Berhentilah Menulis di Steemit!

in #indonesia8 years ago (edited)

Saya pikir anda pasti sudah paham hanya dengan membaca judulnya saja, tapi ternyata anda memang jahannam, nekat masuk ingin menggerayangi seisinya. Sungguh, anda sama ngacungnya dengan esmenen setelah melihat judul cantik nan aduhai.

image

Baiklah, daripada saya dicaci maki habis-habisan, lebih baik saya karang saja seisi tulisan ini, biar walaupun tidak bahagia, yang penting happy. Ya, memang saya yang buat judul di atas, kenapa, gak boleh? Emang Steemit punya bapak lo, Lempap!

Saya memang menyuruh berhenti menulis di Steemit, dan menganjurkan untuk membaca, mengamati dan menyelami berbagai kejadian atau peristiwa di sekitar kita. Atau jika kamu punya kesukaan bepergian jauh, pergilah dan belajarlah. Karena jika kamu menulis terus, tanpa membaca, mengamati dan menyelami berbagai kejadian atau peristiwa, itu bisa menurunkan kualitas hidup dan juga kualitas tulisanmu di Steemit.

Jika kamu menulis itu-itu aja dan di situ-situ aja, kamu juga pasti akan merasa bosan, kehabisan ide, dan akan merasa tertekan. Sangat mungkin kan kamu akan menjadi orang pertama yang gila karena Steemit. Jika pun tidak gila, postinganmu tentang yang itu-itu aja juga akan membuat orang-orang berfikir bahwa kamu kurang pergaulan atau kurang ie mik (air asi).

Belajarlah mengungkapkan sesuatu selain lewat tulisan, toh Steemit juga tidak melulu soal tulisan. Ada banyak macam karya yang bisa kita posting di Steemit ini, misal karya seni rupa, fotografi dan video. Indonesia itu sangat kaya, Lempap! Sangat tidak bijak mengandalkan tulisan semata.

Namun, betapa pentingnya memahami sesuatu sebelum mengungkapkan, baik itu lewat buku-buku, kitab-kitab, karya-karya seni, mengamati mobilitas, bersosialisasi dengan masyarakat luas, alam dan juga binatang. Tidak lupa, yang paling utama adalah selalu mengingat sang empunya ide-ide, yaitu Allah azza wajalla. Jika kamu hanya memikirkan upvote semata, jangan bilang kamu Steemian Lempap sejati.

Cukup segitu aja ya jamaah Steemit rahimakumullah. Semoga kita dirahmati dan dikaruniai rizki dan pahala yang melimpah, lalu setelah itu jangan lupa sedekah dan bayar zakat. Salam Steepap!


Foto, oleh @zeds

Sort:  

Asoe memang meu @lempap, tapi judul geuthat geu @pap untuk tabaca. Sabe na @sudutpandang berbeda dalam @kitaplempap. @sogata teu lempap mangat tajak jep @iekupi dengan @bookrak. dan ta surah beuteuga tentang isi @kitaplempap....

Hhhhh..trimakasih rakan @amriadits. Pajan na watee eunteuk tajep kupi, lon tgh di jogja. Saleum lempap beh.

Jir Lempap lah dab. Kejebak jahanam lom. ✌️

Hhhhhh.. salam lempap pokoknya!..he

Tulisan ini harus dimaknai dan di ambil hikmah lainnya..!

https://steemit.com/writing/@misbahjuli/haruskah-berhenti-menulis-di-steemit-36f6c2a1cedcf

mungkin ini cara terbaik memaknai tulisan ini, dengan tulisan lainnya.. Selamat membaca.!! :)

Semoga ada hikmah, aamiinn..! Terimakasih bro @misbahjuli..salam lempap!

Alias bek jak paksa tuleh brus brus putus ya @kitablempap.. Karena brus pun ta selempap itu..! Salim..! :)

Broh pun meunyo hn taamati watee tatuleh juga han putoh..he

Salam lempap.. dari steempap.. terhadap tulisan yg geeupap.. bereh..

Terimakasih rakan. Salam lempap!..he

Salam lempap,, tidak perlu menjadi steemian sejati, tp jadilah penulis sejati,,, hehehe

Hhhe..siap! Jadilah apapun, asal sejati. Titek..he

bermain! Geukheun dolan lam alam kitab

Geupaps dog

Hhe..salam papdog!..he

Asoe tok. Bumbu sagai meulawok. Cit hak teulawok.

Trimakasih rakan @gulistan, meunan aju beh, bek hn sagai..he

Lage ek pam, judul ngen tulesan jioh tat ipleung, lage lempap.... Haha

Hhhhhh..judul harus memikat, seperti adek itu yang pakai lipstik, tapi walapun belum mandi..he