Incredible India Monthly Contest of May#2:The Importance of Child Protection!

Anak-anak berupaya menghindari kata "Do not!", karena umumnya mereka tidak suka dicegah, dibatasi dan mendapat tekanan baik secara lisan maupun dengan sejumlah aturan tertulis dari orang tua mereka atau keluarga. Ya, menangkal racun seharusnya bukan dengan racun. Sedangkan CCTV yang diharapkan sebagai alat pengawasan justru lebih berfungsi untuk merekam bukti atau jejak.
Don't do that.. (it) yang diartikan oleh dua subyek yakni kita selaku orang tua dan mereka (anak-anak) sering diterjemahkan dalam makna berbeda, artinya upaya mencegah untuk melindungi dianggap sebagai tekanan dan pembatasan. Dalam situasi seperti ini, lantas bagaimana kita dapat memastikan perlindungan bagi anak-anak kita?. Aku pikir setiap orang tua memiliki pengalaman masing-masing tentang ini, Anak-anak perlu mendapat perhatian, terpenuhinya kebutuhan dan, yang terpenting asupan informasi intens dari orang tua mereka seperti melakukan komunikasi terbuka baik di rumah maupun di luar rumah.
Tanpa terkecuali, karena di usia dini semua karakter anak harus melewati fase perkembangan yang sangat rentan dan sensitif dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, baik lingkungan fisik maupun digital. Aku pribadi sering berinteraksi dan memberi pemahaman kepada anak-anak, tujuanku agar mereka lebih dulu mengetahui konsekuensi "baik/buruk" atas suatu tindakan sebelum berharap kenikmatan.

Di rumah aku sering meninggalkan sisa-sisa pekerjaan ringan untuk mereka lanjutkan. Ini tentang keterampilan hidup nyata atau memberi pelajaran praksis kepada anak-anak di luar pendidikan formal, karena tidak semua anak-anak peka dan mengerti berinteraksi dengan keadaan lingkungan, sehingga kita perlu menuntun dan memberitahukan dengan ucapan yang lembut tapi tegas! ...tolong lanjutkan pekerjaan ini, ....tolong rapikan tempat tidur kalian, atau mengajari putriku cara duduk dan menyapa orang lain dengan sopan, dan sebagaimana..
...tidak hanya membangun komunikasi di rumah, aku sering mengajak anak-anak jalan-jalan di hari libur ke tempat-tempat terbuka, berkumpul di warung atau caffee, disana akan ada ruang terbuka untuk komunikasi dan diskusi sambil sengaja memperlihatkan kepada mereka tentang bagaimana kehidupan di luar sana sesungguhnya, sehingga lebih mudah membangun ketangguhan mental, fisik, rasa empati dan bersyukur.

Aku melihat, era digital seperti sekarang hampir tidak ada perbedaan signifikan gaya hidup masyarakat perkotaan dan pedesaan, antara kesibukan dan kelalaian hampir tidak dapat dibedakan, ya! Kesibukan dan kelalaian sering kali memudarkan perhatian orang tua pada anak-anak mereka. Ini salah satu alasan penting mengapa anak-anak tidak terlindungi baik dilingkungan dalam ruangan maupun di luar ruangan. Teknologi digital bukanlah sistem pendukung dan pelindung yang dapat berfungsi dengan baik karena anak-anak masih kekurangan ketahanan mental saat mengakses internet. Dan, keterbatasan kekuatan fisik dan mental ketika mereka berada di lingkungan sosial secara nyata (luar rumah).
Dalam ruangan dan di luar ruangan hanya berbeda situasi antara "jauh dan dekat" dari jangkauan orang tua, artinya semua anak bukan hanya dibekali pengetahuan dan ketahanan fisik dan mental, namun perlu edukasi-edukasi untuk menghadapi suatu situasi yang mungkin terjadi pada mereka.
Aku lebih mengutamakan pencegahan ketimbang memperbaiki kegagalan akibat ketidakpekaan orang tua, seperti saya sebutkan di atas dimana era digitalisasi menyebabkan durasi kelalaian orang tua lebih tinggi ketimbang pekerjaan pokok, ini penyebab awal terputusnya komunikasi dalam keluarga, anak-anak rentan kecanduan game online, cyber-bullying dan situs-situs tidak pantas, karena gadget dijadikan "peran pengganti" sebagai pengasuh dan pendidik.
Hanya ini berpartisipasi saya untuk Incredible India Monthly Contest of May#2:The Importance of Child Protection!. ..Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant
https://x.com/i/status/2058217325577613452
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you sir @mahadisalim 🙏
¡Holaaa amigo!🤗
La palabra "NO" para los niños, prácticamente es la puerta de un desafío, porque eso es lo que hacen cuando la escuchan. Te confieso que tu publicación me hizo recordar mucho mis actitudes de infante, porque literalmente, no aceptaba que me dijeran esa palabra y, aunque no me llevó a estar en peligro extremo, hoy día considero que no debí ser así.
Te deseo mucho éxito en la dinámica... Un fuerte abrazo💚
Thank you, my friend. I experience this almost every day. When my children are told no or their requests are denied, they feel upset and disappointed because they don't understand the negative consequences or how it will affect them. One way I do this is by limiting Wi-Fi usage at home and not allowing them to use their phones at certain times.
Thank you again for your support and positive comments, my friend 🙏
Thanks a lot sir @sergeyk 🙏