Thediarygame, Sabtu, 11 April 2026 || Mengikuti Pembukaan MTQ ke -59 Kota Medan
Hello rekan-rekan steemian. Jumpa lagi denganku. Walau mulai jarang-jarang mengudara namun menulis di steemith jangan lupa. Pastinya kisah ini menarik untuk disimak. Pastinya, bermanfaat. Semangat membaca kawan;
Sabtu pagi, Aku harus kembali ke Medan. Sekitar enam hari Aku berada di kota Metropolitan, Jakarta, tepatnya menginap di Royal Palm Hotel, Cengkareng, Jakarta Barat. Pastilah penasaran kawan? Ngapain Hus, di Jakarta. Jawabnya, Aku terpilih untuk mengikuti Pembekalan Ketrampilan (Bektram) Gada Utama. Keren bukan?
Cerita Bektram dilupakan terlebih dahulu. Poinya adalah Aku pulang ke Medan. Setelah jam 06.00 WIB menuju Bandara Soekarno - Hatta, dan awalnya terbang ke Bandara Kuala Namu Deli Serdang pukul 08.00 WIB, kemudian delay panjang dan akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB barulah take off dan landing di Kuala Namu sekitar pukul 14.15 WIB. Nah, saat menanti barang ditempat pengambilan barang masuklah pesan via whattaps yaiitu agar mewakili Komandan Kodaeral I dalam rangka kegiatan Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an ke - 59 tingkat Kota Medan tahun 2026. Artinya, Aku harus segera pulang dan tiba dirumah persiapan ke lokasi. Kegiatannya pukul 19.30 WIB.
Alhamdulilah, rezeki anak soleh, Aku berjumpa Bapak Asintel Kodaeral I yang akan pulang ke Medan. Ternyata kami satu pesawat dengan beliau. Jika naik kereta api pastilah kesorean tibanya. Naik Damri jelas lebih lama lagi. Naik rental atau taksi mahal diongkos. Pertolongan dari Allah, Aku diajak bareng oleh Asintel, nyaman dan tiba dirumah masih mempunyai waktu luang untuk persiapan.
Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 18.00 WIB. Untuk mengurai macet menuju lokasi maka alternatif jalan Tol digunakan. Masuk dari Tol Mabar dan keluar Tol Helvetia. Melalui jalan ini lebih dekat jarak lokasi pelaksanaan kegiatan, yaitu jln.Gatot Subroto Km. 5 Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Lewat Tol pun masih bergumul dengan kemacetan usai keluar pintu Tol Helvetia. Saat waktu maghrib tiba, maka salat terlebih dahulu di masjid yang berseberangan dengan loket Simpati Star. Aku tak tahu nama masjidnya.
Usai salat tancap gas. Biasa macet. Namanya kota besar. Malam Minggu pula. Lengkap sudah cobaan menuju lokasi. Aku sempat salah lokasi dan bertanya dengan salah seorang warga dan setelah itu mobil diputar kehaluan menuju lokasi. Suasana tampak ramai. Kendaraan parkir berjejer. Aku belum terlambat. Akhirnya dapat parkir didekat lokasi namun harus dialog singkat saling menyampaikan argumen dengan pihak yang diberi tugas tertibkan parkir kendaraan.
Aku sudah masuk kelokasi MTQ. Masyallah, suasana meriah dan ramai warga terlihat jelas. Banyak stand UMKM. Beberapa stand yang ada merupakan stand dari beberapa Kecamatan Kota Medan dan instansi diwilayah kerja Pemko Medan. Tenda tempat tamu VIP berada di dekat pintu masuk. Pak Wali belum tiba. Disudut meja VIP beberapa tamu sudah hadir. Ada pak Wakil Walikota, Pak Zakiyuddin Harahap, Danlanud Soewondo, Marsma TNI Tio Hutapea, S.Sos., M.A.P., Pak Rahudman Harahap (Mantan Walikota Medan), Ketua DPRD Kota Medan, Ketua DPRD Kota Medan adalah Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., dan beberapa tamu lainnya. Aku ikut bergabung duduk satu meja sambil memperkenalkan diri perwakilan Kodaeral I (mewakili Dankodaeral I). Mereka memakai pakaian Melayu lengkap, Tanjak sebagai penutup kepala. Warna pakaiannya sama yaitu biru. Intinya, seragam pakaiannya. Aku sendiri berbeda hanya memakai baju koko.Ya, baju muslim.
Suasana sangat meriah. Lampu-lampu indah memancarkan cahaya dari stand yang semuanya desain model masjid. Sedang asyik makan dan minum, Walikota Medan, Pak Rico Tri Putra Bayu Waas, S.E., M.M. (Rico Waas) bersama istri tiba di arena MTQ. Suasana keceriaan dan kebahagiaan terbangun jelas. Pak Wali suka senyum. Orangnya tinggi, putih dan ganteng. Pastilah, muda dan enerjik. Hehehe. Setelah saling bersalam-salaman, Pak Wali dan Wakil, diikuti para tamu undangan lainnya mengunjungi stand. Kunjungan ini pastilah membutuhkan waktu yang tak singkat. Artinya, pembukaan MTQ pastilah mundur waktunya.



