Thediarygame, Jum’at, 5 Juni 2026 | Pertandingan Sepak bola Eksebisi Mantan PSMS versus Poldasu
Hello rekanku steemian, peu haba (apa kabar :bahasa Aceh), semoga sehat dan tetap semangat menuliskan kisah diri. Jika sekali-kali kendor, ya, wajarlah. Tapi, tak apa, menulis lagi semampu kita. Nah, Aku bangkit lagi dan beginilah oretan kisahku.
Sepak bola adalah salah satu olahraga yang merakyat dan banyak digemari orang. Bagi pemain bola akan terus berlatih untuk kematangan dan kemampuan diri pada saat usia muda. Ketika usia tua, para pemain bola pun masih ada yang berlatih dan bermain bola dengan penuh semangat. Kegiatan ini tergolong pemain tua (gayek) atau disebut Old Star. Nah, salah satu tim old star yang rutin latihan di Medan adalah tim Mantan PSMS. Latihan seminggu dua kali, yaitu, Jum'at pagi main dilapangan Minisoccer, Helvetia dan Minggu pagi, dilapangan Gajah Mada, Krakatau, Medan.
Untuk menambah kemampuan pemain dan membangun silaturahmi maka dilaksanakan pertandingan persahabatan dengan tim lainnya. Nah, tim Mantan PSMS, mendapatkan undangan untuk bertanding dengan tim Poldasu sebelum pertandingan final sepakbola antar instansi di Jajaran Poldasu. Tepatnya, pada tanggal 5 Juni 2026, pukul 15.00 WIB, dilapangan Poldasu. Kegitatan ini telah jauh hari diinformasikan kepada seluruh pemain untuk hadir me yambut undangan ini.
Waktu perjalan pelan, tibalah hari yang dinantikan. Kebetulan bertepatan di hari Jum’at. Ada yang berangkat mendahului sebelum.salat Jum’at dan salat di Masjid Hidayah Poldasu. Ada juga usai salat Jum’at. Aku, adalah salah satu yang berangkat usai salat Jum'at, dikarenakan harus mengisi acara sebagai Khatib di Masjid Al-Abrar Mako Kodaeral I Belawan.
Pelaksanaan salat Jum’at selesai, Aku memacu mobil menuju Kantor Poldasu. Perjalanan agar lebih cepat melewati jalan Tol. Masuk dari pintu Tol Belawan dan keluar pintu Tol Amplas. Suasana jalan raya amplas agak macet. Mobil arah menuju ke kantor Poldasu. Sekitar sepuluh menit akan tiba di lokasi sesuai petunjuk google maps. Beberapa menit mobil memasuki belokan kekanan dan setelah itu mobil mengikuti jalan agak rusak me uju kantor Polda. Aku masuk lewat belakang dan jalan yang dilewati tanah agak berlumpur sebelum tiba ditanah aspal. Setelah bertanya di pintu penjagaan dengan pak Polisi maka.diarahkan jalannya, hatiku mulai tenang dengan mengikuti petunjuk yang diberikan. Aku melihat lapangan hijau yang tak sesuai aturan normal. Rumputnya lebat dan tertanam rapi tak panjang. Kemudian mobil Aku parkirkan dihalaman gereja.
Aku sudah turun dari mobil. Cuaca siang itu panas, bahkan cukup panas. Aku melihat lapangan masih sepi. Ada beberapa teman terlihat menuju ke salah satu tempat. Ada bang Raja dan beberapa rekan lainnya. Berjalan kaki menuju arah Gor Presisi. Aku berjalan menuju ke arah tenda dengan sambil melihat-lihat indahnya air mancur. Di bawah tenda ada beberapa kursi dan meja tersusun. Dan, pak Wito dengan panitia lainnya sudah stanby. Ternyata rekan-rekan sebagian telah berkumpul di kantor Dirsamapta Poldasu. Aku diantar kesana dengan salah satu anggota Polda menggunakan motor Nmac. Tak berselang lama Aku bergabung dengan rekan-rekanku lainnya disebuah ruangan lantai dua.

Posko tim mantan PSMS sebelum bertanding
Ternyata dilantai dua ruangan kantor Dirsamapta Pildasu telah banyak rekan-rekan lainnya. Suasana sangat ramai penuh keceriaan. Tertawa sambil sekali waktu bercanda saling menyentuh rasa. Ruangan ini posko sesaat untuk tim Mantan PSMS. Ada tang awal datang sebelum salat Jum’at makan bareng nasi kotak plus minuman mineral. Aku dan rekan-rekan yang datang setelah salat Jum'at maka kelompok kedua makannya. Sambil makan dielingi dengan berbagai informasi buat kita semua. Mulai kegiatan kedepan tentang pelantikan Pengurus Mantan PSMS terkini. Penekanan agar semua untuk hadir pada acara yang bersejarah ini, tentunya akan dibagikan kaos untuk perorang.
