Lorong Rusak Diterjang Banjir Bandang Kembali Normal, Warga Gampong Mns Jurong Tuai Upah Lewat PKTD

in Steem SEA27 days ago (edited)

1000904377.jpg

MEURAH DUA PIDIE JAYA.– Deru mesin dan semangat gotong royong mewarnai suasana di ruas lorong Teungku Di Meunasah, Dusun Pante, Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, Kamis (23/7/2026). Puluhan warga tampak sibuk mengeruk lumpur, mengangkut material, dan merapikan badan jalan yang selama nyaris setahun terakhir menjadi momok bagi pengguna jalan setempat.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu bukanlah sekadar kerja bakti biasa, melainkan bagian dari program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang digagas pemerintah pusat melalui anggaran Dana Desa. Program ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengeluhkan akses jalan lorong yang ambruk dan becek parah pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada tahun lalu.

Keuchik (Kepala Desa) Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, Mulyadi, saat ditemui di lokasi kegiatan, menjelaskan bahwa titik perbaikan difokuskan di mulut lorong karena kondisi infrastruktur di sana sudah sangat memprihatinkan.

"Air bah tahun lalu benar-benar menggerus badan jalan. Lobang besar menganga, bebatuan berserakan, dan setiap kali hujan deras, lorong ini berubah menjadi kubangan lumpur yang tidak bisa dilalui kendaraan. Warga, terutama ibu-ibu dan anak sekolah, sangat kesulitan melintas," ujar Mulyadi kepada Cek Mad.

Ia menambahkan, meskipun anggaran yang tersedia untuk kegiatan ini tergolong kecil sehingga perbaikan hanya bisa dilakukan pada ruas paling kritis, namun hasilnya sangat signifikan. "Alhamdulillah, walau hanya beberapa meter saja yang bisa kita kerjakan, kini lorong tersebut sudah kembali bisa dilalui dengan sempurna. Tidak ada lagi genangan dan lubang berbahaya," tambahnya dengan lega.

PKTD yang digelar ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Sistem pembayaran upah harian secara tunai diterapkan sebagai bentuk afirmasi kepada warga yang terdampak ekonomi, khususnya kelompok rentan seperti pengangguran, masyarakat miskin, dan setengah penganggur.

Salah seorang pekerja, Mubarrak (21), warga Dusun Pante, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. "Biasanya saya menganggur di rumah, apalagi belum ada kegiatan setelah lulus SMA. Dengan ada kerjaan ini, saya bisa dapat uang harian untuk kebutuhan hari hari. Sambil bekerja, kami juga memperbaiki jalan kampung sendiri, jadi ada rasa memiliki," ungkapnya dengan senyum sumringah.

Demikian pekerja lainya Cut Lidan mantan Keuchik juga ikut bekerja apalagi dia selama ini pasca musibah banjir menjadi pengangguran dimana tambak tempat usahanya telah rusak total penuh lumpur.

"Sambil menunggu perbaikan tambak yang dijanjikan Pemerintah saya bekerja serabutan demi kebutuhan dapur dan keluarga." Papar Cut Lidan

"Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut, meskipun dengan porsi anggaran yang lebih besar di masa mendatang. Karena masih banyak ruas jalan dan fasilitas umum lainnya yang juga membutuhkan perhatian," pungkas Keuchik Mulyadi.

Dengan selesainya kegiatan perbaikan pada Kamis siang, warga Gampong Mns Jurong Teupin Pukat kini kembali bisa bernapas lega. Lorong yang sempat menjadi "luka" di tengah pemukiman kini telah pulih, menjadi simbol bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu melahirkan karya nyata meski dengan keterbatasan.

Pewarta : CM Cek Mad

1000904383.jpg

1000904384.jpg

1000904579.jpg

1000904385.jpg

1000904375.jpg