My diary game, April 10, 2026 | Every tick of the clock feels important to me and to others

in Incredible Indialast month

Sukses versi orang desa dan orang perkotaan antara memiliki lahan yang luas dan berjejer mobil mewah di teras rumah. Sedangkan bagiku sukses itu kenyamanan menikmati segelas kopi dibawah atap rumbia terbebas angsuran bulanan dan tidak dihantui oleh istri kedua.

Konsep manusia berjuang untuk hidup tidak seperti induk Rubah memangsa anak-anak angsa untuk memberi makan keluarganya, karena sukses bukanlah tujuan bukan pula simbol kebahagiaan! melainkan harapan, sedangkan upaya dan ikhtiar hanyalah jalan. Jika sukses adalah kebahagiaan maka tidak harus didapatkan dengan perjuangan panjang dan melelahkan, bahkan dengan menghukum orang lain tanpa dosa.

..Terlepas dari narasi pembuka di atas, aktivitas ku di hari Jum,at (10/02036) ternyata persis sama dengan hari-hari sebelumnya. Aku menyadari bahwa lelah perasaan lebih tersiksa dari pada lelah fisik, ya! rasa bosan seringkali menjadi penghambat perjalanan untuk tiba di suatu tujuan. Setiap hari aku melawannya dan berupaya tetap tenang agar rutinitas keluarga dan pekerjaan kantor tetap terlaksana dengan baik.

Di bawah atap miring seluas 6x20 meter aku menikmati kesibukan dan tingkah konyol anak-anak setiap pagi ketika mereka berebut kamar mandi, mencari seragam sekolah dan kehilangan alat tulis, itu salah satu pemandangan yang sangat "Mahal" dan tidak akan terulang dimasa datang ketika mereka dewasa dan memiliki kehidupan sendiri.

1000168355.jpg
saat tiba di ruang utama pendopo bupati

Kurang dari 10 menit berada di areal kantor untuk melakukan presensi pagi setelah dari mengantar anak-anakku ke sekolah. Selanjutnya aku menuju ke pendopo Bupati untuk melanjutkan pekerjaanku sebagai petugas validasi data warga terdampak bencana hidrometeorologi.

mulai bekerja

Berharap dapat beraktivitas normal seperti hari biasa di tempat kerja sepertinya masih jauh dari harapan mengingat jumlah data yang harus di entri dan validasi masih sangat banyak. Disisi lain masyarakat korban dampak bencana banjir dan longsor terus berupaya mendapatkan jawaban pasti tentang realisasi bantuan untuk mereka.

Hanya ditemani canda-canda kecil sebagai penghibur, sementara mata dan jari fokus menggerayangi papan tombol laptop guna mengurangi tumpukan-tumpukan kertas berisi data dan dokumen milik warga terdampak bencana banjir. Perlahan senyuman di wajah-wajah yang sebelumnya tampak datar mulai kembali! ya, rasa lega sejumlah petugas terlihat ketika jam istirahat tiba pada pukul 11.30 wib.

Kami meninggalkan fasilitas kerja disana, Sebelum berangkat ke masjid aku harus kembali ke kediaman untuk makan siang, membersihkan badan dan mengganti pakaian. Aku tetap memilih masjid Islamic Center untuk melaksanakan kegiatan Jum'at, bukan hanya lokasi masjid yang terjangkau namun bangunan berlantai tinggi tersebut selalu menghadirkan udara sejuk untuk kenyamanan ribuan jamaah yang melaksanakan ibadah.

1000168417.jpg
1000168420.jpg
Masjid Islamic Center
suasana saat kegiatan jum'at

Tanpa terencana sebelumnya, jadwalku kembali ke pendopo kembali tertunda, pasalnya aku harus menuruti keinginan istriku membeli kue di toko Ismaira Cake & Bakeri peta google maps yang berlokasi di Jl. Darussalam Kota Lhokseumawe. Katanya, kue tersebut untuk dibawanya ke acara halal bihalal bersama gurunya di tempat pengajian.

1000168421.jpg
1000168422.jpg
saat tiba di toko kue Ismaira
membeli beberapa kue

Aku mulai bergabung dengan rekan lainnya disatu meja saat tiba kembali di pendopo guna melanjutkan tugas kami mengentri sekaligus memvalidasi data. Sepertinya tidak ada apapun yang perlu aku jelaskan karena semua petugas dalam ruangan fokus dengan pekerjaan masing-masing.

selesai untuk hari ini

Aku sengaja mengabadikan photo dokumentasi hasil pekerjaan dan fasilitas pendukung lainnya sesaat sebelum bubar dan kembali ke instansi masing-masing. Setidaknya kurang lebih 100 data warga terdampak telah aku selesaikan hari ini yang dimulai sejak pagi.

Selesai melaksanakan shalat Ashar di mushalla pendopo aku menuju ke tempat kerja untuk melakukan presensi. Disana sempat bertemu dan berbincang sejenak dengan teman-teman yang baru saja kembali dari tugas lapangan dalam rangka melakukan identifikasi dan pengukuran tanah aset Pemda untuk kegiatan pensertifikatan.

Warung kopi Cekgu adalah tempat singgah paling ideal bagiku untuk pelepas lelah sambil mencicipi rasa arabica dan menyantap satu porsi mie goreng Aceh yang lezat. Ya, Setiba dari tempat kerja aku pun mencari tempat duduk yang nyaman, membuka smartphone dan menunggu pesananku tiba seraya menikmati perjalanan waktu menuju senja.

1000168500.jpg
Saat menikmati segela kopi dan mie goreng Aceh

Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..

salam,
@ridwant

Introduce myself

Sort:  
Loading...

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.