Thediarygame, Minggu, 2 Agustus 2026 || Car Free Day Kodaeral I, Do the Best
Hello rekan-rekan steemian, semoga sehat dan bahagia selalu. Hampir dua pekan Aku tak menoreh tinta berita menarik dan bermanfaat. Kali ini Aku coba menuangkan kisah seputar kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Komando Daerah Angkatan Laut. Selamat menikmati ya!
Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) diperingati setiap tanggal 10 Agustus, Bapak Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan kelahiran Kodaeral pada tahun 2025. Nah, pada tahun 2026 ini, Kodaeral memperingati hari ulang tahunnya yang ke-1. Tentunya banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap Kodaeral. Untuk diketahui Kodaeral di jajaran TNI Angkatan Laut ada empat belas. ÀNantinya, puncak pelaksanaan HUT di Kodaeral VI yang home base nya di Makasar.
Aku yang berdinas di Kodaeral I, ikut serta memeriahkan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya yang paling meriah dan menyedot banyak masyarakat adalah Car Free Day. Pelaksanaan Car Free Day pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 di Lapangan Bakti, Pelindo, Belawan.
Berita akan dilaksanakan kegiatan ini sudah jauh hari mengudara. Aku yang rutin setiap Minggu pagi latihan sepak bola bersama Mantan PSMS Medan, kali ini istirahat sejenak. Aku hadir acara di kantorku. Kantor kebanggaan, Kodaeral I Belawan. Kegiatan di pagi hari, untuk tidak terlambat maka perginya harus lebih awal. Lebih baik menunggu daripada terlambat.
Usai salat subuh, Aku segera persiapan. Biasanya ke kantor Aku lewat jalur KIM Mabar, menempuh jalur Tol agar lebih lancar perjalanannya. Namun untuk menikmati udara dan suasana jalan pagi hari, Aku mencoba lewat jalur bawah (umum), jalur yang dilewati mobil angkot (angkutan kota), truk kontainer, mobil tangki, bus Trans Metro Deli atau layanan bus listrik Medan, yang kini juga sedang dikembangkan melalui proyek BRT Mebidang (Medan, Binjai, Deli Serdang) dan lain-lain.
Sekitar pukul 06.15 WIB, Aku meninggalkan rumah. Mobil Aku pacu lamban. Agak santai. Waktu masih panjang. Memacu mobil sambil menikmati suasana pagi, sambil mengejar mentari yang perlahan akan terbit setelah bulan tengelam dan akan bersenda gurau dalam peraduan menanti jadwal untuk muncul kembali menyinari malam. Jujur, suasana pagi lalu lintas agak sepi. Mungkin karena masih pagi atau hari Minggu, belum banyak aktifitas.
Mobil terus berpacu. Mengejar waktu. Sekali-kali pedal gas Aku injak tinggi, mobil seakan mengejar bayangan. Daya juang ikut naik. Saat tiba di daerah Simpang Kantor Aku melihat pemandangan menarik yaitu ada beberapa bus Trans Metro Deli yang parkir disisi kanan jalan. Aku tak faham apakah ada pos parkir atau halte khusus. Yang Aku tahu hanya di Belawan dekat kantor Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), pada sisi jalan banyak yang parkir sambil menunggu penumpang.
Aku telah jauh meninggalkan rumah. Mobil memasuki area labuhan. Jalan makin sempit. Jika berpapasan dua mobil besar maka tertutup sempurna badan jalan. Perlu sikap kehati-hatian agar terhindar dari kecelakaan. Aku juga melewati Depot Pertamina Belawan yang berlokasi di Labuhan Deli. Aktifitas masih terlihat santai. Mungkin juga masih pagi. Tak terasa Aku hampir tiba dilokasi. Aku tak menempuh jalur jl. Sumatera Belawan. Pastilah ada petunjuk tak boleh memasuki area tersebut karena nantinya lokasi itu di pergunakan untuk beberapa rangkaian kegiatan. Aku lewati jalan kampung yang akan mengarah tembus ke kantor Pomal. Aku akan parkir kendaraan disana, dan, lokasi kegiatan tepat dibelakang kantor Pomal. Aku tiba pukul 06.40 WIB.
Mobil sudah diparkirkan pada halaman belakang kantor Pomal. Ijin sudah Aku mintakan. Kebetulan jumpa Wadan Pomal, Ltk Laut (PM) Syahrudin, S.Pd, latingku. Kami ngobrol sesaat sebelum masuk ke arena acara. Suara gemuruh keramaian mengalir terdengar. Kami beranjak menuju lokasi. Tampak panggung berdiri gagah di tengah lapangan bola. Lapangan Bhakti yang merupakan lapangan jantung hati warga Belawan. Lapangan yang sering dipergunakan para generasi muda pemain bola Belawan sekitarnya. Lapangan ini menjadi satu-satunya lapangan idola bagi pemain bola. Ya, lapangan yang sudah pantas dipergunakan untuk berlatih dan dibuat pertandingan. Untuk kedepan lapangan ini perlu perawatan agar tampilannya lebih baik dan nyaman dalam bermain bola.
