Ekspedisi ke Aceh Timur yaitu acara Khanduri Maulid
Halo, para Steemian yang budiman!
Kali ini, aku mau berbagi cerita tentang suatu acara yang baru saja aku selesaikan. Suatu cerita ini aku mengarah dari Aceh Utara Indonesia, ke Aceh Timur Indonesia, buat mendatangi kegiatan yang sangat mulia Khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW di suatu Dayah kali ini bukan cuma tentang menempuh jarak, namun pula tentang mendekatkan hati, merajut silaturahmi, serta meresapi kedamaian ayo ikuti langkah aku lewat 3 momen yang sukses aku abadikan kali ini.
Dini Suatu Ekspedisi, Menjemput Berkah di tengah hujan di jalan Timur Tiap langkah ekspedisi yang diawali dengan hasrat ikhlas, merupakan ibadah itu sendiri
Gambar awal ini bisa jadi nampak simpel panorama alam dari kendaraan yang melintas tetapi, untuk aku, momen ini penuh dengan arti serta getaran hati ini merupakan detik- detik awal aku mengawali perjalanan darat mengarah Aceh Timur. Perasaan yang campur aduk antusiasme buat melihat langsung kemeriahan Khanduri Maulid, rasa haru sebab hendak berjumpa dengan keluarga besar Dayah, serta pula sedikit keletihan yang terbayar oleh panorama alam hijau yang menyegarkan mata.
Bayangan tumbuhan kelapa serta hamparan sawah yang terbentang di luar jendela bagaikan selawat alam yang mendamaikan benak aku melayang, membayangkan ribuan orang di segala Aceh lagi mempersiapkan kegiatan yang sama, menyanjung khanduri Muhammad SAW ini terasa semacam suatu prosesi penyucian diri saat sebelum hingga ke tujuan utama gemuruh mesin mobil serta desiran angin seakan mengiringi zikir dalam hati, menyempurnakan hasrat buat mendatangi majelis ilmu serta cinta.
Ini merupakan sebuah permulaan permulaan buat meresapi arti hakiki dari Maulid Nabi; ekspedisi raga yang merepresentasikan ekspedisi spiritual kita meneladani akhlak dia tiap km yang terlewati merupakan suatu doa, tiap tikungan yang dilalui merupakan suatu harapan supaya kita seluruh diberi kelancaran serta keikhlasan.
Kemeriahan serta Kehangatan Khanduri Maulid di Kediaman Keluarga Dayah Di terasa bukan semata- mata rempah, namun bumbu cinta dari tiap tangan yang memasaknya
Serta kesimpulannya, sampailah aku di tujuan. Gambar kedua ini menggambarkan saya yang sebetulnya dari ekspedisi ini Khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman keluarga Dayah, Aceh Timur yang begitu menghanyutkan! Bayangkan suatu ruangan dipadati oleh puluhan, apalagi bisa jadi ratusan orang. Wajah- wajah penuh sinar, tua- muda, duduk bersila berbaur tanpa sekat.
Yang unik serta membuat aku tersenyum merupakan penyajian hidangannya nampan- nampan besar berisi nasi serta lauk- pauk khas Aceh yang lezat, Perancis. Ya,Perancis! Bukan negeri di Eropa, tetapi suatu tradisi makan bersama yang begitu kental hendak nilai kebersamaan serta kesederhanaan duduk bersila, menyantap hidangan yang sama dari satu perancis menegaskan aku pada konsep ukhuwah islamiyah yang sebetulnya.
Suara lantunan salawat serta riwayat Maulid Nabi bergema, ritual syukur, suatu simbol persatuan, serta perwujudan dari silaturahmi yang diperintahkan dalam Islam. Rasanya, berkah kegiatan Maulid ini menyerap ke dalam tiap butir nasi yang kami santap. Kehangatan yang dialami bukan cuma dari gulai yang pedas, namun lebih dari senyum serta sapaan hangat keluarga Dayah yang menerima aku bagai kerabat sendiri.
![]() |
|---|
![]() | ![]() |
|---|
Singgah di Mercusuar Iman, Masjid Raya Kedai Panton Labu arsitektur yang menawan
Ekspedisi kembali tidak kurang ingat aku luangkan buat singgah serta memanjatkan syukur di suatu mahakarya arsitektur Masjid Raya Kedai Panton Lalu Serta gambar ketiga ini merupakan fakta kemegahannya. Subhanallah! Sangat menawan saja tidak lumayan buat menggambarkan keindahannya.
Bangunannya yang bercorak dominan serta dengan sentuhan emas, berdiri dengan gagah serta anggun. Kubahnya yang besar, dikelilingi menara- menara ramping yang menjulang besar, seakan jadi indikator sinar iman di tengah kota. Detil kaligrafi yang menghias bilik, ornamen geometris yang simetris, serta halaman yang tertata apik di sekelilingnya menghasilkan harmoni yang sempurna antara seni, ilmu, serta spiritualitas.
Terletak di taman masjid ini, sehabis lebih dahulu merasakan kemeriahan Khanduri di Dayah, membagikan kesan yang berbeda bila di Dayah aku merasakan kehangatan komunitas yang humanis, di mari aku merasakan keagungan serta ketenangan Masjid ini bukan cuma tempat shalat merupakan simbol keteguhan hati serta bukti diri warga Aceh yang masjid ini dia berdiri dengan megah, mengajak tiap orang yang melintas buat sejenak mengingat kebesaran Allah SWT.
Singgah di mari bagaikan penutup yang sempurna suatu pengingat kalau sehabis merasakan langsung kemeriahan syariat dalam kegiatan Maulid, kita kembali diingatkan pada hakikat keelokan serta ketundukan kita selaku hamba di hadapan rumah- Nya.
Jadi untuk kesimpulan nya Ekspedisi ke Aceh Timur buat Khanduri Maulid ini sudah meninggalkan kesan yang dalam dari permulaan yang penuh doa, kehangatan persaudaraan di atas Perancis sampai ketenangan agung di Masjid Raya Kedai Panton Labu. Tiap tahapannya mengarahkan aku tentang arti ukhuwah, ketulusan, serta keelokan iman.
Terima kasih sudah membaca cerita saya pada kali ini saya harap bermanfaat, lewat tulisan serta potret- potret ini,
Terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan juga dukungan dari tim lain dan semua itu tanpa dukungan saya tidak mungkin bisa mencapai semua ini saya mengucapkan rasa terima kasih 🙏.
Thanks everyone:
@steem-wariors







Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
🎉 Congratulations!
Your post has been upvoted by the SteemX Team! 🚀
SteemX is a modern, user-friendly and powerful platform built for the Steem community.
🔗 Visit us: www.steemx.org
✅ Support our work — Vote for our witness: bountyking5
Thanks you support @sduttaskitchen 🙏🤲