27 Juni 2026 : Merawat Rumah, Merawat Kenangan.

in Steem SEAlast month

Hari ini menjadi hari yang penuh nostalgia sekaligus melelahkan dengan cara yang menyenangkan. Saya bersama Ibu, Abang, dan satu adik perempuan saya memutuskan untuk pergi ke tanah air almarhum Ayah di Desa Cot Raboe Tunong. Tempat ini adalah tanah kelahiran almarhum Ayah, di mana beliau meninggalkan sebuah rumah hangat dan hamparan kebun yang menyimpan begitu banyak cerita masa lalu.


Potret Tampak Depan Rumah

​Sudah sekian lama kami tidak berkunjung ke sana. Akibatnya, rumput-rumput liar di halaman depan, samping, hingga belakang rumah mulai tumbuh meninggi dan tak beraturan. Kedatangan kami kali ini memang sengaja untuk mengurus dan membersihkan kembali rumah peninggalan tersebut, agar kondisinya kembali terawat, bersih, dan tampak lebih hidup.

​Saat melangkah masuk, ingatan saya langsung terlempar ke masa lalu. Begitu banyak kenangan manis yang tertinggal di setiap sudut dinding rumah ini. Sekitar tahun 2010 silam, almarhum Ayah membeli rumah ini. Sejak saat itu, hampir setiap tahun, mulai dari tahun 2010 hingga lebaran 2026 kemarin, kami selalu konsisten untuk mudik ke sini. Menghabiskan penghujung Ramadan hingga merayakan hari kemenangan bersama di rumah ini telah membentuk memori indah yang tak ternilai harganya. Kenangan-kenangan harmonis dan hangat bersama Ayah begitu membekas, melekat erat, dan selalu hidup di dalam jiwa kami.

​Singkat cerita, sesampainya di Desa Cot Raboe Tunong, kami tidak langsung menuju ke rumah inti. Kami singgah terlebih dahulu di kediaman Nenek dari pihak Ayah yang lokasinya tidak jauh dari sana untuk bersilaturahmi. Kebetulan, kondisi fisik Ibu sedang kurang sehat hari ini, sehingga Ibu harus beristirahat di rumah Nenek dengan ditemani dan dijaga oleh adik perempuan saya.


Potret Ruang Depan Sebelum Dibersihkan


Potret Ruang Belakang Sebelum Dibersihkan

​Akhirnya, saya dan Abang berdua melanjutkan perjalanan menuju rumah peninggalan almarhum Ayah. Kami mulai membagi tugas dan membersihkan bagian dalam rumah satu demi satu, menyisir dari ruang depan hingga ke area paling belakang. Hampir lebih dari tiga jam kami berdua memeras keringat di dalam rumah. Sementara itu, untuk bagian halaman depan, samping, dan belakang rumah yang sudah semak belukar oleh rumput-rumput panjang, kami memutuskan untuk menggunakan jasa potong rumput agar dibersihkan dengan mesin. Rasanya tidak akan sanggup jika harus kami tebas secara manual karena sudah sangat rimbun.


Potret Ruang Depan Setelah Dibersihkan


Potret Ruang Belakang Setelah Dibersihkan

​Setelah seluruh bagian dalam rumah selesai dibersihkan, kami berdua beristirahat sejenak di selasar. Di sela-sela rehat itu, kami berbincang hangat, bernostalgia, dan sesekali saling melempar candaan. Oh iya, saya sampai lupa mengenalkan sosok luar biasa yang menemani saya hari ini. Beliau adalah Bang Khairul, abang kandung saya sendiri yang aslinya memang baik sekali (walau sesekali ngambekan hehe).

​Sore pun menyapa, menandakan seluruh pekerjaan kami telah usai dan kondisi rumah sudah kembali rapi. Kami bersiap untuk kembali ke rumah Nenek. Namun sebelum itu, kami menyempatkan diri singgah sejenak di tempat penjualan es kelapa muda. Rasanya luar biasa nikmat, seolah ion tubuh yang terkuras habis selama tiga jam tadi langsung terisi penuh seketika.


Potret Minum Es Kelapa Muda Bersama Bang Khairul


Potret Bada On Mancang, Makanan Legendaris

​Sambil menikmati kesegaran es kelapa, mata kami dimanjakan oleh hamparan pemandangan sawah yang hijau dan asri. Tak lupa, kami juga mencicipi makanan khas Bireuen yang sangat legendaris, yaitu "bada on mancang". Duduk santai menikmati es kelapa muda dingin ditemani gorengan hangat dengan pemandangan sore di pedesaan benar-benar sebuah perpaduan yang sempurna dan syahdu.

​Tidak terasa, langit mulai berubah warna dan waktu magrib pun hampir tiba. Kami segera bergegas kembali ke rumah Nenek untuk berkumpul bersama keluarga besar. Begitulah cerita perjalanan saya hari ini. Sebuah hari tentang merawat peninggalan, sekaligus merawat kenangan indah yang tak akan pernah pudar.

​Terima kasih banyak untuk kamu yang sudah menyempatkan singgah dan membaca catatan diary ini sampai selesai. Sampai berjumpa lagi di postingan-postingan cerita saya selanjutnya!

Posted using SteemMobile

Sort:  
 last month 

I highly appreciate all your support