Aku sudah tiba dibawah tenda. Ada beberapa meja bulat yang dikelilingi kursi futura yang diselimutkan kain putih. Ada beberapa PJU dan Kadis duduk dan disisi lain Komandan dan Pak Walikota Medan pun asyik bercerita. Masih ada waktu bergurau dalam cerita sambil minum serta makan snack yang panitia siapkan. Aku duduk disisi kanan Bapak Ir Kodaeral I. Satu meja ini ada Aslog, Kadiskes, Kadisinfolahta, Pok Sahli C Straops dan Komandan Sathantai Kodaeral I. Suasana sangat akrab dan terlihat guyup. Apalagi ada Bapak Ir, maka suasana menjadi ceria dengan kisah-kisah yang beliau komunikasikan. Komunikasi yang komunikatif.
Warga semakin hari semakin ramai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Car Free Day. Dari segenap lapisan dan umur hadir. Penerimaan kegiatan ini oleh warga Belawan sekitarnya sangat positif. Selain olahraga bersama mereka satu dengan lainnya akan terjalin silaturahmi. Asyik bukan? Acara akan dimulai. Terlihat para wanita pelatih senam bersiap-siap tampil. Pada kegiatan ini para Ibu-ibu Jalasenastri ikut serta dalam rangkaian kegiatan dan berkolaborasi senada akan dilaksanakan Hari Ulang Tahun Jalasenastri ke - 80, 27 Agustus 2026. Senam belum dimulai karena akan dilaksanakan terlebih dahulu kegiatan ceremonial.
Awal acara setelah dibuka oleh Master of Ceremony adalah sambutan Walikota Medan, Bapak Rico Waas. Pak Wali yang muda dan enerjik ini dalam sambutannya menyampaikan, "atas nama pemerintah kota Medan dan pribadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komandan Kodaeral I Belawan. Acara luar biasa dan menjadi sejarah karena baru kali ini terselenggara Car Free Day di Belawan. Nantinya akan membawa dampak yang baik bagi kita semua, yaitu pesan tentang kesehatan, olahraga dan komunitas."
Beliau menambahkan bahwa,"Kita bisa bertemu dengan masyarakat, bersosialisasi dan saling berinteraksi. Pesan pentingnya adalah Car Free Day tidak hanya ditengah kota Medan, tapi juga di Utara kota Medan, yaitu Belawan. Harapan tertinggi adalah sering-sering kita buat seperti ini, karena tentunya semua dapat merasakan kebahagiaan dimanapun yang ada dikota Medan. Mudah-mudahan acara ini bermanfaat dan kami pemerintah kota Medan siap mensupport acara-acara seperti ini dan akan direncakan semakin baik lagi, apa yang dibutuhkan untuk kita membangun acara-acara yang lebih kreatif, lebih menyenangkan. Kita akan terus membuat Belawan terasa lebih nyaman dan masyarakatnya juga terus ikut berbahagia bersama-sama."
Sambutan pak Walikota selesai yang disambut applaus tepuk tangan dari para hadirin yang berhadir. Kini, dilanjutkan sambutan oleh Komandan Kodaeral I Belawan, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P, M.A.P. Beliau menyampaikan,"bukti nyata bahwa semangat menjaga kawasan maritim, khususnya wilayah di Belawan ini akan terus tumbuh dan semakin kuat. Kegiatan yang dilaksanakan hari memiliki makna yang istimewa karena menjadi momentum karena memperingati hari dua besar sekaligus yaitu pertama memperingati Hari Ulang Tahun yang ke - 81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan kedua adalah Hari Ulang Tahun yang pertama kali Kodaeral I Belawan yang saya pada kesempatan 10 Agustus 2025 resmi dilantik oleh Bapak Presiden dan Kodaeral I mengantikan organisasi lama yaitu Lantamal I. Kemudian juga memperingati Hari Ulang Tahun ke - 80 Jalasenastri, ibu-ibu pendamping para prajurit Jalasena di Angkatan Laut."
"Momentum ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan, memperkokoh kedaulatan negara, terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Peringatan ini merupakan tonggak awal daripada Kodaeral I dalam memperkuat memberikan kontribusi kepada pertahanan maritim untuk menjadi mitra strategis seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan wilayah perairan yang aman, bersih dan produktif," jelas Komandan.

