Kebun Tomatku Yang Penuh Buah

in WhereIN2 days ago

Kalau cabe bikin batuk, tomat ini bikin deg-degan.

Aku tanam dari biji sisa dapur. Iseng doang, aku taruh di pot bekas cat. Siram tiap pagi, ajak ngobrol tiap sore. "Cepat besar ya, biar bisa buat sambal."

Daunnya sempet keriting, batangnya diserang ulat. Udah mau nyerah. Tapi ternyata dia bandel. Tumbuh terus, bunga, terus jadi pentil hijau kecil-kecil.

Dan hari ini, lihat.

Buahnya udah bergelantungan. Sebagian masih hijau, keras. Tapi ada yang mulai malu-malu menguning. Itu fase paling gemes. Belum merah, tapi udah ngasih harapan. Kayak bilang, "Tunggu aku bentar lagi, ya."

Nanam tomat ngajarin aku satu hal: semua ada waktunya.

Nggak bisa dipaksa merah. Kalau dipetik sekarang, asem. Kalau ditunggu sabar, manisnya dapet, segernya dapet. Hidup juga gitu kan? Nggak semua hasil bisa buru-buru.

Jadi sambil nunggu merah, aku nikmatin aja prosesnya. Besok-besok kalau udah ranum, mau aku bikin sambal terasi. Atau dimakan gitu aja pakai garam. Itu nikmat yang nggak bisa dibeli di pasar.

Buat teman-teman yang tanamannya lagi berbuah, apapun itu, selamat ya. Kita sama-sama lagi diajarin sabar sama tanaman sendiri.

Salam seger dari pot tomat di halaman rumah,
Ulee Madon, Aceh Utara.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

WhereIn Android