"LAYOEH KUPI" Bangkit Lagi: Setelah Disempurnakan, Warung Kopi Sederhana di Beuringen Kini Hadir dengan Suasana Angin Sepoi-sepoi yang Membuat Pelanggan Betah

in Steem SEA25 days ago

IMG-20260427-WA0076.jpg

Meurah Dua, 28 April 2026 – Ada yang berbeda di tepian Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Setelah beberapa waktu vakum dan melakukan penyesuaian, sebuah warung kopi sederhana dengan identitas lokal yang kuat kini kembali membuka pintu untuk para penikmat kopi setia. Warung tersebut bernama "LAYOEH KUPI", sebuah nama yang bukan sekadar label dagang, melainkan filosofi yang diusung langsung oleh pemiliknya, Helmi.

Pada hari Senin (27/4/2026), tepat sehari sebelum berita ini diturunkan, LAYOEH KUPi resmi menggelar Grand Opening di lokasi barunya (atau lokasi yang telah diperbarui) di Gampong Beuringen. Acara yang berlangsung sederhana itu tampak meriah dengan kehadiran puluhan pelanggan lama maupun baru yang penasaran dengan konsep segar dari warung legendaris tersebut.

Makna di Balik Nama "LAYOEH KUPI"

Saat ditemui oleh Cek Mad dari media ini di sela-sena mencari memenuhi pesanan pelanggan yang terus berdatangan, Helmi dengan sabar menjelaskan filosofi di balik nama warungnya. Ia mengatakan, "LAYOEH KUPI" berasal dari bahasa lokal yang menggabungkan dua kata: Layoeh (yang berarti angin sepoi-sepoi, hembusan lembut, atau suasana teduh) dan Kupi (kopi).

"Jadi, bukan sekadar kopi. Kami ingin menghadirkan suasana ketika orang duduk di sini, mereka merasakan angin desa yang sejuk, ketenangan, dan jauh dari kebisingan kota. Itulah yang membuat pelanggan betah berjam-jam, sambil ngopi, ngobrol, atau bahkan sekadar melamun," ujar Helmi sambil sesekali mengaduk kopi tubruk khas yang menjadi andalannya.

Perubahan Desain, Rasa Tetap Orisinal

Meskipun nama dan pemilik tetap sama (Helmi masih memegang penuh kendali sebagai pemilik sekaligus barista utama), LAYOEH KUPI telah mengalami "penyegaran total" selama masa penutupan sementara sebelumnya. Helmi mengaku bahwa ia sengaja menutup warung lamanya selama beberapa pekan untuk merombak tata letak, menambah area lesehan terbuka, serta memperbaiki sirkulasi udara agar benar-benar terasa "layoeh" (angin sepoi-sepoi) dari pagi hingga sore.

"Banyak yang tanya, 'Pemiliknya ganti?', 'Rasanya berubah?'. Saya tegaskan, tidak. Saya masih Helmi yang dulu. Resep kopinya masih sama: biji pilihan sangrai sedang, Yang berubah hanya suasana dan tempat bergeser sedikit," terangnya sambil tertawa lepas.

Grand Opening yang Sederhana Tapi Mengundang Rasa Penasaran

Proses Grand Opening pada Senin kemarin tidak dilakukan dengan gunting pita atau panggung hiburan. Helmi memilih konsep yang lebih organik: ia membagikan kopi gratis untuk pelanggan yang datang pagi hingga siang hari, diiringi Peusijuk (tepung tawar).

Salah satu pelanggan, Ilyas Adiki (80), warga Beuringen yang sejak awal menjadi langganan di warung versi lama, mengaku sangat terkesan.
"Sekarang lebih adem. Dulu panas, sekarang anginnya memang enak. Namanya layoeh itu cocok banget. Kopinya masih kental, masih mantap. Saya datang kemarin jam 9 pagi. Betul-betul betah," ujarnya kepada Cek Mad.

Pelanggan lainnya, seorang ibu rumah tangga bernama Muliana, menambahkan bahwa keberadaan LAYOEH KUPI kini menjadi ruang publik yang ramah keluarga.

Harapan Helmi ke Depan: Dari Beuringen ke Pidie Jaya

Di sela kesibukannya melayani pesanan, Helmi menyampaikan visi besarnya. Meskipun saat ini masih berskala warung kopi sederhana (kelas kaki lima yang naik kelas), ia berharap LAYOEH KUPI bisa menjadi ikon kuliner di Kecamatan Meurah Dua, bahkan hingga ke seluruh Pidie Jaya.

"Saya tidak ingin ekspansi besar-besaran dalam waktu dekat. Saya ingin membangun budaya. Layoeh Kupi ini adalah untuk mereka yang lelah dengan hiruk-pikuk. Saya ingin setiap orang yang datang merasa 'pulang'. Itu target saya," ungkap Helmi dengan mata berbinar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Gampong Beuringen yang telah mendukung perizinannya, serta kepada warga sekitar yang tidak keberatan dengan aktivitas warung yang terkadang buka hingga pukul 23.00 WIB.

Jam Operasional dan Menu Andalan

LAYOEH KUPI beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 23.00 WIB. Menu andalan yang wajib dicoba menurut Helmi adalah:

"Kami tidak menyediakan makanan berat. Hanya kudapan ringan. Karena konsep kami adalah ngopi santai, bukan makan besar," pungkas Helmi.
(CM)

IMG-20260427-WA0077.jpg

Screenshot_20260427-095826.jpg

IMG_20260427_093415_090.jpg

IMG_20260427_091753_781.jpg

Sort:  

TEAM 7

Congratulations! Your post has been upvoted from sc-09 account.

1000080942.png

Curated by : sduttaskitchen