Bola-Bola Kecil, Persahabatan Besar: A-FITHO 2026 Bawa Pesan Kemanusiaan, Petenis Internasional Beri Harapan bagi Korban Banjir Pidie Jaya

in Steem SEA27 days ago (edited)

1000910624.jpg

Banda Aceh, 24 Juli 2026 – Lapangan keras (Hard Court) Neusu, Banda Aceh, berubah menjadi panggung persahabatan dunia selama dua hari, 25-26 Juli 2026. Turnamen Tenis Internasional Aceh Friendship (A-FITHO) 2026 resmi digelar, mempertemukan puluhan petenis dari berbagai negara dalam semangat olahraga dan kemanusiaan.

A-FITHO 2026 merupakan bagian dari Program Community Social Responsibility (CSR) 2026, yang diinisiasi oleh Ketua PELTI Aceh merangkap pembina Aceh Tennis Club (ATC), Bapak Aminullah. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan di atas lapangan, namun juga menjadi simbol kepedulian terhadap sesama.

"Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi jembatan kemanusiaan. Kehadiran para petenis mancanegara di sini bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk berbagi rasa dengan masyarakat Aceh yang baru saja pulih dari musibah," ujar Tuan Azmi dari Malaysia kepada Cek Mad dari media ini.

Turnamen yang memperlombakan kategori beregu ini terbagi dalam beberapa kelas, yakni Ganda Putra (Usia 50+, 55+, & 60+), Ganda Putri (Usia 50+, 55+, & 60+), serta Ganda Campuran. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan persaingan sehat dan penuh sportivitas mewarnai setiap pertandingan.

Peserta dari empat penjuru dunia turut memeriahkan ajang ini. Terlihat tim dari Ninete Tennis Community Association (Guam, AS), Rocquet N Roses Team (Guam, AS), Malaysia Tennis Team, serta kelompok Fearless-Friends dari Malaysia. Tak ketinggalan, difasilitasi oleh Acheh Tour yang di pandu oleh Pak Nasir dan juga Semporna Hiliday Adventure yang di pandu oleh tuan Azmi dari Perlis yang turut serta mendukung kelancaran acara.

Namun yang paling menyentuh adalah momen kemanusiaan yang terjadi sehari sebelum turnamen dimulai. Rombongan besar petenis dari berbagai komunitas internasional tersebut menyempatkan diri mengunjungi Gampong Pante Beureune, Kabupaten Pidie Jaya, yang beberapa waktu lalu dilanda bencana banjir bandang. Di lokasi bencana, mereka berdialog dengan warga, menyalurkan bantuan, dan memberikan semangat kepada para korban yang masih berjuang memulihkan kehidupan.

"Kami datang bukan hanya sebagai atlet, tapi sebagai sahabat. Aceh punya sejarah kuat bangkit dari bencana, dan kami ingin menjadi bagian dari semangat itu," ujar salah satu perwakilan tim dari Guam.

Tuan Azmi pada Pelaksana A-FITHO 2026 ini, menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada PELTI Aceh, ATC, serta semua komunitas tenis internasional yang telah mempercayai Aceh sebagai tuan rumah. Semoga silaturahmi ini terus berlanjut dan membawa berkah bagi kita semua," tutupnya.

Dengan terselenggaranya turnamen hingga Minggu sore, A-FITHO 2026 tidak hanya meninggalkan kenangan manis di atas lapangan tenis, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Olahraga, persahabatan, dan kemanusiaan benar-benar menyatu dalam satu kesatuan yang utuh.

(Pewarta: CM Cek Mad)

1000908689.jpg

1000904972.jpg
Tuan Azmi dari Malaysia bersama Cek Mad (Penulis)