The Diary Game, April 14, 2026 | It may lack the prestige of wine, but a cup of coffee transforms my day
Terkadang, keberhasilan seorang karyawan tidak diukur dari tingkat disiplin dan rajin masuk kantor tapi kepuasan kinerja yang dihasilkan. Sebahagian mereka sering kali tidak berada di kantor dan tidak pula menggunakan fasilitas kantor namun dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik dan efektif. Jadi, menurutku makna dari efektifitas dan efesiensi adalah tentang tanggungjawab dan kemampuan seseorang untuk mencapai suatu tujuan.
lupakan saja! ini hanya pengingatku tentang pola kerja yang fokus pada pengendalian waktu dan hasil, bukan tentang menghabiskan jam kerja untuk melakukan banyak hal!.
Apakah melihat segelas kopi dimejaku lantas mereka menuduhku sebagai manusia kecanduan ekstrem terhadap kafein yang terkandung dalam kopi? Tidak sepenuhnya benar! Mungkin rasa lelah kita sama meskipun dengan aktivitas yang berbeda. Dalam beberapa minggu terakhir aku disandera oleh pekerjaanku di kantor dan di pendopo bupati selama tujuh jam sehari, dan itu pekerjaan yang sama yang aku mulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.30 wib.
Waktu istirahat selama dua jam pun tidak dapat aku nikmati di atas kasur empuk untuk menghilangkan rasa penat dan lelah karena sejumlah aktifitas keluarga hanya dapat aku lakukan diwaktu senggang itu. Bayangkan, hampir setiap pagi aku harus bermain kotak umpat dengan sejumlah petugas penertiban pegawai demi menikmati segelas minuman berkafein tinggi ! dan waktu benar-benar membatasiku untuk tidak lebih dari 30 menit berada di warung kopi.
...Sebenarnya kisah di atas bukan alasan utama hingga aku sering meninggalkan rumah dimalam hari atau setelah melaksanakan shalat isya. Warung kopi bukan tempat ternyaman untuk melepaskan lelah tapi mendukung motivasiku untuk menulis postingan sambil ditemani segelas kopi panas. Meskipun...! Meskipun tidak dianggap sebagai konten exclusive oleh tim steemit dan aku tidak memaksa menyelesaikan setiap postingan dalam waktu singkat jika setiap kalimat tidak bermakna untukku dan untuk pembaca.
Tentu saja berdo'a tidak harus selesai melaksanakan shalat atau saat berada di tempat-tempat ibadah. Beberapa hari terakhir aku malah sering berdo'a disaat sedang berkendara sepeda motor dari tempat kerja menuju pendopo bupati. Aku memohon kepadaNya agar selalu diberi kesehatan fisik dan mental serta dijauhkan dari perasaan bosan untuk pekerjaan rutin itu setiap hari.

...aku tiba disana sekitar pukul 09.00 wib setelah melakukan presensi pagi di tempat kerja. Jika dibandingkan dengan ASN lainnya mungkin jarak tempuhku tidak seberapa jauh dari lokasi kantor ke Pendopo Bupati. Sejumlah staf yang bekerja di gedung mewah itu masih disibukkan dengan berbagai aktivitas masing-masing. dan, wajah-wajah tidak asing dimataku pun mulai berdatangan dan menempati kursi-kursi kosong untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai petugas Vervali data warga terdampak hidrometeorologi.
Kisahku hari ini hanya berganti seri untuk cassing yang sama! ya, itu pekerjaan yang seharusnya tidak perlu aku ulangi untuk dibaca tapi hanya untuk menyimpan jejak tentang aktivitas ku dihari itu. Setelah beberapa jam berlalu aku keluar dari gedung pendopo menuju ke sekolah untuk menjemput putriku. Tapi aku harus menunggu hingga 30 menit karena hari ini ia dan dua siswi lainnya memenuhi tugasnya sebagai piket untuk membersihkan lantai ruang belajar mereka sebelum pulang.
Banner yang tertuliskan "Stop Perundungan" masih melekat erat pada plang besi di lokasi strategis dalam areal sekolah dasar tersebut, agar setiap guru dan orang tua murid selalu dapat membaca dan kemudian memberi pemahaman kepada anak-anak mereka tentang bahaya perundungan.
Anak-anak usia sekolah dasar tentu tidak dapat memaknai perundungan dan konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari tanpa pendekatan dan pencerahan dari guru dan para orang tua mereka.
..setelah putriku selesai membersihkan ruang belajar kami pun bergegas kembali ke rumah. Langit Kota Lhokseumawe benar-benar bersih sehingga udara panas terasa menyengat di kulit. Setiba di rumah aku segera membersihkan badan dan melaksanakan shalat dhuhur. Setelah makan siang aku sempat merebahkan badan beberapa saat sebelum kembali bertugas ke pendopo Bupati.
Aku sengaja melewati Jl. Listrik karena harus menyambangi Bank Aceh Capem pasar Inpres untuk menarik tunai sejumlah uang. Untungnya tidak ada nasabah yang antri di teller penarikan sehingga aku tidak butuh waktu lama berada disana. Aku melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat tujuan.
Situasi dalam ruangan ukuran besar tersebut sejumlah ASN tampak serius dengan perangkat labtob dan kertas-kertas penting yang berisi data warga terdampak bencana banjir dan longsor. Jam kerjaku sedikit molor siang ini, tapi itu tidak masalah karena kami telah memenuhi target pekerjaan dengan menyelesaikan validasi jumlah data warga yang lumayan banyak di satu desa terdampak di kecamatan Dewantara.
Pukul 16.30 aku kembali ke kantor untuk melakukan presensi sore. Sebelum kembali ke area parkir sepeda motor aku mendapat pesan whatshAp dari istriku, ia memintaku membelikan satu porsi martabak Mesir seharga 25.000 IDR atau setara dengan 25 Steem (harga saat konversi.

Lokasi pedagang tersebut terletak di Jl. Darussalam Kota Lhokseumawe, seperti terlihat dalam photo dimana pedagang ini menjual beberapa penganan (kuliner) favorit warga kota dan salah satunya adalah Martabak Mesir. Di tempat yersebut juga tersedia nasi biryani yang jual dengan harga bervariasi, sayangnya saya lupa mengambil photo "nama gerai" karena warna langit semakin gelap.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant




Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
https://x.com/i/status/2044945548676088208
Thank you @ngoenyi 🙏🙏
Thank's for support @shahid76 🙏🙏