Hari naas tidak ada di kalender 😓
Hai sahabat stemians semuanya, selamat datang di blog saya @suryati1 semoga kabarnya pada sehat dan bahagia semuanya ya,
Pagi ini sudah sangat bersemangat sekali untuk beraktifitas mulai dari jam 5 subuh aku sudah bangun dan mulai beraktifitas di dapur, menyiapkan semua keperluan karena aku pulangnya pasti sore hari karena harus bekerja di bayu dan pagi sekali aku sudah berangkat diantar oleh suami ku sampai di Alue bili, kemudian aku naik angkutan umum.
Sampai di Lhoksukon temanku yang satu kantor sudah menunggu dan perjalanan kami pun lanjut lagi sampai ke tujuan, namun saat akan membuka pintu mobil dan belum pun terbuka tiba-tiba sebuah Kenderaan menerobos karena terlalu dekat dengan mobil hingga menghantam pintunya sekalian.
Perempuan itu terjungkal di bahu jalan dan kami pun turun untuk menolongnya, Kenderaan bagian depan pecah dan dia meringis kesakitan di bagian pipinya serta dada mungkin terbentuk dengan setang Kenderaannya sendiri, banyak saksi mata yang melihat bukan sepenuhnya kesalahan temanku tetapi dia juga salah karena menerobos sebelah kiri.

Kemacetan yang berujung kecelakaan
Akhirnya kami bukan sampai ke kantor melainkan ke rumah sakit untuk menemani dia yang menjadi korban pagi ini ,dia bekerja di bagian kecantikan di Bireuen dan hari ini dia berangkat dengan buru-buru sehingga kecepatan membawa kereta juga laju dan tidak sempat di rem dan menabrak mobil yang kami tumpangi.
Tak lama kemudian suaminya juga sampai dan suami dari temanku juga datang untuk menyelesaikan bagaimana baiknya, perempuan tersebut juga langsung di rujuk kerumah sakit cut Meutia untuk di rongsen apakah tulang pipinya bergeser atau pun retak.

Menunggu waktu absen jadi ngopi dulu dengan suami
Alhamdulillah hasil rongsennya menunjukkan hasil yang baik dan tidak ada pergeseran atau pun retak dan dia langsung dibawa pulang kerumah, kebetulan juga suami dari temanku tukang urut dan saat beliau pulang mampir kerumahnya untuk melihat keadaannya dan memberikan sedikit bantuan dana dan juga tenaga.

Mengajari mengaji seperti biasa
Untuk sementara dengan kejadian ini kami bisa mengambil hikmah dari musibah tersebut dan juga mengikat tali persaudaraan, soal kereta yang rusak akan ditanggung sama-sama, istilahnya pisang bagi dua, sopir dan temanku akan membantu perbaikan Kenderaan si korban karena biar bagaimanapun tetap mobil yang salah.
Kami hanya dapat berdoa semoga wanita itu cepat sembuh dan semua keadaan baik-baik saja, kami juga sangat bersyukur biarpun terjadi musibah namun kedua belah pihak tidak ada yang emosi dalam menghadapi musibah ini inilah yang patut kami syukuri.
Sekian postingan saya hari ini, terimakasih sudah singgah dan meluangkan waktu untuk membacanya, wassalam.





Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.