Komandan Kodaeral I menerima plakat dari PMI
Setelah sambutan Komandan Kodaeral I menerima plakat atau cenderamata dari instansi Palang Merah Indonesia, yang pada kesempatan ini ikut serta berkolaborasi dengan TNI AL mensukseskan kegiatan donor darah. Sebelum turun dari panggung untuk mengikuti senam bersama terlebih dahulu para pimpinan instansi militer maupun sipil melaksanakan foto bersama. Foto yang penuh makna dan keakraban serta kolaborasi hebat.
Matahari perlahan meninggi. Cahaya mentari terasa memancarkan ketubuh. Menjadi vitamin penyemangat untuk berolahraga, ya, olahraga senam bersama. Peserta senam telah tersusun rapi. Pelatih senam ada yang naik diatas panggung dan juga menjadi pemandu di bawah. Suara musik yang iringi lagu perlahan mengoyang peserta. Sekali waktu gerakannya cepat mengikuti gerakan lagu. Pastinya sang penuntun penuh gairah dan semangat meminpin. Ada yang mengikuti sesuai senam yang dimainkan. Ada juga yang mencoba impovisasi sendiri gaya gerak senamnya. Pokoknya gerak. Nah, ada juga yang santai gerakannya sambil ngobrol dan memainkan handphone untuk mengabadikan momen bersejarah ini. Intinya, bergerak dengan segala daya upaya dalam rangka meningkatkan kebugaran dan kesehatan serta kebersamaan dalam mengolah ragakan masyarakat dan me-masyarakatkan olahraga.

Warga foto dengan Dankodaeral I dan Walikota
Tak berselang lama senam selesai. Acara selanjutnya adalah jalan sehat alias jalan santai untuk sehat. Acara ini agak tersendat sejenak pelaksanaannya. Bukan karena panitia tidak mampu menghitung waktu, akan tetapi karena Pak Walikota dan Komandan Kodaeral I dimintakan oleh warga untuk foto bareng. Menjadi artis dadakan bahasa kerennya. Masyarakat dengan penuh antusias berfoto dengan pemimpinnya, dan, dengan gaya kepemimpinan yang low profile, warga dapat berfoto dengan pemimpin idolanya.
Menghibur warga dengan menerima ajakan berfoto terlaksana dengan baik. Kemudian Komandan, Pak Wali beserta pimpinan stakeholder maritim menuju lokasi pelepasan gerak jalan. Semuanya telah disiapkan peserta dengan baik dan Komandan beserta Pak Walikota melepasakan peserta dengan mengangkat bendera start. Suasana ramai dan bergemuruh terlihat dan terdengar jelas. Penuh kegembiraan dan keceriaan. Secara bergerombol namun tertib semua peserta berjalan serempak. Keluar dari lapangan Bhakti butuh kesabaran karena agak sempit. Usai memasuki pertigaan disamping Sekolah SMP Swasta 1 Hang Tuah jalan lebar. Para pejalan kaki lebih leluasa menikmati kebahagian ini. Sampai ke pertigaan jalan dekat Kantor Dinas Perbekalan Kodaeral I, arah belok kanan dan lurus sekitar dua ratus meter pertigaan belok kiri. Tepat didepan kantor Pomal. Kemudian lurus dan memasuki jalan perkampungan.
Jalan ini agak sempit. Pak Wali sambil berjalan sehat dapat menyaksikan langsung kondisi warganya yang tinggal di Belawan dan lorong-lorong sempit. Rombongan telah melewati rumah warga dan rumah prajurit Kodaeral I yang ada di Belawan. Kemudian melewati jalan didepan kantor Kodaeral I. Para pejalan sehat masih sangat antusias dan bersemangat. Setelah melewati kantor Kodaeral I, pada penghujung jalan belok kiri menuju jalan Sumatera. Nah, inilah rute jalan terakhir yang ditempuh. Tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 20 menit saja.
Saat memaasuki area utama yang ada panggung hiburan disebelah kiri jalan kita disambut oleh permainan seni Reog Ponorogo. Musiknya yang awal terdengar dan pelaku Reog masih bawa alat peraganya. Sesaat lagi ditengah kerumunan mereka tunjukkan penampilan dahsyatnya. Pasti seru. Perlahan pemain menyiapkan diri. Mereka dengan penuh gembira menghibur dan warga yang menikmati pun akan terhibur dan terpesona. Pengembangan seni Reog ini yang dilakoni oleh adik-adik remaja patut mendaptakan acungan jempol. Siapa lagi kalau bukan generasi muda yang ikut serta membudayakan
seni Reog ini.
Aku masih berjalan sambil lihat keadaan. Saat Aku berjalan dan melirik kesebelah kanan, wow, kaget di buatnya saat melihat sikap berani yang ditunjukkan oleh seorang gadis dengan melilitkan ular besar berwarna kuning pada tubuhnya. Aku tak faham apakah namanya ular ini. Mungkin saja ular phiton yang kulitnya berwarna kuning keemasan. Aku tak mendekat dan hanya melihat dari jarak dua meter atraksi kebenaran sang gadis ini. Ngeri dan geli dibuatnya. "Nekad juga sigadis ini," gumamku dalam hati. Ya, sekali-kali saat ular bergerak gadis ini berteriak-teriak. Hahahaha..ono-ono wae.

