Sepuluh Ciri Khas Berikut Harus Diwaspadai
Apakah seseorang punya akal atau tidak ?
Sebenarnya sekali lihat saja sudah bisa diketahui, karena orang yang naif memiliki sepuluh ciri yang sangat jelas.
Pertama, banyak bicara. Sekalinya seseorang banyak bicara, ia mudah melakukan kesalahan fatal, yaitu baru kenal tapi sudah bicara terlalu dalam. Ketemu orang langsung curhat habis-habisan, berpapasan dengan orang langsung membeberkan segalanya. Mengekspos semua rahasia dan perasaannya tanpa sisa, sama sekali tidak sadar bahwa perkataan yang sudah di ujung lidah seharusnya ditahan sepertiganya, ini adalah ciri khas orang yang naif.

Kedua, tidak mengerti cara menolak. Saat orang lain meminta bantuan, tidak peduli apakah dirinya mampu atau tidak, secara refleks langsung menyanggupinya. Ini adalah sebuah penyakit, semacam penyakit yang disebut rasa sungkan.
Good people....
Kebaikan yang kamu anggap benar itu, di mata orang lain sebenarnya sangat murahan.
Ke tiga, bercanda tanpa mempertimbangkan lawan. Di depan orang pendek jangan membahas tinggi badan, di depan orang gemuk jangan membahas berat badan, di depan orang sakit jangan membahas kesehatan. Di depan orang yang sedang gagal jangan membahas pencapaian. Namun dalam kehidupan sehari-hari selalu ada orang yang gemar menjadikan aib, kekurangan, luka batin, atau kesulitan orang lain sebagai bahan lelucon, setelah itu malah membela diri,
"Aku tidak bermaksud buruk, aku memang orangnya begini, aku hanya terus terang dan blak-blakan".
Menurutku....
Itu bukan blak-blakan, melainkan asal jeplak (bicara tanpa disaring).
Ke empat, emosinya mudah terlihat. Senang, marah, sedih, dan bahagia semua tertulis jelas di wajahnya. Orang lain sekali lihat langsung tau isi pikiranmu. Ekspresimu, nada bicaramu, bahkan tatapan matamu, semuanya membocorkan perasaan aslimu yang sebenarnya. Dan orang-orang yang penuh niat buruk, paling pintar menangkap kelemahanmu, lalu memanfa'atkan kegelisahanmu, ketakutanmu, atau kebaikanmu untuk mencapai tujuan mereka.
Ingatlah....
Pelajaran wajib pertama bagi orang dewasa adalah manajemen emosi. Diam adalah sebuah kekuatan, dan menahan diri adalah senjata untuk melindungi dirimu sendiri.
Ke lima, bertindak tanpa memikirkan konsekuensi. Karakter sabar itu diatasnya ada pisau, jika tidak mengerti cara bersabar dan mengalah, itu akan mengundang petaka. Jika bisa menahan amarah di dalam hati setelah berlalu barulah kamu tau betapa berharganya arti kesabaran itu. Jika penyebabnya salah, akibatnya akan sulit diperbaiki. Berkah dan petaka tidak datang dengan sendirinya, melainkan manusia itu sendiri yang mengundangnya.
Segala akar permasalahan bermula dari hati. Jika hatinya sempit, masalah kecil pun jadi besar, jika hatinya sempit, jalan pun akan tertutup. Saat bertemu orang yang suka mencari masalah tanpa alasan, kamu hanya perlu menahannya, mengalah padanya, membiarkannya, menghindarinya, dan jangan pedulikan dia. Tunggu beberapa tahun lagi, lihat saja nanti nasibnya.
Ke enam, terlalu polos. Banyak perkataan orang dewasa yang menyembunyikan maksud tertentu saat kamu tidak menilai motif lawan bicaramu dan langsung membeberkan semuanya secara gamblang, sangat mudah mendatangkan masalah yang tidak perlu bagi dirimu sendiri maupun orang lain. Dunia ini tidak selalu hitam dan putih secara jelas, lebih banyak terdapat warna abu-abu yang penuh dengan kepura-puraan dan basa-basi.
Ke tujuh, suka berdebat. Tidak peduli apa yang orang lain katakan, selalu punya kebiasaan membantah, bersikeras mencari siapa yang benar dan salah, berdebat mencari menang dan kalah. Saat mendiskusikan masalah, tidak punya kesabaran untuk mendengarkan perkataan orang sampai selesai, tidak menghargai pendapat orang lain, dan hanya bersikeras pada pendapatnya sendiri, sekalipun sudah sadar dirinya salah, dia tidak akan berhenti dan mati-matian tidak mau mengalah. Dengan cara begini mungkin sesekali bisa menang, tapi ini pasti sebuah kemenangan yang kosong, yang tidak akan pernah bisa memenangkan simpati dan pengakuan dari orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, hanya memuji orang, bukan mengajak debat. Hargai diri sendiri dulu, barulah bisa dihargai orang lain.
Ke delapan, mudah percaya pada orang lain. Sangat percaya pada apapun yang orang katakan tanpa ragu, sama sekali tidak punya rasa waspada, sama sekali tidak mengerti cara menilai apa motif dan tujuan tersembunyi orang lain. Orang seperti ini, jika ditambah dengan sifat suka menyebarkan hoax, maka dia akan menjadi senjata yang paling disukai dan dimanfa'atkan oleh orang licik, baik secara terang-terangan, maupun diam-diam, dia akan menjadi kambing hitam, dan di depan maupun di belakang orang, dia akan menjadi sosok yang dibenci.
Ke sembilan, tidak mengerti cara membaca situasi. Berbicara dan bertindak sama sekali memedulikan perasaan orang lain, tidak peduli pada emosi orang lain, hanyan memikirkan kenyamanan diri sendiri. Dalam komunikasi hanya asyik bicara sendiri, tidak tau cara mendengarkan dan memotong pembicaraan orang tanpa sadar. Yang namanya membaca situasi itu bukan menyuruhmu untuk tunduk dan menjilat, melainkan membuatmu sadar bahwa melihat cuaca sebelum keluar rumah bisa meminimalisir kehujanan. Membaca situasi diluar bisa meminimalisir dari masalah.
Ciri ke sepuluh, terlalu menonjolkan kemampuan (pamer kehebatan).
Pepatah kuno mengatakan dengan tepat, "Pohon yang paling tinggi di hutan pasti akan diterjang angin, orang yang terlalu menonjol diantara orang banyak pasti akan dihancurkan oleh mereka.
Tolong diingat baik-baik, bercahaya tapi tidak menyilaukan, air yang tenang itu menghanyutkan.
Dalam bersikap jadilah sedikit lebih rendah hati, lebih tertutup, harta jangan diumbar, kekayaan jangan dipamerkan. Selain bisa menjaga rejeki, hal itu juga bisa lebih melindungi dirimu dengan aman.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