Kunjungan Pak Walikota beserta rombongan ke stand
Satu demi satu stand yang terletak dilambung kanan tenda besar dikunjungi oleh Pak Wali beserta rombongan. Saat memasuki stand maka suasana meriah dan gembira terpancar dari wajah para ibu-ibu yang mengawaki stand. Apalagi terjadi dialog tentang buah tangan karya yang akan ditampilkan dan dijual. Pak Wali melihat-lihat dan ikut membeli karya kerajinan tangan. Ada jugaencicipi makanan dan minuman yang ada di stand. Pak Wali yang didampingi sang istri tercinta bersama rombongan lainnya sangat sabar dan berbahagia melayani beberapa pertanyaan serta canda gurau yang terbangun.
Saat indah, yaitu foto bersama didepan stand. Aku tak ikut serta karena seragamnya berbeda. Kuatir dapat merusak pandangan. Hehehehe. Sekali lagi kurang seragam. Aku juga sempatkan foto dengan beberapa pejabat lainnya. Foto didepan salah satu stand. Moment yang jangan dilewatkan.
Pak Wali telah menyelesaikan kunjungan ke stand. Stand lambung kiri nanti dilanjutkan setelah acara pembukaan. Pembukaan agak mundur yang direncanakan pukul 19.30 WIB, walhasil, dimulai pukul 20.30 WIB. Jika pak Wali keliling semua stand maka bisa semakin larut kegiatan pembukaan. Semua pejabat dan tamu undangan telah duduk dengan rapi untuk mengikuti puncak acara. Tentunya sang pengambil alih Komando adalah Master of Ceremony. Bahasa pantun menjadi bumbu penyedap acara. Medan adalah tanah Melayu. Maka pantun tak pernah hilang. Melayu tak hilang ditelan bumi. Jika melihat pakaian lengkap Melayu maka membalikkan kisah kebelakang perjalanan hidupku, dimana sebelum dinas di Kodaeral I Aku berdinas di Koarmada I yang terletak di bumi Gurindam XII, Kota Tanjungpinang. Maka ada kalimat hebat Takkan Melayu Hilang di Dunia. Kalimat ini adalah sumpah legendaris dari Laksamana Hang Tuah yang menegaskan optimisme akan keabadian bangsa, budaya, dan adat Melayu. Prinsip ini sering diartikan bahwa selama adat berpegang pada agama (Islam) dan nilai-nilai luhur dijaga, eksistensi Melayu akan tetap abadi.

Qari'ah membaca kalam ilahi

Pembacaan do'a
Acara pun diawali pembacaan kitab suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh seorang qariah mantan juara MTQ di tingkat Kota Medan. Aku lupa tahun berapa. Bacaan qiraat dan tajwidnya bagus. Suaranya tinggi dan indah. Salah satu ayat yang dibaca mengandung arti bahwa Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-Isra’: 82). Dilanjutkan pembacaan do'a. Sang pembaca do'a adalah seorang cendekiawan muslim, Birokrat kampus UINSU, mubaligh, ustad, yaitu Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.A. Semua mengikutinya dengan khusuk dan tawadhu.
Dilanjutkan laporan pelaksanaan oleh Koordinator Penyelenggara oleh Bapak HM Sofyan. Kegiatan MTQ ke 59 Kota Medan berlangsung pada 11–18 April 2026. Pesertanya berjumlah 692 dari 21 kecamatan serta madrasah aliyah negeri dan swasta. Pelaksanaan MTQ diawali dengan pawai ta’aruf yang melibatkan sekitar 11.000 peserta. Adapun cabang yang diperlombakan sebagai berikut; seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Dalam rangka menambah kemeriahan kegiatan ini dikolaborasi pameran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), partisipasi 21 kecamatan, serta bazar UMKM yang diikuti 112 pelaku usaha dan semua kegiatan difasilitasi Pemerintah Kota Medan. Luar biasa.

