The Diary Game [28/03/2026]: Akad Nikah dan Pengukuran Tanah
Hari ini di pagi hari saya memimpin prosesnya akan nikah satu pasangan di kantor pasangan tersebut merupakan pasangan duda dan janda yang sunnah sudah pernah berumah tangga berlangsung lebih kurang setengah jam kemudian kami berfoto bersama menyerahkan buku nikah sebagai pasangan tersebut adalah sebagai sepasang suami istri
Setelah selesaikan nikah kami semua menuju ke warung kopi Merah Putih yang ada di kediaman jeruk dekat dengan kantor di sini kami ngobrol banyak hal terutama dengan calon suami yang baru saja saya nikahkan yang merupakan seorang pedagang yang tinggal di Jakarta dan memberikan banyak pengalaman dan proses beliau hidup di perantauan
Kemudian saya langsung pulang ke rumah dan mengajak anak saya Fatih untuk ikut bersama saya membeli kipas angin di kawasan Simpang kaya depannya di toko elektronik langganan saya harga satu kipas angin yang kami beli Rp350.000 atau setara Rp350.000 Setelah itu saya langsung membawa pulang kipas angin dan beristirahat di rumah sampai menjelang sore hari
Setelah kenaikan salat Ashar saya pulang ke rumah almarhum Ayah sayang karena hari ini adik saya mengajak saya untuk mengukur tanah dari Bibi saya atau Kakak almarhum ayah saya ya kan dijual untuk adik saya dan saat ini Beliau mengalami sakit stroke dan tidak bisa lagi berjalan pengukuran tanah tersebut disajikan oleh aparatur desa dan juga sepupu-sepupu kami yang lainnya agar transparan dan tidak terjadi masalah di kemudian hari.
Saya juga sempat mampir di rumah almarhum Ayah kebetulan ada adik saya yang baru pulang dari Bireun bersama istri dan anak-anaknya suasana rumah menjadi ramai momen seperti ini jarang terjadi karena kami semua tinggal di lokasi yang berjauhan adik saya ada yang tinggal di Langsa dan di Bireuen hanya satu adik saya yang belum menikah yang masih tinggal di rumah almarhum ayah
Malam harinya selesai pengajian bersama anak-anak saya mengajak sahabat saya pukul Khaidir itu ngopi sebelum beliau kembali ke Banda Aceh karena beliau tinggal di Banda Aceh dan mengurus sebuah pesantren yang sedang beliau Rintis yang merupakan cabang dari pesenantrend di Turki menjelang jam 22 barulah kami pulang ke rumah untuk beristirahat
Demikian Diary kegiatan harian saya, semoga bermanfaat untuk semuanya, terima kasih kepada sahabat semuanya yang berkenan membaca dan memberikan dukungan untuk saya dan khususnya kepada Admin dan Moderator Steem SEA
Best Regard,
@abialfatih