Warga membeli makanan dan minuman
Suasana di jalan Sumatera sangat ramai. Penuh sesak warga. Apalagi di lokasi terdapat kegiatan UMKM dengan menjual bahan-bahan sembako dengan harga murah. Berbondong-bondong warga menyerbu tempat penjualan. Laris manis dan sangat mengobat hati warga yang dapat membeli sembako dengan harga murah. Bahan-bahan sembako tersebut seperti minyak goreng, beras, gula, makanan ringan dan lain sebagainya. Stand UMKM yang banyak dikinjungi adalah yang ada tertulis gratis untuk umum. Selain stand warga ada juga stand Primkopal dan stand ibu-ibu Jalasenastri Kodaeral I.
Oh iya, dilokasi kita dapat melihat stand
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan yang menyampaikan tentang prosedur membuat paspor. Kantor Imigrasi ini sebelumnya di jl. Serma Hanafiah Belawan dan saat ini kantornya baru yang berlokasi jl. Karo Belawan. Masyarakat pun sangat antusias mendengarkan informasi yang bermanfaat ini. Aku pun mencoba merapat dan mendekat seakan sudah kenal dengan beberapa pemuda penjaga stand. Ternyata yang bertugas menjaga stand ada beberapa Taruna Imigras yang statusnya magang. Taruna imigrasi adalah peserta didik pada Politeknik Imigrasi (Poltekim), yaitu sekolah kedinasan resmi di bawah naungan kementerian yang mengurusi bidang hukum dan imigrasi. Setelah lulus, mereka diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pastinya didampingi oleh pegawai Imigrasi. Pantesan anak muda ini gagah, ganteng dan rapi, ternyata Taruna. Luar biasa. Mereka melayani dan menyampaikan informasi dengan ramah.
Keramaian masih terlihat. Kesibukan aktivitas tak terbendung. Kodaeral I membuka pengobatan gratis alias cuma-cuma bagi warga Belawan sekitarnya yang ingin berobat dan cek kesehatan. Para prajurit TNI AL yang bekerja di bagian Kesehatan dalam tanggungjawab Kadiskes bekerja penuh integritas dan totalitas. Ada juga kegiatan donor darah. Kegiatan ini kerjasama antara pihak Kodaeral I dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Medan. Prajurit TNI AL, ibu-ibu Jalasenastri dan warga sangat antusias mendonorkan darahnya. Tentunya tidak sembarang donor karena terlebih dahulu dilaksanakan pengecekan kondisi diri pendonor. Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan mulia yang bernilai ibadah. Adapun manfaatnya dapat membantu ketersediaan stok darah bagi yang membutuhkan dan menjaga kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah serta mengetahui status kesehatan melalui pemeriksaan rutin sebelum donor. Kita ketahui bahwa Motto atau slogan donor darahyang utama saat ini adalah Satu Tetes Kemanusiaan. Donorkan Darah. Selamatkan Nyawa. Motto baik ini telah ditetapkan oleh WHO.
Setelah melihat-lihat kegiatan kesehatan Aku layangkan pemandangan kearah panggung. Panggung yang terletak ditengah jalan Sumatera digunakan untuk menghibur para peserta Car Free Day. Melepaskan penat dengan menyanyi dan berjoget riang bersama. Biduanita dengan suara emasnya melantunkan lagu hit dan warga bergoyang dengan penuh semangat. Didepan panggung disiapkan meja dan kursi untuk para tamu undangan sambil mencicipi makanan ringan dan minum air penyegar serta menikmati hiburan. Kegiatan ini sangatlah luar biasa. Baru kali ini kota Belawan melaksanakan Car Free Day yang dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik dan fantastis. Pak Walikota, sangat berterima kasih kepada Komandan Kodaeral I beserta prajurit yang mampu berkolaborasi melaksanakan kegiatan ini sehingga warga bahagia dan terhibur.
Semoga Kota Medan, khususnya Belawan q senantiasa kondusif dan warganya bahagia serta nyaman dan aman dalam setiap sisi kehidupan. Medan untuk semua. Bersatu dan berkolaborasi positif untuk membangun kota Medan yang kita cintai bersama. Kodaeral I sudah berbuat dan kedepan semoga akan muncul kegiatan positif lainnya yang digagas oleh pemerintahan Kota Medan dan para pimpinan stakeholder Maritim yang berada di wilayah kota Belawan.
Salam maju dan semangat dari @hoesniy
















mantap
Krue seumangat Adoe Meutuwah