43 Tahun Diteliti: Kopi dan Teh Terbukti Turunkan Risiko Demensia hingga 18%

in Steem SEA3 days ago

Halo Selamat Malam Steemian
Apakah setelah tahu kalau minum kopi filtered bisa bikin panjang umur jadi lebih sering ngopi? hehe meski begitu jangan sampai mengurangi waktu tidurmu ya karena itu tidak sehat dan dapat mengurangi jatah umurmu. Sebelum memulai ke pembahasan kita, Aku mau menyampaikan rasa syukur karena artikel yang sebelumnya telah mendapatkan notice dari @themagazine dan masuk sebagai TOP Articles.

Setelah sebelumnya kita membahas bagaimana "cara menyeduh" kopi berkaitan dengan penuaan biologis, kali ini muncul temuan yang tak kalah menarik: konsumsi kopi dan teh berkafein dalam jangka panjang ternyata berkaitan dengan risiko demensia yang jauh lebih rendah. Studi ini dipublikasikan di jurnal JAMA pada Februari 2026 dan merupakan salah satu penelitian gaya hidup-demensia dengan durasi follow-up terpanjang yang pernah dilakukan.[1]
Studi kopi dan demensia
sumber gambar: The CSR Journal

Apa Itu Demensia?

Demensia bukanlah nama satu penyakit tunggal, melainkan istilah umum untuk sekumpulan gejala penurunan kemampuan berpikir seperti: daya ingat, penalaran, dan bahasa yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala ini muncul akibat kerusakan pada sel-sel otak yang memengaruhi area yang berperan dalam pembelajaran, memori, pengambilan keputusan, dan komunikasi.

Menurut WHO, sekitar 57 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia pada 2021, dengan hampir 10 juta kasus baru setiap tahunnya. Kondisi ini kini menjadi penyebab kematian ketujuh terbesar secara global dan salah satu penyebab utama kecacatan pada lanjut usia. Meski risikonya meningkat seiring usia terutama di atas 65 tahun, demensia bukan bagian normal dari proses penuaan.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda awal demensia biasanya meliputi:

  • Mudah melupakan kejadian baru atau sering salah menaruh barang
  • Tersesat di tempat yang sebenarnya sudah dikenal
  • Kebingungan bahkan di lingkungan yang familier
  • Kesulitan mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah sederhana
  • Sulit mengikuti percakapan atau menemukan kata yang tepat
  • Kesulitan melakukan tugas rutin yang biasanya mudah dilakukan

Perubahan suasana hati dan perilaku, seperti mudah cemas, menarik diri dari pergaulan, atau perubahan kepribadian, terkadang justru muncul lebih dulu sebelum gejala memori terlihat jelas.

Jenis-Jenis Demensia

Ada beberapa jenis demensia berdasarkan penyebabnya, dengan Alzheimer sebagai yang paling umum, menyumbang sekitar 60–80% dari seluruh kasus di dunia. Jenis lain yang cukup umum meliputi:

  • Demensia vaskular, akibat gangguan aliran darah ke otak seperti stroke, menyumbang sekitar 5–10% kasus
  • Demensia Lewy body, disebabkan endapan protein abnormal di otak yang memengaruhi gerakan dan suasana hati
  • Demensia frontotemporal, lebih sering menyerang orang di bawah usia 60 tahun dan menyebabkan perubahan kepribadian
  • Demensia campuran, yaitu kombinasi lebih dari satu jenis demensia yang terjadi bersamaan

Faktor risiko demensia mencakup usia, riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, diabetes, kurang aktivitas fisik, merokok, dan isolasi sosial. Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa hampir 45% kasus demensia berpotensi dicegah atau ditunda dengan perubahan gaya hidup sehat, inilah salah satu alasan mengapa studi tentang konsumsi kopi dan teh seperti yang akan dibahas berikut ini menjadi sangat relevan.
Apa itu Dementia
sumber gambar: animalia-life

Studi Dengan Skala Penelitian yang Luar Biasa

Tim peneliti dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, dan Broad Institute of MIT and Harvard menganalisis data dari 131.821 partisipan yang berasal dari dua kohort besar Amerika Serikat: Nurses' Health Study (86.606 wanita, data diambil pada rentang tahun 1980–2023) dan Health Professionals Follow-up Study (45.215 pria, data diambil pada rentang tahun 1986–2023).[2] Partisipan diikuti selama median 36,8 tahun, dengan sebagian bahkan dipantau hingga 43 tahun. Durasi yang sangat jarang ditemui dalam penelitian gaya hidup dan kesehatan otak sehingga membuat skala penelitian ini beigitu luar biasa.[1]

Dari total partisipan tersebut, ada sebanyak 11.033 orang yang akhirnya mengalami demensia selama masa pengamatan.[3]

Kopi Berkafein: Penurunan Risiko 18%

Hasil paling mencolok datang dari kelompok peminum kopi berkafein. Partisipan dengan asupan kopi berkafein tertinggi (kuartil teratas) memiliki risiko demensia 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah minum kopi berkafein, dengan hazard ratio 0,82 (95% CI: 0,76–0,89).[3] Jika dilihat secara mentah, angka ini setara dengan 141 kasus per 100.000 orang per tahun pada kelompok peminum tertinggi, dibandingkan 330 kasus pada kelompok terendah, perbedaan yang sangat signifikan secara statistik.[1]

Peminum kopi berkafein juga melaporkan prevalensi penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah, yaitu 7,8% dibandingkan 9,5% pada kelompok yang jarang minum kopi.[1] Bahkan pada beberapa pengujian kognitif objektif, mereka menunjukkan performa yang sedikit lebih baik.

