Lorong Dedaunan Mati
Jalan setapak berpaving ini terasa sangat familier, namun suasana taman begitu hening hingga suara langkah kakiku sendiri terdengar gaung menakutkan. Dedaunan lebat di kiri dan kanan tampak membeku tanpa embusan angin sedikit pun, seolah-olah seluruh alam sedang menahan napas. Di ujung jalan, jembatan penyeberangan hijau melintang bisu, menjadi satu-satunya petunjuk ke mana aku harus melangkah.
Setiap kali aku melangkah maju menuju jembatan itu, jalanan di bawah kakiku terasa memanjang secara tak wajar. Pohon-pohon rindang dan rumpun bambu yang tadinya tenang perlahan mulai bergeser memadatkan ruang, merapatkan bayang-bayang hitam yang seakan hendak menelan jalan setapak ini. Aku mencoba berlari, tetapi jarak ke jembatan hijau di depan tak pernah berkurang sedikit pun.
Tiba-tiba, suara gesekan dedaunan terdengar sangat dekat dari balik semak-semak yang gelap. Ketika aku menoleh ke belakang untuk berbalik arah, jalan setapak yang baru saja kulewati telah lenyap sepenuhnya, berganti menjadi tembok pepohonan rapat yang mengurungku dalam kegelapan yang kian mendekat.
Dibantu oleh https://gemini.google.com/.
Lihat juga:
- Dengan menghilangkan downvote, Blurt memastikan pengguna diberi penghargaan berdasarkan konsensus positif, bukan melalui hukuman para whales. Silakan bergabung melalui tautan ini atau tautan ini dengan kode undangan "puncakbukit".
- 🌀 SteemTwist — Steem with a Twist
- 🧬 Introducing SteemBiota — Raise, Breed & Evolve Creatures on the Steem Blockchain!
- 🎮 Reversteem — Play Reversi on the Steem Blockchain!
- @steem.amal: Amal Di Ujung Jari Anda
- Maximize curation rewards: follow our trail! Maksimalkan reward kurasi: ikuti trail kami! トレイルをフォローし、キユレーション報酬を最大化!

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.