Kucing Tiga Warna
Hari ini pagiku biasa aja.
Angin pelan, matahari baru naik, dan halaman masih basah embun.
Aku duduk di teras sambil ngopi.
Nggak mikir apa-apa. Sampai...
Tiba-tiba ada kucing lewat di depan saya.

Langkahnya pelan tapi percaya diri.
Bulunya putih, hitam, dan oranye,
Tiga warna itu nempel rapi di tubuhnya yang bersih. Ada bercak oranye di kepala, hitam di punggung, putih di dada dan kaki.
Kayak dilukis sama pelangi yang buru-buru.

Dia berhenti sebentar.
Noleh ke arahku. Matanya kuning, jernih.
"Meong" kecil, lalu jalan lagi.
Ini pertama kali saya lihat dia muncul di sini.
Di sekitar ini isinya kucing abu-abu dan belang. Dia beda. Dia baru.

Aku mengikuti dari jauh. Dia nyusup ke bawah pagar, muter ke rumput liar.
Terus berlari jauh sampai hilang keberadaannya.
Orang bilang kucing tiga warna itu langka.
Katanya pembawa rezeki. Katanya penolak bala. Aku nggak tau bener apa nggak.
Tapi sejak dia lewat, rasanya hari ini jadi lebih ringan.
Mungkin dia cuma kucing yang nyasar.
Mungkin juga dia dikirim buat mengingatkan
"Kadang tamu paling indah datang tanpa diundang."
Dan kalau aku lihat dia balik, aku mau kasih dia nama. Calico. Tamu tiga warna pertamaku.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

