Mayday : my version

Hagoe's Village: May, 1st 2026
Tiba kembali di awal bulan mei yang diperingati oleh hampir seluruh warga dunia khususnya kaum buruh yang memiliki sejarah panjang sejak tahun 1886, dimana saat itu terjadi aksi mogok kerja yang dimulai 1 Mei 1886 oleh ribuan buruh di Chicago, Amerika Serikat yang menuntut 8 jam kerja sehari.
Kemudian berlanjut ke tanggal 4 Mei 1886, dimana terjadi protes di Haymarket Square, Chicago, yang memanas dan mengakibatkan bentrokan berdarah antara buruh dan polisi yang menelan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Itulah cikal-bakal penetapan Hari Buruh Internasional pada tahun 1889 oleh federasi internasional kelompok sosialis dan serikat pekerja.
Sarapan pagiJum'at pagi ini aku bangun seperti biasanya untuk melaksanakan sholat subuh dan kemudian mulai membuatkan kopi serta merebus telur.
Pagi ini istriku membeli sejumlah sarapan pagi di Keudee Matangkuli, dan istriku juga membawakan ku Mie Caluek untuk pelengkap sarapan pagi ku.
Sebelum melanjutkan kegiatan lainnya aku harus membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami yang ada di halaman termasuk membawa keluar si Anas kucing kami ke kandang yang ada di teras rumah.
Perlengkapan kerjaBeberapa hari yang lalu seorang staf telah mengantarkan material bambu ke rumah kami yang rencananya akan aku gunakan untuk membuat pagar dipinggir eks kolam ikan koi kami.
Sehingga pagi ini aku akan merealisasikan rencana pembuatan pagar ini, mumpung ini adalah hari libur dalam rangka Hari Buruh atau lebih dikenal dengan Mayday.
Aku mengambil peralatan kerja yang ada di gudang belakang dan membawanya ke teras rumah atau pinggir eks kolam ikan koi untuk pembuatan pagar dengan bahan bambu kuning.
Membuat pagar bambuAku memilih bahan yang tersedia dan murah yang dalam hal ini adalah bambu kuning yang berasal dari kantor Puskeswan Lhoksukon tempat aku bertugas sehari-hari sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.
Aku memang suka melakukan berbagai aktivitas di rumah terutama di hari libur untuk membereskan rumah kami. Walaupun sebenarnya aku tidak punya skill khusus atau ilmu pertukangan karena memang aku bukanlah seorang tukang.
Pun begitu, karena punya hobby aku melakukannya dan belajar secara otodidak. Apalagi saat ini kita bisa belajar dari banyak media seperti YouTube dan lain-lain.
Coffee MixAku mengerjakan pagar bambu ini secara pelan-pelan saja dan tidak memaksakan diri. Yang penting selalu ada progres setiap harinya yang akhirnya akan menghasilkan pekerjaan yang telah direncanakan.
Istriku membuatkan ku minuman coffee mix serta menyuguhkan sejumlah cemilan untuk menemani kegiatan ku membuat pagar bambu sampai menjelang waktu sholat Jum'at.
Makan siangAku bekerja membuat pagar bambu ini sampai tengah hari dan kemudian menghentikan kegiatanku agar bisa melaksanakan sholat Jum'at di mesjid di kampung kami.
Sebelum berangkat ke mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh, aku makan siang terlebih dahulu di rumah bersama keluargaku dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku.
Setelah selesai melaksanakan sholat Jum'at aku segera kembali ke rumah untuk beristirahat sampai menjelang waktu sholat ashar, dimana siang ini aku juga memantau kegiatan peringatan Hari Buruh di berbagai wilayah di Indonesia.
Makan malamSetelah selesai sholat ashar aku melanjutkan kegiatan membuat pagar bambu dan kemudian juga membereskan peliharaan serta tanaman-tanaman kami sebelum waktu sholat magrib tiba.
Dan malam ini aku makan malam bersama keluarga ku sebelum melaksanakan sholat magrib di rumah. Dan kemudian aku mengantarkan si kecil Alvira ke tempatnya mengaji serta menjemputnya pulang sekitar pukul 21.30 wib.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 