Pasukan Paskibra pengerek bendera MTQ

pelajar menyanyikan lagu Marts MTQ
Selanjutnya, yang tak kalah menarik dan spetakuler adalah penampilan pasukan paskibra anak-anak pelajar Kota Medan yang menaikkkan bendera MTQ ke - 59. Penampilan yang disiplin dan terlatih terlihat semangat yang muncul dari para pelajar dengan menjaga tanggungjawab posisinya dalam pasukan. Tindakan Baris-Berbaris butuh konsentrasi tingkat dewa. Sejejab saja melamun maka berubah dan berbeda gerakan dengan rekan lainnya. Pakaian serba putih plus kopiah hitam menjadi pakaian pilihan setiap kegiatan paskibra. Apa rak boleh warna merah? atau hitam. Ataupun hijau?.Pastilah punya nilai tersendiri dari kostum yang dipilihnya. Lagu khusus Mars MTQ berkumandang diarena. Lagu ini ciptaan oleh Agus Sunaryo. Lagu ini dinyanyikan oleh grup paduan suara MAN Negeri 1 Medan. Luar biasa.

Sambutan Ketua DPRD Kota Medan
Rangkaian demi rangkaian acara terlaksana lancar. Kini kita akan dengarkan Sambutan dari Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B. Beliau sosok orang yang energik dan sedikit unik. Unik dalam konotasi positif yaitu suka memakai batu akik. Melihat dua tangannya pada jemari terhias batu akik berkelas. Batu giok asli. Bahkan dikedua jempol tangannya dipakaikan batu. Beliau juga memakai kalung indah berbahan batu dan tak lupa tongkat sakti yang senantiasa bersamanya. Beliau Pada sambutannya beliau sampaikan,"MTQ merupakan salah satu wujud nyata dari kekayaan budaya dan spiritual bangsa kita. MTQ bukan sekedar perlombaan, MTQ adalah perayaan jiwa, pertemuan agung antara manusia dan kalam ilahi. Momen dimana kota Medan memperlihatkan kepada dunia, bahwa disini, dikota bertuah ini Al-Qur’an bukan sekedar dibaca, tetapi juga dihayati, diamalkan dan dijadikan cahaya penerang kehidupan."
"Tema yang dipilih pada MTQ kali ini sangatlah relevan dan penuh makna mendalam yaitu membangun ketaatan yang hakiki kepada Allah dan Rasul-Nya menuju Medan bertuah. Tema ini bukan sekedar rangkaian kata yang indah. Ini adalah sebuah cita-cita yang besar tentang bagaimana kita sebagai warga kota Medan ingin membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai luhur Al-Qur’an," jelas sang Ketua Dewan.. Beliau dalam menyampaikan sambutan dengan pebuh semangat dan sekali-kali para undangan tersenyum saat beliau membaca kata Allah, karena beliau bukan muslim namun fasih dalam menyebut kata tersebut.
Penampilan sambutan dari Pak Ketua Dewan tuntas. Kini saatnya yang ditunggu-tunggu sambutan Pak Walikota sekaligus membuka kegiatan Perlombaan MTQ ke - 59 Kota Medan. Pak Walikota dengan penuh semangat dan enerjik tampil kedepan. Terlihat rasa wajahnya betapa beliau sangat berbahagia atas terselenggaranya kegiatan mulia ini. Kegiatan yang sekaligus menjadi syiar dakwah islamiah dan mengagungkan Al-Qur’an. Pada sambutan tersebut pak Wali menyampaikan, "MTQ ini tentu menjadi kebanggaan bagi kota Medan. Namun yang perlu kita tekankan adalah MTQ ini tidak hanya sekedar perlombaan saja, tapi ini adalah momentum untuk mensyiarkan agama Islam dan momentum menegakkan komitmen kita bagaimana menerapkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari dan memahaminya, sepenuhnya, untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita."
Pak Wali yang dengan penuh semangat menyampaikan sambutan tampa melihat naskah melanjutkan,"Kita berbangga hati dan rasa haru melihat wajah para qari dan qari'ah yang merupakan masa depan dari agama Islam. Harapan untuk para qari dan qari'ah agar keberhasilan ini tidak hanya di tingkat kota Medan saja, namun juga Provinsi, Nasional dan bahkan internasional, dan itu dari kota Medan. Kami memohon do'a agar MTQ ini berjalan dengan lancar dan penjuriannya nanti berjalan dengan adil dan profesional. Kami melihat semakin baik penataan dan penyelenggaraan, stand-stand semakin baik dan indah, produk UMKM semakin berkualiatas dari seluruh kecamatan di kota Medan."
Pada penghujung sambutan sebelum membuka acara beliau menyampaikan bahwa,"MTQ ke-59 Kota Medan mengusung tema ?Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Menuju Medan Bertuah*,yang terinspirasi dari Surah An-Nisa ayat 59 tentang ketaatan kepada Allah, Rasul, dan pemimpin. Jika terjadi perbedaan pendapat maka kembali kepada Al-Qur’an."


