The Diary Game, June 29, 2026 | It's not the job that drains me, but giving inner peace to others

Hᴇʟʟᴏ Sᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ...
𝖡ukan hanya menguras energi, meja kerjaku pun tidak pernah sepi dari tumpukan kertas. Baru satu jam aku berada di kantor tapi otakku terasa seperti telah bekerja seharian penuh. Rapat beruntun kegiatan pengadaan tanah bukan hanya tentang penyiapan dokumen dan sisi teknis, namun tekanan emosional ketika menghadapi sejumlah perbedaan pendapat dari orang-orang yang tidak mungkin aku abaikan, ditambah lagi menganggurnya sejumlah besar sumber daya manusia karena mereka lebih memilih untuk menghindar ketimbang ikut membantu.
Pertemuan di Balai PKP di Banda Aceh beberapa hari lalu hanya membawa oleh-oleh berupa tambahan perkejaan yang kian rumit. Benar ! aku dan beberapa rekan kerja yang terlibat aktif bukanlah stakeholder yang harus bertanggung jawab secara langsung, namun sebagai staf justru posisiku seolah mesin penghancur dari setiap masalah dan keputusan.
![]() | ![]() |
|---|---|
Aku hanya sempat melihat tumpukan kertas di atas meja tanpa menyentuhkan karena harus menyiapkan Aula rapat yang akan dimulai sebentar lagi atau pada pukul 10.00 wib. Disana aku menyiapkan semua kebutuhan rapat seperti labtob, proyektor juga absensi rapat tentang konsultasi dan pengumpulan data pelaksanaan proyek DRIP daerah irigasi di Kabupaten Aceh Utara yang meliputi beberapa desa dalam tiga wilayah kecamatan.
..cerita ini mungkin tidak terlalu penting disini, tapi harapanku terlalu besar mendapatkan beberapa masukan positif yang dapat membantuku, ya! dengan menulisnya disini, mungkin unek-unek ini dapat mengobati tekanan emosional dan psikologisku saat ini.

..Rapat berlangsung dengan hikmah hingga pukul 13.00 wib, aku juga selesai mencatat beberapa poin penting untuk notulensi rapat. Tentu semua berharap yang tertulis dapat terlaksana dengan baik, dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan bijak dan tepat hingga terlaksana sesuai keinginan yang disepakati.
Seusai kegiatan rapat aku kembali ke ruang kerja, teman-teman memiliki kesibukan sendiri, mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama dengan kondisiku saat ini, karena yang membuat lelah bukanlah beban pekerjaan tapi mampu membuat atasan senang dan bahagia.
Bukan mengeluh! tapi setiap orang memiliki episodenya masing-masing dimana masalah terkadang datang diwaktu yang benar-benar tidak tepat. Dalam situasi ini aku memerlukan sosok yang mampu menerjemahkan makna "sabar" yang dapat diterima oleh akal dan perasaan, juga dapat memotivasiku agar dapat terus beraktivitas dengan nyaman dan bersemangat.
Aku kembali ke perangkat komputer untuk menyelesaikan ketikan notulen dan photo dokumentasi rapat sebelum mencetak (print). In My blood, Heavy atau Fake Smile mungkin judul lagu yang sangat tepat untuk aku dengar saat ini..

Lihat! aku selalu berusaha tersenyum tapi filter kamera tidak mampu mengubah wajahku agar terlihat sedikit lebih cerah dari raut lelah..🤣 ya, aku terus menghibur diriku dengan hal-hal yang dianggap bodoh. Aku pikir itu akan lebih baik ketimbang menyalahkan diri sendiri atau siapapun.
Aku selalu siap untuk tidak mengikutsertakan semua problem di tempat kerja ke rumah. Ya, aku akan baik-baik saja saat berkumpul dengan keluargaku. Ini hanya tentang "lelah" dan memoriku yang terbatas! Dan aku yakin besok atau lusa semuanya akan kembali membaik.

Selesai shalat isya aku mendatangi warung langgananku MS Coffee di Jl. Listrik, tempatnya ideal karena tidak diramaikan oleh bocah-bocah maniak game online. Aku menikmati segelas kopi dengan nyaman hingga rasa lelahku mulai pudar perlahan.

Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant



Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
https://x.com/i/status/2073428930993000948
Thank you so much brother @memamun 🙏
Terima kasih supportnya kanda @yuswadinisam 🙏