Pemerintah Pusat Percepat Rehab-Rekon Pascabencana, Bupati Prioritaskan Krueng Meureudu dan Cetak Sawah Terdampak
Meureudu -Pemerintah pusat melalui Direktur Jenderal Perumahan dan Pedesaan Kementerian PKP RI, Drs. Imran, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie Jaya dalam rangka mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelesaian persoalan perumahan, infrastruktur desa, serta dukungan pembangunan kawasan terdampak dan melakukan koordinasi untuk mencari solusi konkret atas lambannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh khususnya di Pidie Jaya yang turut dihadiri Satgas PRR, Kombes Pol. Suwinto, Satgas PRR, Kolonel. Inf. Feksi D Angi, Dandim 0102/ Pidie diwakili Pabung, Kapolres Pidie Jaya diwakili Kabag Ops, Sekretaris Daerah kabupaten Pidie Jaya, Seluruh Jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, serta undangan terkait lainnya di Ruang Rapat Sekdakab. Pidie Jaya, Jum'at, 8 Mei 2026.
Dalam arahannya, Dirjen menegaskan pemerintah pusat tidak ingin proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lambat ataupun stagnan. Pemerintah meminta seluruh persoalan di lapangan segera diinventarisasi secara detail agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Kami hadir untuk memastikan seluruh program pusat benar-benar berjalan di daerah. Semua kendala harus segera dibuka dan diselesaikan bersama agar masyarakat tidak terus menunggu kepastian,” tegas Drs. Imran, M.Si. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi aktif antara pemerintah daerah dan pusat, termasuk percepatan pelaporan data rumah rusak, persoalan lahan, hingga hambatan teknis lainnya.
Selain membahas penanganan bencana, pemerintah pusat juga mendorong percepatan sejumlah program prioritas di Pidie Jaya, di antaranya rehabilitasi Irigasi Cubo - Trienggadeng, pembangunan bendungan di Ulee Gle, serta rehabilitasi kawasan permukiman terdampak. Dirjen meminta seluruh program tersebut segera dieksekusi agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Karena Pemerintah pusat dan daerah diharapkan sinergi yang semakin kuat dapat mempercepat pemulihan kawasan terdampak, memperkuat pembangunan perumahan dan pedesaan, serta menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya secara berkelanjutan.
Bupati Pidie Jaya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang dinilai menjadi energi baru bagi daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Ia mengakui terdapat sejumlah kendala administrasi dan penyesuaian internal pemerintahan yang berdampak pada keterlambatan beberapa program, namun memastikan seluruh jajaran kini diperintahkan bekerja maksimal mengawal seluruh program pusat dan provinsi. “Kami berharap kehadiran pemerintah pusat membawa kemudahan dan percepatan bagi penyelesaian seluruh persoalan masyarakat terdampak. Pemerintah daerah siap mendukung penuh seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti kondisi Sungai Krueng Meureudu yang terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Bencana susulan dilaporkan telah terjadi hingga empat kali dan menyebabkan lumpur kembali masuk ke permukiman warga di 18 desa yang berada di sepanjang aliran sungai. Meski pemerintah daerah telah beberapa kali melakukan pembersihan lumpur, kondisi tersebut terus berulang akibat tanggul sementara yang dibangun menggunakan pasir kembali amblas diterjang arus. Karena itu, pemerintah daerah mengusulkan penanganan permanen menggunakan batu gajah agar masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
(CM)
Sumber Berita dan foto foto: Prokopim/Yuni.