Teh Juga Menunjukkan Manfaat Serupa

Bukan hanya kopi loh mengkonsumsi teh juga menunjukkan pola pelindung yang mirip. Dibandingkan kelompok konsumsi teh terendah, kelompok dengan konsumsi tertinggi memiliki risiko demensia 14% lebih rendah (hazard ratio 0,86; 95% CI: 0,83–0,90).[1] Prevalensi penurunan kognitif subjektif pada peminum teh tertinggi juga lebih rendah, yakni 8,1% berbanding 9,5%.[1]

Menariknya, untuk fungsi kognitif objektif yang diukur menggunakan Telephone Interview for Cognitive Status (TICS), peminum teh tertinggi justru menunjukkan hasil yang lebih konsisten dibandingkan peminum kopi, dengan perbedaan skor global kognisi yang signifikan secara statistik (P untuk tren kurang dari 0,001).[1]

Study Links Moderate Caffeine Intake to Reduced Dementia Risk Over Decades
sumber gambar: newstarget

Kopi Tanpa Kafein Tidak Menunjukkan Efek yang Sama

Decaf Cofee
sumber gambar: studyfinds
Ini bagian yang paling mengejutkan dari studi ini: kopi decaf (tanpa kafein) sama sekali tidak menunjukkan hubungan pelindung terhadap risiko demensia (hazard ratio 0,97; P untuk tren = 0,34).[1] Bahkan lebih mengejutkan lagi, konsumsi kopi decaf tertinggi justru berhubungan dengan prevalensi penurunan kognitif subjektif yang lebih tinggi, yaitu 9,7% dibandingkan 8,5% pada kelompok terendah (rasio prevalensi 1,16).[1]

Temuan ini mengarahkan peneliti pada kesimpulan bahwa kafein kemungkinan besar merupakan komponen aktif di balik efek pelindung otak ini, bukan sekadar kandungan senyawa lain dalam kopi atau teh saja.[3][4]

Titik Optimal: Tidak Perlu Berlebihan

Salah satu temuan paling praktis dari studi ini adalah adanya pola dosis-respons non-linear. Risiko demensia terendah ditemukan pada tingkat konsumsi moderat sekitar 2–3 cangkir kopi berkafein per hari, 1–2 cangkir teh per hari, atau sekitar 300 mg kafein per hari, tanpa keuntungan tambahan yang jelas pada konsumsi yang lebih tinggi.[2][1]

Kabar baiknya, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi (hingga lima cangkir kopi per hari) tidak menunjukkan efek negatif seperti yang dikhawatirkan dalam beberapa penelitian sebelumnya, hanya saja tidak memberikan manfaat tambahan dibandingkan dosis moderat.[5]

Berlaku untuk Semua Orang, Termasuk yang Berisiko Genetik Tinggi

Salah satu temuan penting lainnya adalah konsistensi hasil ini di berbagai kelompok risiko genetik. Peneliti membandingkan partisipan dengan predisposisi genetik tinggi dan rendah terhadap demensia, dan menemukan hasil yang sama pada kedua kelompok tersebut.[3][4]

"Kami juga membandingkan orang dengan predisposisi genetik yang berbeda terhadap perkembangan demensia dan melihat hasil yang sama, artinya kopi atau kafein kemungkinan sama bermanfaatnya bagi orang dengan risiko genetik tinggi maupun rendah terhadap demensia," ujar Yu Zhang, penulis utama studi ini dan mahasiswa PhD di Harvard Chan School.[3]
Caffeine for all People
sumber gambar: freepik

Ringkasan Temuan Utama

Jenis MinumanRisiko Demensia (kuartil/tersil tertinggi vs terendah)Penurunan Kognitif Subjektif
Kopi berkafeinHR 0,82 (turun 18%)[1]7,8% vs 9,5%[1]
TehHR 0,86 (turun 14%)[1]8,1% vs 9,5%[1]
Kopi decafHR 0,97 (tidak signifikan)[1]9,7% vs 8,5% (lebih buruk)[1]

Catatan Penting: Ini Studi Observasional

Seperti biasa, penting untuk mencatat keterbatasan studi ini. Senior author Daniel Wang, MD, ScD dari Mass General Brigham mengingatkan: "Meski hasil kami menggembirakan, penting diingat bahwa ukuran efeknya kecil dan ada banyak cara penting lain untuk melindungi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi atau teh berkafein bisa menjadi salah satu bagian dari puzzle tersebut."[3]

Penelitian ini juga tidak mencatat detail granular seperti jenis teh (hijau vs hitam) atau metode penyeduhan kopi spesifik (asal biji, tingkat roasting, atau teknik brewing),[1] faktor yang justru menjadi fokus studi UK Biobank tentang kopi instan vs kopi saring yang pernah kita bahas sebelumnya.


Demikian itulah dia pembahasan dari manfaat meminum kopi dan teh yang mengandung kafein untuk menurunkan risiko demensia, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk steemian semua


Referensi

[1] Coffee and tea intake and long-term risk of dementia. PACE-CME, 18 Maret 2026.

[2] Consuming 2-3 cups of coffee daily associated with lower dementia risk. EurekAlert, 9 Februari 2026.

[3] Zhang, Y., Liu, Y., Li, Y., et al. Coffee and Tea Intake, Dementia Risk, and Cognitive Function. JAMA, 335(11), 961, 2026. DOI: 10.1001/jama.2025.27259.

[4] Your daily coffee may be protecting your brain, 43-year study finds. ScienceDaily, 18 Maret 2026.

[5] Coffee linked to slower brain ageing in study of middle-aged and older adults. 9 Februari 2026.

#coffee #tea #dementia #health #science #neuroscience #steemstem