Waktu terus berjalan, sesaat lagi pertandingan persahabatan akan berlangsung. Aku mendengar tim Poldasu sudah berpakaian lengkap dan telah hadir dilapangan. Tim mantan PSMS dibagikan kostum kebanggaan berwarna hijau kepada para pemain dan tentunya dicatat siapa saja yang menggunakan kostum kebanggaan ini. Anjuran semua pemain harus sudah berpakaian lengkap turun dari lantai dua ini. Satu persatu pemain mulai turun dan menuju halaman kantor. Aku pun turun setelah menjalani perjuangan berat menggunakan sepatu yang rada sempit. Mau bungkuk tertahan perut. Ya, dipijak-pijak secara perlahan dan akhirnya bisa dipakai setelah dibantu oleh salah seorang anggota polisi. Ternyata, kami semua akan diangkut kelapangan dengan menggunakan bus. Layaknya pemain profesional.





Tim Mantan PSMS tiba dilapangan
Semua pemain sudah berada dalam bus. Kami hanya mengikuti pertandingan eksebisi dengan tim Poldasu, sebelum pertandingan final sepakbola dijajaran Poldasu antara Tim Brimobsu dan Polres Toba. Suasana didalam bus penuh keceriaan. Pastilah saling bercanda plus sedikit godain teman lainnya tak pernah terlewatkan. Inilah salah satu bagian sehat hati dan jiwa yang memperkuat silaturahmi. Intinya, ramai selalu dimanapun berada dan berkumpul para pemain mantan PSMS ini. Hanya sesaat saja kami telah tiba dilapangan.. Sekali lagi bahwa kami bagaikan pemain tim Liga Nasional yang mengikuti pertandingan penting dengan diantar menggunakan bus. Satu persatu pemain turun dari bus dengan gayanya masing-masing nan unik. Wow, keren bin beken. Mamayo.
Wasit mulai meniup pluit untuk menginformasikan para pemain untuk memasuki lapangan sepak bola. Para pelatih atau manajer menyusun kekuatan pemain yang hendak turun dan berjuang dilapangan hijau. Foto bersama-sama semua pemain mantan PSMS. Pemain terpilih untuk turun di babak pertama sudah siap tampil. Ada bang Iwan Karo-Karo sebagai Jenderal lapangan hijau, ada Bang Sunardi A bek tangguh dizamannya. Ada juga bang Musimin, pemain lincah saat muda usia, dan beberapa pemain mantan PSMS top lainnya pada usia muda. Para tim melaksanakan foto bersama. Sang Kapten dipanggil oleh wasit untuk menerima wejangan atau aturan permainan. Pokoknya keren.


Pemain masuk dan foto bareng di lapangan
Tepat pukul 15.00 WIB, pertandingan akan dimulai. Para pemain masuk kelapangan bagaikan tim Liga I yang akan bertanding. Jalan berbaris memasuki lapangan dan foto bersama. Cuaca siang itu sangat panas menyengat. Pastilah lebih cepat lelah. Lapangan bukan ukuran standar, lebih panjang. Agak dekat untuk tendangan pojok. Bagi pemain cadangan duduk dibawah tenda dan permainan disaksikan oleh para anggota polisi. Suatu kebahagian bagi pemain muda dapat langsung melihat para pemain legenda PSMS Medan. Adapun yang menjadi reporter adalah, Bang Wito, seorang reporter kondang, dengan kalimat saktinya mamayo. Beliau sering tampil menjadi reporter pada pertandingan untuk meramaikan dan mengiringi pertandingan dengan gaya khas semangat dan sekali waktu kalimat-kalimat lucu yang disampaikan.