Duduk didepan bersama undangan lainnya
Aku duduk didepan bersama tamu undangan lainnya mendengarkan sambutan demi sambutan. Disamping kiriku bertemu Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Bapak Ustad Rajudin Sagala. Kami dapat bersilaturahmi dan saling berkenalan. Disampingnya lagi juga Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Bapak Zulkarnaen, Skm,,sebelahnya lagi hadir Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.. Sebelah kanan saya Dandenpom 1/5 Kota Medan, Letkol Cpm Atep Priatna S.H., M.Tr. Mil., dan undangan lainnya. Semuanya unsur Forkopimda diundang kedepan untuk mendampingi Pak Walikota dalam rangka membuka MTQ ke - 59 Kota Medan dengan memukul bedug.

Pak Walikota menabuh bedug pembukaan MTQ
Kami semua menuju panggung. Pak Wali yang ikut didampingi sang istri bersiap memukul bedug. Menunggu waktu dari aba-aba dari Master of Ceremony. Hitungan mundur mulai tiga, dua dan satu, maka suara bedug jelas dipukul oleh Pak Wali. Semangat menabuh bedug ingatkan kita pada waktu remaja saat bedug ditabuh pra-azan lima waktu. Berkali-kali dan berirama pukulan beliau dan sudah mahir tidak perlu gladi kotor atau bersih. Semua menyaksikaan dan mendengarkan sembari menepuk tangan secara serempak. Resmi sudah pelaksanaan perlombaan MTQ ke - 59 tingkat kota Medan tahun 2026 di mulai.

** Forto bersama unsur Forkopimda Kota Medan**

Foto bersama Walikota ddsn Wakil Walikota Medan

Foto bersama Danlanud Soewondo dan Kapolrestabes Medan
Selesai sudah bedug ditabuh bertalu-talu. Semua berdiri rapi adegan foto bersama. Untuk kali ini Aku punya teman kostumnya berbeda tidak memakai kostum Melayu bertanjak. Baju koko warna cream agak kekuning-kuningan yang Aku kenakan dan ada juga tamu lainnya pakain koko warna putih. Pak Rajudin Sagala, sang Wakil ketua DPRD kota Medan, juga baju koko putih. Jadi ada temannya. Percaya diri dan yang penting happy. Hehehehe. Nah, tidak lupa juga momen penting yaitu penyerahan piala MTQ yang diperlombakan. Sang jawara MTQ ke-58 adalah Medan Selayang.
Waktu pun semakin meninggi. Malam semakin larut. Rangkaian demi ramgkaian pembukaan MTQ ke - 59 berlangsung dengan lancar dan sukses. Kegiatan lanjut pak Wali adalah mengunjungi stand UMKM lambung kiri. Tak mungkin pak Wali lupakan momen ini. Stand dilambung kanan sudah dikunjungi sebelum pembukaan dan setelah pembukaan bagian lambung kiri dikunjungi. Kehadiran pak Wali beserta rombongan sangat diharapakan warga pemilik stand dari Kecamatan. Saat telah dikunjungi oleh Pak Wali maka rasa bahagia dan gembira tak terbendung. Apalagi dapat foto bersama. Rasa lelah dan penat serta udara panas dalam stand seketika hilang ditelan gelapnya malam.
Aku tak mengikuti kunjungan ke stand sampai habis. Dari luar Aku memandang situasi dan kondisi yang terjadi. Malam pun semakin larut dan akhirnya, Aku pamit mendahului. Rumah jauh juga dari lokasi. Lelah pun masih berbungkus tubuh usai tiba dari Jakarta. Namun tugas dan perintah harus dilaksanakan dengan baik. Semua pasti ada hikmahnya. Dan, memang besar sekali hikmah yang Aku dapatkan. Semoga sukses dan lancar pelaksanaan kegiatan MTQ ke -59 tingkat Kota Medan tahun 2026. Ridha dan lindungan dari Allah SWT senantiasa tercurahkan.
Salam semangat dari Kota Medan@hoesniy







selalu bersama orang besar
Siap. Mhn doanya selamat hidup dunia wal akhirat utk kamo sklg
keu 01 neu kirem link gure.... ilong boh itek wate long teugon
Caranya
Curated by: @pandora2010