Pidie Jaya Latih 224 Warga dengan 5 Keahlian Andalan
Pidie Jaya – Suasana Aula Cot Trieng di Kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya tampak berbeda pada Senin (10/8/2026). Ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat koordinasi itu berubah menjadi pusat pengasah keterampilan bagi 224 warga yang antusias mengikuti Tailor Made Training (TMT) Pelatihan Kerja Tahun 2026 yang digelar Dinas Sosial P3A Kabupaten Pidie Jaya.
Di balik hiruk-pikuk persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang tengah digalakkan, pemerintah daerah tak melupakan agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi jawaban nyata atas tantangan pengangguran dan keterbatasan akses masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., melalui Plt. Kepala Dinas Sosial P3A, Azharyadi, S.Pi., M.M., secara khusus merancang program ini agar tidak sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan benar-benar membekali peserta dengan kompetensi yang siap pakai di pasar kerja maupun dunia usaha.
Kelima bidang keterampilan yang ditawarkan pun dipilih dengan cermat berdasarkan tren kebutuhan ekonomi kekinian. Pertama, menjahit—bukan sekadar menjahit biasa, tetapi dirancang untuk membuka peluang usaha konveksi rumahan yang menjanjikan. Kedua, komputer dan aplikasi perkantoran yang menjadi kebutuhan dasar di era digital. Ketiga, tata boga (roti dan kue) yang menyasar potensi besar industri kuliner dan pariwisata Aceh. Keempat, digital marketing—sebuah keahlian wajib di tengah geliat ekonomi online yang terus melesat. Kelima, tata rias yang membuka pintu bagi industri kecantikan dan perawatan diri yang kian diminati masyarakat.
Antusiasme yang luar biasa terlihat sejak proses registrasi yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Gedung Tgk. Chik Pante Geulima, Kompleks Perkantoran Bupati. Hanya dalam waktu beberapa jam, kuota 224 peserta terisi penuh. Hal ini menjadi indikator bahwa hausnya masyarakat Pidie Jaya akan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masih sangat tinggi.
Plt. Kadis Sosial P3A, Azharyadi, menegaskan bahwa pelatihan ini akan dikawal ketat hingga akhir. Pihaknya tidak ingin peserta hanya menerima teori lalu pulang, tetapi mereka harus mampu menghasilkan produk atau layanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. "Kami ingin lahir wirausaha-wirausaha baru dari pelatihan ini. Apalagi dengan hadirnya keahlian digital marketing, kami berharap produk-produk UMKM Pidie Jaya bisa menembus pasar yang lebih luas hingga ke luar Aceh," ujar Azharyadi dalam sambutannya.
Yang membuat pelatihan ini istimewa adalah waktu pelaksanaannya yang bersamaan dengan momentum peringatan Kemerdekaan RI ke-81. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya ingin memaknai kemerdekaan bukan hanya melalui upacara bendera dan lomba 17-an semata, tetapi juga melalui aksi nyata membebaskan masyarakat dari belenggu keterbatasan ekonomi. Dengan keterampilan baru, masyarakat diharapkan mampu berdiri di atas kaki sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
Bagi para peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dan latar belakang profesi—mulai dari ibu rumah tangga, lulusan SMA, hingga pemuda pengangguran—ini adalah kesempatan emas untuk mengubah nasib. Mereka akan menjalani pelatihan intensif selama beberapa pekan ke depan dengan didampingi instruktur-instruktur profesional di bidangnya masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya pun optimistis bahwa program TMT ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah. Jika 224 peserta ini kelak berhasil merintis usaha sendiri atau terserap di dunia kerja, maka dampaknya akan luar biasa bagi pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah tersebut. Dengan bekal yang mumpuni, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja baru yang akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Pidie Jaya menuju masa depan yang lebih makmur dan mandiri.
Pewarta : CM Cek Mad



