My Activities at May 23, 2026 - Attending a wedding reception and family routines
Kami tinggal di pemukiman padat penduduk, sudah terbiasa bersahabat dengan polusi dan suara bising, terkadang aku terbangun di pagi buta pun bukan karena campur tangan alarm tapi variasi aroma rempah masakan tetangga menembus kamarku di lantai atas. Oh ya! Meskipun hari libur kerja aku harus mengantar putriku ke sekolah pada pukul 07.30 wib.

Sebelum berangkat ke sekolah aku memeriksa yang masih tersisa di kulkas dan tempat penyimpanan stok kebutuhan dapur seperti rempah dan sayur untuk persiapan lauk makan siang kami sekeluarga, pasalnya setelah mengantar putriku, aku berencana menikmati segelas kopi panas di warung Cikgu dan setelahnya menuju ke pasar Inpres untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Saat tiba di warung kopi Cikgu suasana masih sejuk dan satu persatu penikmat minuman berkafein tinggi tersebut mulai berdatangan dan menempati meja-meja kosong yang masih tertata rapi. Seraya mencicipi kopi panas aku sempat berpikir dapatkan membeli beberapa kebutuhan sehari-hari dengan uang Rp.100.000?. Apakah kami harus percaya bahwa PPN tidak dibebankan pada sejumlah kebutuhan pokok (sembako)? Dan, disisi lain kami selalu konsumen terakhir harus menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11% saat membeli barang kebutuhan rumah tangga seperti kulkas, televisi, pendingin ruangan, juga fasilitas pendukung pendidikan anak-anak kami seperti labtob, atau layanan wifi dan membeli paket quota seluler yang juga dikenakan Pajak penghasilan penghasilan (PPh).

...selesai menghabiskan kopi dalam gelas kecil, lantas aku menuju ke pasar Inpres untuk berbelanja Pasar Inpres merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di kota kecil kami hingga saat ini. Beberapa barang kebutuhan dapat aku beli karena aku berupaya menyesuaikan takaran setiap jenis barang dengan jumlah uang dalam saku celanaku, khususnya ikan dan rempah sebagai kebutuhan utama untuk lauk makan malam.
Selesai berbelanja aku segera kembali kerumah karena harus bertamu ke tempat "walimatul nikah" yakni pesta pernikahan. Setelah membersihkan badan dan berpakaian rapi aku baru teringat untuk memberi makan bebek lati (entok), sepertinya mereka kelaparan karena mulai tidak tenang ketika melihatku datang.

Selanjutnya aku menuju ke tempat pesta, jaraknya kurang dari 50 meter dari kediamanku sehingga aku bisa menempuhnya dengan berjalan kaki saja. Kebetulan, hanya beberapa menit setelah aku tiba disana mempelai pria pun dikabarkan telah berada di lokasi.

![]() | ![]() |
|---|---|
Meskipun Resepsi pernikahan dilaksanakan secara sederhana namun tradisi atau adat tradisional tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal masyarakat yang tinggal di provinsi Aceh, Indonesia. Diantaranya adalah Ba Ranup (antar sirih), berinai (hiasan menggunakan Inai (Henna) pada kuku, telapak tangan dan kaki pengantin), tepung tawar, tueng lontoe/dara baroe (penyambutan pengantin pria / wanita) serta beberapa tradisi lainnya.
Setelah beberapa saat berada di acara resepsi pernikahan, alarm di phonselku berbunyi! itu menandakan jam belajar putriku telah selesai, aku pamit sejenak pada penyelenggara acara dan segera menuju ke kawasan Lancang Garam di Jl. Tgk Chik Ditiro untuk menjemput putriku di sekolah.

Setelah menjemput putriku di sekolah, aku menyempatkan kembali ke resepsi pernikahan untuk membantu tuan rumah dan keluarga mereka yang sedang disibukkan dengan penyambutan tamu dari rombongan pihak Lintoe Baroe (pengantin Pria).
...Sekitar pukul 13.00 wib aku kembali ke rumah. Selanjutnya membersihkan badan dan berwudhuk untuk melaksanakan shalat Dhuhur. Selesai shalat saya sempat tertidur hingga beberapa jam karena kelelahan di tempat acara pesta serta aktivitas keluarga lainnya.

Sore menjelang senja aku menuju ke mesin ATM Bank Aceh yang berlokasi di Jl. Listrik untuk menarik tunai sedikit uang sisa direkeningku. Aku kehabisan uang setelah berbelanja tadi pagi, minimal sisa uang di ATM cukup untuk mengisi bahan bakar sepeda motor, membeli jajanan putriku dan membayar segelas kopi nanti malam saat nongkrong di warung-kopi langgananku.
Ya, rencanaku untuk ngopi terlaksana meskipun terlambat satu jam dari biasanya karena aku harus menemani putriku jalan-jalan keliling kota. Kurang dari dua jam di warung MS Caffee aku sempat membaca dan menyelesaikan postingan kontes ku di komunitas incredible India. Mungkin tidak berlebihan jika minuman berkafein tersebut benar-benar menginspirasi ku untuk menulis dan membaca.
...postingan ini mungkin tidak begitu detail, tapi aku sudah menyiapkan rekaman visual (video) sebagai referensi tambahan dari kisah diaryku hari Sabtu 23 Mei 2026. Mudah-mudahan rekan steemian memiliki waktu luang untuk singgah.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant
Posted with Speem




আপনার সারাদিনের কার্যক্রমের বিশেষ অংশ গুলো পড়ে বেশ ভালো লাগলো। আপনার দিনের শুরুটা কিভাবে হয়, তা সম্পর্কে ধারণা পাওয়া থেকে শুরু করে, আপনাদের ওখানে বিয়ের কিছু নিয়ম রীতি সম্পর্কেও জানতে পারলাম।
মেয়েকে স্কুলে পৌঁছে দেওয়া ও সময় মতো তাকে আনতে যাওয়ার পাশাপাশি, পরিবারের সদস্যদের প্রতিও আপনার দায়িত্ববোধ প্রশংসনীয়। রান্নার জন্য প্রয়োজনীয় সমস্ত কিছু কতটা পরিমাণে আছে সেগুলো দেখে নিয়ে, তবেই আপনি বাজারের উদ্দেশ্যে রওনা দিয়েছিলেন। তাছাড়াও নিমন্ত্রণ বাড়িতে উপস্থিত থাকাকালীন মেয়েকে আনতে যেতেও ভুল করেননি।
তবে হ্যাঁ দিনের সবথেকে ভালো সময় আপনি উপভোগ করেছেন আপনার প্রিয় কফিশপে, এ বিষয়ে আমি নিশ্চিত। কারণ কফি প্রিয় মানুষের কাছে এই জায়গাটি সকল ক্লান্তি দূর করার সবথেকে উপযুক্ত জায়গা। ভালো লাগলো আপনার লেখা পড়ে। ভালো থাকবেন।
Congratulations, your comment has been upvoted by the Steemcurator03 team. Keep up the valuable comments.
Curated By: mahadisalim
Thank you for review @sampabiswas 🙏
https://x.com/i/status/2059312480451727695
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you sir @mahadisalim 🙏