1 BTC = $65690 USD (Rp1,16 Miliar) - Aturan tanpa penguasa, didukung oleh kelangkaan digital absolut

in #indonesia14 days ago

5% dari rewards posting ini adalah untuk @steem.amal

1000112355.jpg
(Grafik oleh TradingView)

Bagaimana menurutmu harga BTC sekitar sebulan yang akan datang? Jawab di komentar!

Bitcoin adalah uang digital terdesentralisasi berbasis kriptografi dan Proof-of-Work yang memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa bergantung pada bank sentral atau pemerintah. Saat ini indikator Ultimate Moving Average terlihat sedang menurun.

Bitcoin menarik secara ekonomi karena pasokannya dibatasi 21 juta koin dan penerbitannya berkurang lewat halving berkala, sehingga kelangkaannya terjaga seperti emas dan tidak bergantung pada kebijakan moneter. Sementara itu, indikator SuperTrend sedang memberikan sinyal jual.

Mata uang fiat unggul untuk transaksi dan penetapan harga sehari-hari, sedangkan Bitcoin semakin diakui sebagai aset digital langka, penyimpan nilai, dan jaringan moneter alternatif meski volatil.

Tentang Bitcoin (BTC)

Dari sudut pandang ekonomi, Bitcoin (BTC) menandai transformasi mendasar dalam konsep uang dengan memperkenalkan alternatif digital terdesentralisasi pertama untuk mata uang fiat yang diterbitkan pemerintah. Diciptakan pada tahun 2009 oleh tokoh atau kelompok anonim yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto, Bitcoin berfungsi sebagai sistem uang elektronik peer-to-peer. Tidak seperti mata uang konvensional yang bergantung pada bank sentral dan lembaga negara untuk mengatur pasokan dan menjaga kepercayaan publik, sistem moneter Bitcoin dikendalikan oleh perangkat lunak, prinsip kriptografi, dan proses konsensus terdistribusi yang disebut Proof-of-Work.

Daya tarik ekonomi Bitcoin dibangun di atas beberapa karakteristik yang membedakannya dari mata uang tradisional dan komoditas fisik.

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah kelangkaannya yang absolut dan jadwal penerbitan yang telah ditentukan. Sementara mata uang fiat dapat diperluas melalui kebijakan moneter, yang berpotensi menyebabkan inflasi dan mengurangi daya beli, Bitcoin memiliki pasokan maksimum tetap sebesar 21 juta koin. Kelangkaan ini ditegakkan melalui mekanisme yang tertanam yang dikenal sebagai halving, yang terjadi kira-kira setiap empat tahun, atau setiap 210.000 blok. Selama setiap peristiwa halving, imbalan yang dibayarkan kepada penambang untuk memvalidasi transaksi dan mengamankan jaringan dikurangi setengahnya. Akibatnya, penerbitan koin baru mengikuti jalur yang transparan dan secara bertahap menurun yang diatur oleh kode daripada keputusan diskresioner, menciptakan dinamika pasokan yang mirip dengan ekstraksi komoditas langka seperti emas.

Ciri khas lainnya adalah struktur Bitcoin yang terdesentralisasi dan tanpa kepercayaan. Alih-alih bergantung pada bank sentral atau lembaga kliring untuk memproses transaksi, Bitcoin beroperasi melalui buku besar terdistribusi global yang dikenal sebagai blockchain. Setiap node yang berpartisipasi mempertahankan catatan riwayat transaksi yang sama, memastikan konsistensi di seluruh jaringan. Arsitektur ini menyediakan Toleransi Kesalahan Bizantium, memungkinkan sistem untuk terus berfungsi dan mencapai konsensus bahkan ketika beberapa peserta gagal atau berperilaku jahat. Akibatnya, individu dapat bertukar nilai di seluruh dunia tanpa bergantung pada perantara tepercaya.

Bitcoin juga menawarkan ketahanan terhadap sensor dan bentuk kepemilikan aset yang berdaulat. Transaksi yang dicatat di jaringan tidak dapat diubah dan bersifat pseudonim. Karena alamat tidak secara inheren terkait dengan identitas dunia nyata pada tingkat protokol, pengguna dapat memindahkan nilai lintas batas tanpa dibatasi oleh batas geografis atau banyak hambatan regulasi tradisional. Selama individu mempertahankan kendali atas kunci kriptografi pribadi mereka, kepemilikan mereka tidak dapat dibekukan, disita, atau diencerkan secara sewenang-wenang oleh otoritas eksternal. Kemampuan ini menetapkan model baru kepemilikan dan pengelolaan kekayaan yang berdaulat sendiri.

Dalam hal fungsi ekonomi, mata uang fiat terus berfungsi sebagai media pertukaran yang sangat likuid dan efisien untuk perdagangan sehari-hari, sedangkan penggunaan Bitcoin dalam pembayaran semakin meningkat dan semakin didukung oleh teknologi sekunder seperti Lightning Network. Uang fiat tetap menjadi unit perhitungan dominan untuk penetapan harga barang dan jasa, sementara volatilitas harga Bitcoin yang signifikan membatasi efektivitasnya dalam peran tersebut. Sebagai penyimpan nilai, mata uang fiat rentan terhadap tekanan inflasi dan devaluasi mata uang, sedangkan Bitcoin sering dipandang sebagai aset yang diuntungkan dari kelangkaan digital dan potensi apresiasi asimetris jangka panjang.

Meskipun para ekonom terus memperdebatkan implikasi volatilitas harganya, Bitcoin semakin diakui sebagai kelas aset makroekonomi yang sedang berkembang. Secara bersamaan, ia berfungsi sebagai inovasi teknologi spekulatif, penyimpan nilai digital, dan jaringan moneter alternatif yang beroperasi secara independen dari infrastruktur perbankan dan keuangan tradisional.

Bagaimana menurutmu harga BTC sekitar sebulan yang akan datang? Jawab di komentar!

Penafian: Informasi ini hanya untuk edukasi; mata uang kripto sangat fluktuatif, sehingga Anda perlu melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Dibantu oleh https://gemini.google.com/.

Lihat juga:

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.