Tuntas Kejuaraan Tenis Program Sosial Manca Negara di Banda Aceh
BANDA ACEH – Minggu, 26 Juli 2026 – Apa yang diawali dengan raket dan bola, berakhir dengan senyuman dan haru. Setelah berhari-hari mendedikasikan tenaga dan pikiran untuk membantu rehabilitasi Meunasah serta menyapa korban banjir bandang termasuk di Gampong Pante Beureune, komunitas pemain tenis lintas negara (Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Hongkong, dan Jepang) termasuk tuan rumah kota Banda Aceh (Indonesian) resmi mengakhiri rangkaian program sosial mereka dengan sebuah grand final kejuaraan teknis persahabatan di lapangan tenis Banda Aceh, Minggu sore.
Turnamen penutupan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang mereka yang difasilitasi oleh Acheh Tour & Travel Banda Aceh. Jika sebelumnya raket digunakan untuk menggalang solidaritas kemanusiaan, kali ini raket benar-benar diayunkan untuk merayakan persaudaraan lewat olahraga. Pertandingan berlangsung ketat namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, disaksikan langsung oleh para tokoh masyarakat, serta pengurus klub tenis lokal.
Hasil Akhir Kejuaraan:
Kategori Ganda Putra
Kejutan terjadi di sektor putra. Gelar juara berhasil diraih oleh pasangan tangguh yang merupakan kolaborasi apik antara Aceh Tennis Club dan Nusantara Club, dua klub kebanggaan Indonesia. Mereka tampil solid dan mampu mengatasi perlawanan sengit dari wakil negara lainnya, membuktikan bahwa sinergi antar klub tanah air mampu mendominasi lapangan hijau.
Kategori Ganda Putri
Di sektor putri, tuan rumah kembali menunjukkan taringnya. Aceh Tennis Club (Indonesia) berhasil menyabet juara pertama setelah menampilkan permainan agresif dan strategi matang. Sementara itu, gelar runner-up jatuh kepada wakil dari negeri serumpun, Fearless Team (Malaysia), yang meskipun harus mengakui keunggulan lawan, tetap mendapatkan decak kagum atas perjuangan gigih mereka sepanjang turnamen.
Azmi (Malaysia), selaku koordinator tim sekaligus peserta di kategori ganda putra, mengungkapkan perasaannya usai pertandingan. "Turnamen ini adalah penutup yang sempurna. Kami datang ke Aceh dengan misi membangun desa, tetapi kami pulang dengan membawa kenangan pertandingan yang adil dan persahabatan yang semakin erat. Selamat kepada seluruh pemenang, terutama rekan-rekan dari Indonesia atas prestasi gemilangnya. Kalah dan menang di lapangan adalah hal biasa, tetapi kebersamaan kami untuk masyarakat korban Banjir adalah hal yang luar biasa," ujar Azmi sambil tersenyum usai menerima mediasi dari panitia.
Manajer Acheh Tour & Travel Banda Aceh menambahkan bahwa pendampingan terhadap rombongan ini menjadi pengalaman istimewa. "Mereka bukan sekadar turis olahraga, tetapi duta kemanusiaan sejati. Kami sangat mendukung penuh rangkaian acara ini, dari sosial hingga kompetisi, karena dampaknya sangat positif bagi citra pariwisata dan kemanusiaan Aceh di mata dunia."
Rencananya, rombongan komunitas tenis internasional ini akan terbang kembali ke negara masing-masing. Namun, jejak mereka di Gampong Pante Beureune—berupa Meunasah yang tengah direhab dan semangat baru bagi warga—akan terus dikenang sebagai bukti nyata bahwa solidaritas tidak mengenal batas negara.
*Pewarta: Cek Mad
