan hasilnya cukup mengejutkan: jenis penyajian kopi yang kita minum ternyata berkaitan dengan kecepatan penuaan biologis tubuh.
Apa itu Penuaan Biologis?
Sebelum membahas hasil penelitiannya, penting untuk kita pahami bahwa penuaan biologis berbeda dari usia kalender (kronologis). Penuaan biologis mengukur seberapa "tua" tubuh kita secara fisiologis, terlepas dari berapa tahun kita hidup di dunia. Tim peneliti dari Chongqing Medical University menggunakan tiga indikator utama untuk mengukur usia biologis: panjang telomer leukosit relatif (rLTL), akselerasi usia biologis metode Klemera-Doubal (KDM-BA Accel), dan akselerasi PhenoAge (PhenoAge Accel) yang diambil dari biomarker klinis.
Telomer sendiri adalah "topi pelindung" di ujung kromosom yang secara alami memendek seiring waktu—semakin panjang telomer seseorang, umumnya semakin lambat proses penuaan sel yang terjadi.
Kopi Saring Terbukti Memperlambat Penuaan
Hasil penelitian ini konsisten dan cukup tegas: konsumsi kopi saring (filtered coffee) berhubungan dengan penuaan biologis yang lebih lambat. Semakin banyak kopi saring yang diminum, semakin kuat efek positifnya—orang yang minum lebih dari tiga cangkir kopi saring per hari menunjukkan asosiasi paling kuat dengan perlambatan penuaan biologis.
Secara statistik, peminum kopi saring dengan intensitas lebih dari 3 cangkir per hari memiliki skor KDM-BA Accel sebesar -1.118, jauh lebih rendah (dalam artian lebih baik) dibandingkan yang tidak minum kopi sama sekali, dengan tren dosis-respons yang sangat signifikan (P-trend kurang dari 0.001). Pola serupa juga terlihat pada PhenoAge Accel dan panjang telomer, memperkuat kesimpulan bahwa efek ini bukan kebetulan.
Kopi Instan Justru Mempercepat Penuaan
Sebaliknya, kopi instan menunjukkan hasil yang berlawanan. Orang yang minum lebih dari tiga cangkir kopi instan per hari justru menunjukkan akselerasi usia biologis yang lebih besar, dengan tren dosis-respons yang juga signifikan (P-trend = 0.002 untuk KDM-BA Accel). Efek ini paling kuat terlihat pada laki-laki, orang berusia 60 tahun ke atas, dan perokok aktif—terutama mereka yang mengonsumsi lebih dari tiga cangkir sehari.
Temuan ini juga konsisten dengan penelitian sebelumnya pada 468.924 partisipan UK Biobank yang menemukan bahwa kopi instan berhubungan negatif dengan panjang telomer, sementara kopi saring tidak menunjukkan korelasi signifikan sama sekali dengan pemendekan telomer.
Mengapa Perbedaannya Bisa Sebesar Ini?
Menariknya, para peneliti menemukan bahwa perbedaan efek ini bukan sekadar soal kafein—karena keduanya sama-sama mengandung kafein, tetapi memberikan hasil yang berbeda pada penuaan biologis. Analisis mediasi mengungkap tiga faktor yang berperan menjelaskan hubungan ini: laju metabolisme basal (BMR), asetilasi glikoprotein (GlycA), dan Cystatin C.
Yang paling menonjol adalah GlycA, penanda inflamasi dalam darah, yang menjelaskan hingga 34,62% dari efek kopi instan terhadap akselerasi usia biologis KDM-BA—proporsi mediasi terbesar yang ditemukan dalam studi ini. Sementara itu, sekitar 17% dari efek positif kopi saring terhadap perlambatan penuaan biologis dijelaskan melalui perubahan laju metabolisme basal.
Perlu dicatat, kopi jenis lain seperti espresso atau metode ekstraksi lainnya tidak menunjukkan asosiasi signifikan dengan akselerasi usia biologis dalam studi ini.
Tabel Perbandingan Efek Konsumsi Lebih dari 3 Cangkir per Hari
| Indikator | Kopi Instan (>3 cangkir/hari) | Kopi Saring (>3 cangkir/hari) |
|---|---|---|
| KDM-BA Accel (beta) | +0.166 (efek buruk, signifikan) | -1.118 (efek baik, signifikan) |
| PhenoAge Accel | Meningkat, cenderung mempercepat penuaan | Menurun signifikan, memperlambat penuaan |
| Telomer (rLTL) | Cenderung lebih pendek | Cenderung lebih panjang, mendukung sel lebih sehat |
| Mediator utama | GlycA (34.62% dari efek) | BMR (sekitar 16.72% dari efek) |
Apakah Ini Berarti Kopi Instan "Buruk"?
Penting untuk digarisbawahi bahwa ini adalah studi observasional cross-sectional, bukan uji klinis acak. Artinya, hasil ini menunjukkan korelasi, bukan hubungan sebab-akibat yang pasti. Faktor gaya hidup lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok bisa saja turut mempengaruhi hasil ini.
Meski demikian, temuan ini konsisten dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang juga menunjukkan pola serupa antara kopi instan dan pemendekan telomer, sehingga memberikan bukti tambahan yang cukup kuat secara ilmiah. Bagi Anda yang rutin minum beberapa cangkir kopi sehari, cukup masuk akal untuk mempertimbangkan kopi saring sebagai pilihan default, sembari tetap fokus pada faktor besar kesehatan seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, aktivitas fisik, dan tidur yang berkualitas.
Kesimpulan Peneliti
Tim peneliti menyimpulkan dengan tegas dalam publikasi mereka: "Kopi saring berhubungan dengan penurunan risiko penuaan biologis, yang berpotensi dimediasi oleh efeknya terhadap BMR, GlycA, dan Cystatin C. Sebaliknya, kopi instan berhubungan dengan peningkatan risiko penuaan".
Referensi: Wang, Y., Xiang, P., Liu, Z., et al. (2026). Discrepancies between instant and filtered coffee in biological aging: evidence from the UK Biobank. npj Science of Food. DOI: 10.1038/s41538-026-00988-0
#coffee #health #science #aging #research #biobank #steemstem


Thank You so Much