The Diary Game (26/03/2026) - Data input and verification activities for residents affected by hydrometeorological disasters
MEREKA yang saat ini mengajari kami untuk prihatin dan saling menolong diharapkan ikut serta memotivasi dan bekerja dengan serius bersamaan dengan slogan-slogan bernada religius yang terus dikumandangkan, juga berharap semoga kita senantiasa dalam barisan orang-orang ananiah, peduli dan taat pada hukum.
Manusia hanya mahkluk yang pintar merusak! Tapi tidak mampu menggantikan dan memperbaikinya. 39.687 hektar tutupan hutan di provinsi Aceh hilang sepanjang tahun 2025, dan secara akumulatif deforestasi alih fungsi hutan menjadi lahan sawit adalah penyebab utama terjadinya bencana banjir bandang dan longsor, bagaimana tidak, tutupan pohon yang hilang sejak 2002-2024 diperkirakan telah mencapai 860.000 hektar.
Masyarakat penerima imbas bencana merasakan satu jam bagaikan setahun, orang-orang yang tidak pernah mencicipi hasil apapun dari dosa-dosa manusia lainnya harus mengencangkan tali pinggang mereka dibawah tenda-tenda sempit, lembap dan berdebu, bayangkan bagaimana kehidupan mereka sejak akhir November 2025 lalu hingga saat ini? Sungguh mimpi buruk yang panjang, sedangkan kondisi beberapa wilayah terdampak pasca bencana di Kabupaten Aceh Utara masih belum dapat dipulihkan secara maksimal khususnya meliputi tiga sektor kerusakan skala besar, yakni:
- Permukiman penduduk
- Sarana dan fasilitas umum
- Lahan pertanian
Kami berupaya untuk tidak menyalahkan siapapun, namun fakta-fakta yang ada tidak dapat menutupi semua keserakahan manusia. Di kabupaten Aceh Utara saja lebih dari 3 ribu unit rumah warga hilang / hanyut dan 6 ribu lebih rumah dalam kondisi rusak berat. Alhamdulillah, Relokasi sebahagian besar warga terdampak bencana sudah diupayakan dan berharap progresnya dapat berjalan dengan maksimal.
Saya bukan kekurangan materi konten! jika sebahagian dari anda menganggap postingan ini hanyalah kisah berulang yang membosankan. Setidaknya menjadi pelajaran penting bagi saya pribadi bahwa musibah bukan hanya disebabkan oleh dosa dan maksiat tapi oleh kesalahan dan kebodohan umat manusia.

![]() | ![]() |
|---|---|
Tidak terlepas dari fenomena di atas, Hari ini (26/03/2026) saya kembali beraktivitas di pendopo Bupati Aceh Utara sebagai anggota tim input data, yakni melakukan pendataan terhadap warga terdampak bencana Hidrometeorologi khususnya dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Tujuan dari pendataan tersebut adalah untuk mengidentifikasi tingkat dampak bencana sekaligus memastikan warga-warga yang berhak menerima bantuan terhadap korban terdampak.
Sesuai perintah atasan, saya tiba di tempat kerja sekitar pukul 07.30 wib karena kami harus menerima arahan teknis sebelum bertolak ke pendopo bupati untuk melaksanakan tugas penginputan data. Tugas kami hanya sebatas menginput data warga terdampak bencana sesuai hasil identifikasi dan pendataan di lapangan oleh sejumlah relawan dibawah koordinasi pihak terkait lainnya.

Tim kami disediakan waktu istirahat selama dua jam dari pukul 12.00-14.00 wib untuk melaksanakan shalat dhuhur dan makan minum, saya memanfaatkan waktu longgar tersebut untuk membeli beberapa barang kebutuhan sehari-hari di swalayan Sabana yang berlokasi di Jl. Listrik. Selanjutnya saya menuju ke kediaman untuk beristirahat, melaksanakan shalat dhuhur dan menikmati makan siang bersama keluarga.
![]() | ![]() |
|---|---|
Sekitar pukul 14.00 wib saya sudah berada kembali di pendopo dan melanjutkan tugas Menginput data masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor khususnya sejumlah desa dalam wilayah terdampak. Bukan pekerjaan berat! namun tim kami harus memaksimalkan waktu penginputan dan verifikasi data secepat mungkin agar penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana dapat segera terealisasi secara akurat dan tepat sasaran.
Tampak sejumlah petugas yang terlibat dari seluruh instansi / OPD berkutat dengan perangkat labtob masing-masing dan didampingi langsung oleh pihak terkait lainnya sebagai unsur penanggungjawab atas kegiatan penginputan dan verifikasi data. Kegiatan ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari kedepan dan diharapkan dapat terselesaikan tepat waktu.

Disela-sela kegiatan tersebut pihak terkait (panitia) juga menyediakan minuman kopi dan teh untuk seluruh petugas penginput data. Penyediaan dua jenis minuman ini merupakan budaya khas masyarakat Aceh dan acap kali disajikan dalam kegiatan apapun baik rapat internal maupun dalam rangka penyambutan tamu.
Malam harinya selesai melaksanakan shalat isya saya keluar dari rumah menuju ke warung Stadium 4 untuk menikmati segelas kopi. Saya ingin membaca dan mengetahui "tentang apapun" yang "manusiawi" ketimbang terjebak dengan berita dan konten kecerdasan buatan (AI). Itu sebabnya saya selalu menggunakan "-AI" di akhir kalimat pencarian google. Saya juga membersihkan algoritma atau mengatur ulang preferensi di media sosial dan YouTube dari konten AI.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant







https://x.com/i/status/2038274136477413862
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated By @ heriadi
Terima kasih kanda @heriadi 🙏🙏