Pertandingan babak pertama dimulai saat tiupan pluit awal dari sang wasit dikumandangkan. Awalnya pertandingan berlangsung sedang Perlahan agak tinggi tensi serangan. Serangan silih berganti tak terbendung. Awal-awal, tim mantan PSMS menguasai pertandingan. Operan bola-bola pendek yang terarah dan terukur dari pemain mantan PSMS, mampu membuat repot tim Poldasu yang materinya agak lebih muda. Sang Jenderal lapangan tengah, Bang Iwan Karo-Karo sangat menguasai lapangan tengah. Beberapa kali serangan gagal belum mampu mengoyak jala kiper tim Poldasu. Tim Poldasu yang di komandoi Bang Kompol Bambang Tarigan mampu memberikan perlawanan dengan penuh semangat membalas serangan. Beberapa kali gawang mantan PSMS terancam, tendangan jarak dekat dan jauh membombardil gawang mantan PSMS yang dikawal oleh bang Irfan. Namun semuanya tak membuahkan hasil alias nihil karena semuanya dapat ditepis hebat oleh penjaga gawang ini. Luar biasa perjuangan kiper menghalau bola maut serangan dari tim Poldasu.
Sekali waktu kita melihat para pemain gaek terjatuh. Ya, kadangkala benturan dan juga jatuh sendiri karena ketidakseimbangan membawa tubuh yang gembul alias gemuk. Tiba-tiba tim PSMS menyerang cepat. Bang Nasib Riyadi berjibaku berusaha melesakkan bola ke gawang musuh. Belum mampu karena ketat dankokohnya tembok penjagaan tim Poldasu. Namun, tim Poldasu agak lengah, dan pada situasi sulit tiba-tiba Bang M. Sidik melesakkan bola dengan tendangan gledeknya. Ternyata, kiper tak menyangka arah bola dapat masuk kedalam gawangnya. Sang kiper tak ada reaksi karena mungkin yakin bolanya melambung tinggi diatas mistar. Suasana gembira dan bahagia dari tim Mantan PSMS saat tendangan Bang M. Sidik membuahkan gol indah. Skor menjadi 1-0 dibabak pertama.
Babak pertama pun berakhir. Waktu bermain 2 x 25 menit. Cuaca masih panas membara. Cepat lelah pastilah tak terhindarkan. Maklumlah sudah tua. Tim pertama hampir sebagian besar diganti. Aku main di babak kedua. Cuaca panas bukan menjadi alasan untuk tidak semangat bermain bola. Aku mencoba bermain indah dengan satu sentuhan. Sekali-kali dengan rekan lainnya bermain ala Barcelona, yang terkenal taka-tiki. Beberapa kali kita menyerang dari sayap. Dan, beberapa kali tendangan bang Wiro tak membuahkan hasil. Padahal beliau mampu berlari kencang dan melepaskan diri dari pemain bawah musuh. Nanun karena kurang sabar, dari jauh jarak shooting, maka sia-sia tak berarah.
Bang Abdul Syukur yang posisi disayap kiri pun tak kalah semangat mengiring bola mencoba melewati back kanan musuh, belum berhasil hingga beliau terjatuh. Tim Poldasu tak kalah hebat, dengan bertambah amonisi baru, bang Imam Faisal (mantan PSDS) dan Kombes Pol Andi, beberapa kali mengancam gawang tim mantan PSMS. Hampir saja Pak Andi membuat gol namun karena keseimbangan tubuh tak terkontrol, beliau terjatuh maka tak jadi gawang yang dijaga bang Darmayadi aman. Usaha ini masih tak ada hasil. Kiper gaek, bang Darmayadi pun tak kalah hebat mampu menghalau bola hingga jatuh bangun dan hampir wajahnya mencium tiang gawang. Serangan tim Poldasu gagal total, dan akhirnya wasit meniup pluit terakhir dan skor masih 1-0, untuk kemenangan tim Mantan PSMS. Pertandingan yang luar biasa.
Semua pemain saling berjabat tangan dengan penuh keceriaan. Tubuh lelah sangat terlihat. Usia boleh tua, namun semangat muda belumlah sirna. Semua pemain mantan berkumpul dibawah tenda sambil bercerita ceria setelah menikmati pertandingan eksebisi ini. Pertandingan cukup melelahkan dan membahagiakan. Intinya, selain berolahraga maka silaturahmi pun terbina indah. Ada beberapa mantan menyaksikan pertandingan babak final pertandingan sepakbola antar jajaran Poldasu. Ada juga beberapa menit kemudian kembali dengan agenda kegiatan lainnya yang sudah terencana. Semoga pertandingan persahabatan ini dapat terulang kembali.
Dirgahayu Kepolisian Republik Indonesia ke - 80 tahun 2026 dengan tema, Polri Untuk Masyarakat.
Mantan PSMS Do the Best
Semangat dan sehat ya rekan-rekan. Jangan lupa bahagia. Sekali lagi usia boleh tua, semangat forever muda.
Salam semangat dari Medan @hoesniy






Mantap...
Tks adoe