Turnamen ‘Liga Dua Ribe Cup’ ke-5 Bergulir di Gampong Mns .Jurong Teupin Pukat”
MEURAH DUA PIDIE JAYA – Gemuruh teriakan penonton bercampur aroma tanah sawah yang mengeras memecah kesunyian sore di Gampong Meunasah Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Hari Minggu (26/4/2026) menjadi saksi sejarah lokal dimana semangat olahraga dan kebersamaan tak terkalahkan oleh bencana. Turnamen bergengsi antar pemuda setempat, “Liga Dua Ribe Cup” ke-5, resmi dibuka, dengan keunikan yang tak ditemukan di tempat lain: lapangan bertitelkan sawah lumpur yang mengeras, bekas terdampak banjir bandang dahsyat tahun lalu.
Keuchik Gampong Mns. Jurong Teupin Pukat, Mulyadi Syarif, secara resmi membuka turnamen tersebut di hadapan ratusan warga dan enam klub peserta. Dalam sambutannya yang penuh kharisma, Mulyadi mengingatkan esensi utama dari kompetisi ini.
“Ini bukan ajang adu jotos, bukan tempat menyombongkan diri. Lapangan ini dulunya adalah sawah yang hancur, tapi kini kita hidupkan kembali menjadi arena silaturahmi. Mainlah dengan hati, jaga sportivitas. Untuk penonton, dukung tim kesayangan dengan tertib. Jangan sampai karena sepak bola, tali persaudaraan kita putus,” ujar Mulyadi tegas, disambut tepuk tangan meriah para pemuda dan panitia yang dipimpin Ketua Pemuda Nazaruddin serta Ketua Panitia Yusrizal.
Uniknya Lapangan, Bernostalgia dengan Kejayaan Masa Lalu
Sorotan utama turnamen kali ini bukan hanya pada pertandingan, tetapi pada lokasi lapangan. Berlokasi di area persawahan yang pada tahun lalu menjadi langganan banjir bandang, kini tanah tersebut tertimbun lumpur tebal dan setelah sekian bulan, mengeras membentuk permukaan yang unik—tidak sekeras tanah biasa, namun tidak selicin rumput. “Inilah ciri khas kami. Licin tapi keras, panas tapi bersemangat. Para pemain harus ekstra hati-hati, karena satu tekel bisa membuat badang (badan) penuh lumpur kering,” kelakar Yusrizal.
Uniknya, turnamen ini juga menyimpan nostalgia pahit manis. Menurut penuturan sesepuh dan penulis sendiri, Gampong Jurong Teupin Pukat di masa jayanya dikenal sebagai “Gudang Pemain” untuk Kecamatan Metro Meureudu, bahkan Kabupaten Pidie kala itu (era kejayaan PSAP Sigli). Banyak pemain legendaris kelahiran gampong ini yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi. (TVC nama legenda klub Sepakbola Gampong Mns. Jurong Teupin Pukat)
Hasil Pertandingan Perdana: Tanpa Gol, Tapi Penuh Drama
Laga pembuka yang digelar tepat setelah shalat Ashar mempertemukan dua tim dari Pool A: Madrid Legend vs Tuha Layee FC. Pertandingan berlangsung sengit di bawah terik matahari sore. Meski sama-sama menekan, skor akhir harus berakhir imbang tanpa gol (0-0). Kiper kedua tim menjadi bintang lapangan, berulang kali menggagalkan peluang emas yang sempat menciptakan deburan penonton.
“Hasil imbang ini justru bagus. Semua masih punya peluang. Besok baru terlihat taji sebenarnya,” ujar Yusrizal setelah pertandingan.
Jadwal Besok dan Menanti Juara Final
Persaingan masih panjang. Turnamen yang diikuti oleh 6 klub yang terbagi dalam dua pool ini akan terus bergulir. Susunan lengkap klub adalah:
· Pool A: Madrid Legend, Tuha Layee FC, Rampheut FC
· Pool B: Kuwah Tuheh FC, Geuteum FC, Beulumba FC
Dijadwalkan untuk hari Senin (27/4/2026), pertandingan sengit dari Pool B akan menyuguhkan laga pembuka antara Kuwah Tuheh FC vs Geuteum FC. Selanjutnya, pertandingan akan berlanjut hingga babak final yang rencananya digelar pekan depan.
Panitia berharap cuaca mendukung, karena jika hujan turun, lapangan lumpur bekas banjir ini akan berubah menjadi “lautan kecil” yang kembali menguji nyali para pemain. Namun, bagi warga Jurong Teupin Pukat, itulah pesona sepak bola rakyat: keras, jujur, dan penuh tawa.
Penutup: Ribee Cup ke-5 bukan hanya mencari juara, tetapi membuktikan bahwa dari timbunan lumpur bencana, semangat pemuda tetap membara. (CM)










